Tuesday, 29 September 2020

TANDUR DI KEBUN BARUKU

Tandur atau nandur merupakan bahasa jawa yang artinya dalam bahasa indonesia yaitu bertanam atau bercocok tanam. Biasanya di daerahku kata ini dipakai dengan kalimat seperti ini : 

"Jenengan sak niki tandur nopo ten sawah ?" artinya "Kamu ( kepada yang lebih tua) bertanam apa sekarang di sawah ?"

Dilansir dari the nations health Bertanam atau berkebun salah satu kegiatan yang baik untuk pikiran dan badan untuk merasa bahagia dan rileks ditengah kesibukan. Tepat banget waktu itu aku mulai berkebun ketika mulai merebaknya pandemi di bulan Maret dan pas banget waktu itu dengan mulainya aku mengerjakan tugas akhir. Jadi kebayang kan seberapa overthinking dan stressnya ngerjain skripsi dicampur kerjaan kantor yang up and down dimasa pandemi apalagi aktivitas bisa kemana-mana untuk bertemu teman dan keluarga sangat berkurang dan terbatas. 

Gardening may be a fun and relaxing way to get in touch with nature, but did you know that it also has plenty of health benefits? Gardening is an activity that’s good for both the mind and body, and can be enjoyed by people of all ages. Plus, you get to eat the delicious fruits, vegetables and herbs that you grow. So, grab your tools and get in the dirt! - Repost from Gardening: A fun hobby that’s good for your  by Julia Hanskin 

Awalnya punya ide berkebun itu sebenarnya karena gemes lihat rumput liar di halaman kos. Dari sana pengen banget ngebersihin karena ini salah satu aktivitas rumah yang aku suka selain cuci piring dan cuci baju. 

Saat aku mengutarakan ide ini ke bapak kos didukung dan disupport pupuk organik dan benihnya padahal sebenarnya aku sudah beli pupuk organik EM4 dari kebun organik dosenku ketika aku ikut kuliah lapangan mata kuliah managemen dan hasilnya ternyata bagus banget buat tanaman. 

Ngobrolin soal berkebun sebenarnya aku gak ikutan hype orang-orang juga karena mbahku itu petani dan peternak, aku juga tumbuh dari kecil di lingkungan petani. Jadi aktivitas bertanam sayuran, buah, jagung, padi atau pun tebu bukan hal yang luar biasa "gumun" di hidupku kwk *Sombong . istilah "tandur" sudah jadi  hal biasa yang ku dengar di rumah ketika mbahku mulai garap sawah padi atau jagung. Dari sini aku ingat dulu aku dan temanku juga pernah jadi kancil yang ngambil melon di sawah milik budhenya temenku. Lalu besoknya temenku kena omelan budhenya hihi 

Bagaimana cara bertanam pun aku juga gak perlu baca-baca lagi jadi ngasal aja ditanam hahaha *selain sombong ternyata juga sotoy dalam hal pertanian*. Sebuah privilige masa kini yang baru aku sadari ternyata salah satunya menjadi cucu petani dan peternak. 

Caranya cukup mudah, biji-biji tanaman sebelumnya kita semai dulu di media yang kita punya. Contohnya baskom bekas, gelas aqua, mangkok ibu kamu yang sudah tidak terpakai, bekas berkat plastik yang buat slametan biasanya orang rumah nyebutnya reyeng, Itu bisa banget dipakai. 

Lalu campur pupuk organik, tanah, tambah sekam padi jika ada dan siram air. Taruh bijinya diatas tanah dan masukin sedikit ke tanah tapi jangan terlalu dalam soalnya takut tumbuhnya nanti kebawah gak keatas kwk 

Kalau udah tumbuh dan daunnya mulai bercabang. Bisa dipindah ke kebun langsung atau kamu letakan di pot-pot yang lebih besar dan beri jarak supaya tidak berebut nutrisinya. Apa iya gitu ? gak tau juga, di sawah kayak gitu soalnya hehe

Aku mencoba bertanam beberapa biji yang sering aku lihat disekitar sawah mbahku seperti kangkung, bayam, sawi, kemangi, terong,cabai dan tomat. Kalau di rumah Kediri banyak pupuk organik dari kotoran hewan ternak sebagai pendukung tumbuhnya tanaman sedangkan disini aku menggunakan pupuk organik, sisa-sisa sayuran dan makanan. Hasilnya tanaman masih bisa tumbuh dengan maksimal. Selain menyenangkan ketika melihat tanaman tumbuh dan berbuah, kegiatan ini jadi bagian zero waste juga loh karena memanfaatkan limbah organik rumah tangga sebagai pupuk kompos. 

Rasanya tumbuhan yang kita tanam bisa tumbuh ? bahagia banget asli

Apa yang kita makan bagian dari proses yang kita kerjakan dari tangan kita sendiri, aku ngrasa grow up bareng tanaman ketika masa pandemi ini. Rasa sabar dan perhatian aku release disana. Bangun pagi aku siramin satu-satu, pulang kerja aku tengokin lagi. Selalu jadi tempat pertama ketika bangun supaya lebih enjoy nikmatin kerjaan hari itu. 

Hmm.. setelah ini mau tandur apalagi ya ? Ada ide nggak ? Oh iya benihnya bisa beli di toko aku *ehpromosi hihi Selain liburan, coba yuk berkebun untuk balikin mood kamu. Hidup lebih sehat dengan pikiran yang sehat juga. 

Friday, 7 August 2020

January : Thailand Trip Sebelum Covid19




Back in a while. I never imagine if flight will stop in 2020. There is no trip and travel this year but i just lucky could finish a trip. Yeah ! My bucket list already check list at 11 January 2020. Here my stories before covid19. 

Hello, after done quarantine. Welcome at new normal life.
Cerita perjalanan kali ini tepat 6 bulan lalu dimana semua berjalan dengan normal tanpa hambatan dan pengecekan bandara yang ketat seperti saat ini. 

Sebelum berangkat ke thailand, in factnya aku sudah booking tiket pesawat bulan juni di tahun 2019. Jauh juga ya antara berangkat dan bookingnya :D 

Maklum, karena semua serba minim budget akhirnya booking jauh - jauh hari. Aku dapet tiket 2,400K Pergi ( Air Asia ) - Pulang ( Scoot ) ( Surabaya - Malaysia ( Transit ) - Thailand / Thailand - Singapore ( Transit ) - Surabaya ), kurang lebih begitu rutenya. Dari beberapa thread yang aku baca di twitter harga tiket segitu masih banyak yang lebih murah but worth it for taken karena aku berangkat dari Surabaya.

11 January 2020
Berangkat dari Juanda Internasional Airport Terminal 2 pukul 05.00 WIB aku putuskan berangkat tengah malam dari terminal Arjosari Malang, sambil nunggu pagi aku makan-ngopi dulu di MCD. Baru sadar ternyata susah juga pindah dari daerah Surabaya, kemana - mananya perlu perjuangan gaes apalagi kalau masih jomblo gini. Waaah sedapnya perjalanan kerasa banget capek ( sendirian) nya. *kode jodoh moga dibaca haha

Tapi jujur hal-hal kayak gini yang paling dikangenin dari perjalanan. Pas lagi sendirian, kita bertanggung jawab penuh untuk diri kita sendiri terus cari - cari kesibukan sambil nunggu waktu keberangkatan ntah dihabisin baca buku, browsing berita, baca review tempat wisata yang mau dikunjungin atau makan sekenyang-kenyangnya. Terpenting tempatnya memang aman buat sendirian. 

Tempat pertama aku kunjungi setelah landing di Bandara Don Mueng Bangkok adalah sebuah market yang pastinya terkenal banget di Bangkok. Yeah one and only is cathucak market, asli ini gak ada di itinerary karena aku sebenarnya cuma masukin list khao sand market yang paling dekat dengan homestay dan hanya perlu jalan kaki aja tetapi karena dekat bandara dan sudah menerima ajakan temen akhirnya kesini juga, lumayan lihat keramaian Bangkok.

Di cathucak pun gak beli apa - apa, cuma ngadem aja beli rujak mangga. Hari pertama belum kepikiran buat beli oleh - oleh karena belum menemukan excitednya belanja hahaha. Jadi buat pelajaran aja , kalau ke pasar atau belanja tuh di hari terakhir kamu liburan kecuali kamu emang punya niat liburan sambil buka jastip. Nah cathucak market ini menurutku hampir mirip CFD, bisa jadi pilihan kamu untuk belanja di Bangkok karena harganya relatif terjangkau. Hampir sama aja si kayak harga oleh - oleh di Indonesia tapi lumayan barangnya lucu-lucu juga. 

12 January 2020

Pagi - pagi kita sudah jalan kaki di sekitar homestay menuju Wat Pho. Awalnya masih tutup karena masih ada upacara tetapi kita tungguin dulu di cafe dekat Wat Pho sampai buka :D
Depan jalanan ini kalau siang sampai  malam itu jadi Khao Sand market yang ramai banget. 

Nah pulang keliling dari Wat Pho dan jalan kaki muterin Bangkok. Malamnya kita nyoba kulineran di Khao sand market karena deket banget paling juga cuma 10 meter dari homestay.


Wat Pho Temple Bangkok
Wat Pho Temple Bangkok

Di khao sand market kita bisa lihat makanan ekstrim kalajengking goreng yang terkenal di Bangkok , aku nggak nyoba karena penampakannya nakutin dan geli aja liatnya bahkan nggak gefoto juga karena harus bayar 10 bath kalau mau foto aja. Everything is business yaa haha 

Btw kita menginap di Homestay Guest House Khao Sand just 300K for 2 Night. Jadi ya murah banget karena kemana - mananya selain deket ke Khao Sand market juga deket dengan temple-temple di Bangkok. Tempatnya bersih dan nyaman, yang paling berkesan ownernya ngasih catatan di kertas dengan tulisan tagalog buat kita pergi ke tempat wisata tujuan. Kertas itu tinggal kasih aja ke taksi yang nganterin jadi bikin argonya nggak mahal. Baik banget kan :D 


13 January 2020 
Hari selanjutnya kita coba jalan - jalan ke Wat Arun berbekal google map dan petunjuk temen tetapi akhirnya kertas tulisan petunjuk dari owner homestay lebih simple banget sih, kita langsung aja kasih kertasnya ke driver taksi, langsung deh kita diantar ke tempat penyebrangan perahu menuju Wat Arun temple di Tien-tien market. 


Nih bangunan Wat Arun super gede banget mirip candi prambanan, kamu juga bisa naik - naik  ke atas. Tiket masuknya 50 bath tetapi dari depan aja kalian sudah bisa kok ngliatin candi ini dan foto - foto didepannya. 



Pulang dari Wat Arun kita jalan kaki keliling sekitar pasar tien-tien cari oleh - oleh karena emang deket dan banyak yang jual apalagi harganya juga lumayan murah. Yang paling ingat aku beli pengharum ruangan sekitar 6 pcs karena emang wangi dan bentuknya unik. Ada bentuk bunga, kelapa, lemon, semangka dan masih banyak lagi. Selebihnya kita nikmatin jalan di bangkok aja sambil kulineran di Jalan. Meskipun liburan di Bangkok kali ini banyak yang keluar dari itinerary but it's okay karena dimana-mana yang namanya traveling pasti ada miss dan melencengnya tapi disitu letak keseruan dan kekesalannya dicampur jadi satu. hihi 

Kalau mau berpergian, sabar dulu yaa ! tunggu pandemi berakhir atau terapin kesehatan normal sebaik mungkin. Jaga kesehatan kamu, iya kamu ! 

Tuesday, 7 April 2020

Cafe Sekaligus Perpustakaan di Malang

Work From Home yang sudah memasuki lebih dari 14 hari bagi para pekerja yang sering menghabiskan waktunya di kantor lalu selepas pulang masih mampir nongki bareng teman kantor di cafe.

Cafe juga jadi tempat pilihan ketika bosan meeting di kantor apalagi freelancer yang kadang bosan kalau cuma kerja di co-working space atau di rumah aja.

Btw, aku sama sekali tidak WFH karena pekerjaanku sekarang berada di bidang retail tetapi sama aja, kita sama - sama harus self distancing dengan menghindari keramaian termasuk nongkrong di cafe.


Terakhir aku meeting diluar itu disini gaes. Tempatnya senyaman namanya "Library Cafe" konsepnya yang pasti seperti perpustakaan yang memiliki beberapa rak buk dan buku yang tersusun rapi. Ada dinding dengan tempelan buku-buku yang memanjang sebagai ornamen di cafe ini.



Ini baru pertama kalinya kesini. Tempatnya cukup cozy untuk berlama-lama meeting dan tidak terlalu ramai karena space cafenya cukup luas.



Menu makanan dan minuman juga sangat variatif dan menarik namun aku belum sama sekali mencoba makanan yang lain selain snack dan minuman karena waktu itu aku pikir akan kembali lagi ketika akan mengerjakan skripsi atau menulis blog di cafe ini. 

Terdapat menu steak yang ku baca dari beberapa review yang katanya enak dan menu vegetarian. Aku sempat melihat di buku menu juga terdapat fruit smoothie yang makin menambah keinginan untuk balik dan mencoba beberapa menu yang lain.


Aku tertarik untuk masuk dan melihat ke dalam ternyata terdapat space ruangan yang berdekatan dengan rak buku. Menurutku cafe ini juga bisa dijadikan tempat berkumpul bersama keluarga karena selain tempat yang nyaman namun suasana di cafe ini terasa teduh untuk bercengkrama bersama keluarga karena lokasinya di samping hutan malabar Kota Malang.

Range harga makanan dan minuman start from Rp. 25,000 ya gaes. Bukan harga yang mahal untuk sekelas cafe yang unik, makanan yang enak dan tempat yang nyaman.
Baru terasa mahal jika sudah tanggal tua buat anak kosan yang masih menanggung beberapa cicilan.  hihi


Kalau mau coba menu makanan cafe ini selama WFH kamu bisa order via Gofood dan Grab karena ketika disana ada beberapa ojek online yang sedang menunggu order makanan dan minuman.

Berharap apa yang terjadi hari ini bisa segera berlalu, cafe - cafe yang sering kita kunjungi bisa mulai melayani customer kembali. Kita pun bisa bertemu, mengobrol dan beraktivitas di luar kembali. Semoga kedepannya kita bisa lebih menjaga alam seperti alam memberikan banyak hal kepada kita. Stay safe. Jaga kesehatan teman-teman ❤

Oh iyaa. Library Cafe berlokasi cukup strategis di dekat hutan malabar di Jalan Baluran No. 2, Oro-oro Dowo, Kec Klojen, Kota Malang. Next kita berkunjung kesini ya !