Friday, 7 August 2020

January : Thailand Trip Sebelum Covid19




Back in a while. I have never been imagined if flight will stop in 2020. There is no trip and travel this year but i just lucky can to finished a trip. Yeah ! My bucket list already check list at 11 January 2020. Here my stories before covid19. 

Hello, after done quarantine. Welcome at new normal life.
Cerita perjalanan kali ini tepat 6 bulan lalu dimana semua berjalan dengan normal tanpa hambatan dan pengecekan bandara yang ketat seperti saat ini. 

Sebelum berangkat ke thailand, in factnya aku sudah booking tiket pesawat bulan juni ditahun 2019. Jauh juga ya antara berangkat dan bookingnya :D 

Maklum, karena semua serba minim budget akhirnya booking jauh - jauh hari. Aku dapet tiket 2,400K Pergi ( Air Asia ) - Pulang ( Scoot ) ( Surabaya - Malaysia ( Transit ) - Thailand / Thailand - Singapore ( Transit ) - Surabaya ), kurang lebih begitu rutenya. Dari beberapa thread yang aku baca di twitter harga tiket segitu masih banyak yang lebih murah but worth it for taken sih ya karena aku berangkat dari Surabaya.

11 January 2020
Berangkat dari Juanda Internasional Airport Terminal 2 pukul 05.00 WIB aku putuskan berangkat tengah malam dari terminal Arjosari Malang, sambil nunggu pagi aku makan-ngopi dulu di MCD. Baru sadar ternyata susah juga pindah dari daerah Surabaya, kemana - mananya perlu perjuangan gaes apalagi kalau masih jomblo gini. Waaah sedapnya perjalanan kerasa banget capek ( sendirian) nya. *kode jodoh moga dibaca haha

Tapi jujur hal-hal kayak gini yang paling dikangenin dari perjalanan. Pas lagi sendirian, kita bertanggung jawab penuh untuk diri kita sendiri terus cari - cari kesibukan sambil nunggu waktu keberangkatan ntah dihabisin baca buku, browsing berita, baca review tempat wisata yang mau dikunjungin atau makan sekenyang-kenyangnya. Terpenting tempatnya memang aman buat sendirian. 

Tempat pertama aku kunjungi di Bangkok setelah landing di Bandara Don Mueng Bangkok adalah sebuah market yang pastinya terkenal banget di Bangkok. Yeah one and only is cathucak market, asli ini gak ada di itinerary karena aku sebenarnya cuma masukin list khao sand market yang paling dekat dengan homestay dan hanya perlu jalan kaki aja tetapi karena dekat bandara dan sudah menerima ajakan temen akhirnya kesini juga, lumayan lihat keramaian Bangkok.

Di cathucak pun gak beli apa - apa, cuma ngadem aja beli rujak mangga. Hari pertama belum kepikiran buat beli oleh - oleh karena belum menemukan excitednya belanja hahaha  Jadi buat pelajaran aja , kalau ke pasar atau belanja tuh di hari terakhir kamu liburan kecuali kamu emang punya niat liburan sambil jastip. Nah cathucak market ini menurutku hampir mirip CFD, bisa jadi pilihan kamu untuk belanja di Bangkok karena harganya relatif terjangkau. Hampir sama aja si kayak harga oleh - oleh di Indonesia tapi lumayan barangnya lucu-lucu juga. 

12 January 2020

Pagi - pagi kita sudah jalan kaki di sekitar homestay menuju Wat Pho. Awalnya masih tutup karena masih ada upacara tetapi kita tungguin dulu di cafe dekat War Pho sampai buka :D
Depan jalanan ini kalau siang sampai  malam itu jadi Khao Sand market yang ramai banget, pulang keliling dari Wat Pho dan jalan kaki muterin Bangkok. Malamnya kita nyoba kulineran di Khao sand market karena deket banget paling juga cuma 10 meter homestay :D 


Wat Pho Temple Bangkok
Wat Pho Temple Bangkok

Di khao sand market kita bisa lihat makanan ekstrim kalajengking goreng yang terkenal di Bangkok , aku nggak nyoba karena penampakannya nakutin dan serangga lainnya sudah geli aja liatnya bahkan nggak gefoto juga karena harus bayar 10 bath kalau mau foto aja. Everything is business yaa haha 

Btw kita menginap di Homestay Guest House Khao Sand just 300K for 2 Night. Jadi ya murah banget karena kemana - mananya selain deket ke Khao Sand market juga deket dengan temple-temple di Bangkok. Tempatnya bersih dan nyaman, yang paling berkesan ownernya ngasih catatan di kertas dengan tulisan tagalog buat kita pergi ke tempat wisata tujuan. Kertas itu tinggal kasih aja ke taksi yang nganterin jadi bikin argonya nggak mahal. Baik banget kan :D 


13 January 2020 
Hari selanjutnya kita coba jalan - jalan ke Wat Arun berbekal google map dan petunjuk temen tetapi akhirnya kertas tulisan petunjuk dari owner homestay lebih simple banget sih, kita langsung aja kasih kertasnya ke driver taksi, langsung deh kita diantar ke tempat penyebrangan perahu menuju Wat Arun temple di Tien-tien market. 


Nih bangunan Wat Arun super gede banget mirip candi prambanan, kamu juga bisa naik - naik  ke atas. Tiket masuknya 50 bath tetapi dari depan aja kalian sudah bisa kok ngliatin candi ini dan foto - foto didepannya. 



Pulang dari Wat Arun kita jalan kaki keliling sekitar pasar tien-tien cari oleh - oleh karena emang deket dan banyak yang jual apalagi harganya juga lumayan murah. Yang paling ingat aku beli pengharum ruangan sekitar 6 pcs karena emang wangi dan bentuknya unik. Ada bentuk bunga, kelapa, lemon, semangka dan masih banyak lagi. Selebihnya kita nikmatin jalan di bangkok aja sambil kulineran di Jalan. Meskipun liburan di Bangkok kali ini banyak yang keluar dari itinerary but it's okay karena dimana-mana yang namanya traveling pasti ada miss dan melencengnya tapi disitu letak keseruan dan kekesalannya dicampur jadi satu. hihi 

Kalau mau berpergian, sabar dulu yaa ! tunggu pandemi berakhir atau terapin protokol new normal sebaik mungkin. Jaga kesehatan kamu, see you in other trip gaes ! 

Tuesday, 7 April 2020

Cafe Sekaligus Perpustakaan di Malang

Work From Home yang sudah memasuki lebih dari 14 hari bagi para pekerja yang sering menghabiskan waktunya di kantor lalu selepas pulang masih mampir nongki bareng teman kantor di cafe.

Cafe juga jadi tempat pilihan ketika bosan meeting di kantor apalagi freelancer yang kadang bosan kalau cuma kerja di co-working space atau di rumah aja.

Btw, aku sama sekali tidak WFH karena pekerjaanku sekarang berada di bidang retail tetapi sama aja, kita sama - sama harus self distancing dengan menghindari keramaian termasuk nongkrong di cafe.


Terakhir aku meeting diluar itu disini gaes. Tempatnya senyaman namanya "Library Cafe" konsepnya yang pasti seperti perpustakaan yang memiliki beberapa rak buk dan buku yang tersusun rapi. Ada dinding dengan tempelan buku-buku yang memanjang sebagai ornamen di cafe ini.



Ini baru pertama kalinya kesini. Tempatnya cukup cozy untuk berlama-lama meeting dan tidak terlalu ramai karena space cafenya cukup luas.



Menu makanan dan minuman juga sangat variatif dan menarik namun aku belum sama sekali mencoba makanan yang lain selain snack dan minuman karena waktu itu aku pikir akan kembali lagi ketika akan mengerjakan skripsi atau menulis blog di cafe ini. 

Terdapat menu steak yang ku baca dari beberapa review yang katanya enak dan menu vegetarian. Aku sempat melihat di buku menu juga terdapat fruit smoothie yang makin menambah keinginan untuk balik dan mencoba beberapa menu yang lain.


Aku tertarik untuk masuk dan melihat ke dalam ternyata terdapat space ruangan yang berdekatan dengan rak buku. Menurutku cafe ini juga bisa dijadikan tempat berkumpul bersama keluarga karena selain tempat yang nyaman namun suasana di cafe ini terasa teduh untuk bercengkrama bersama keluarga karena lokasinya di samping hutan malabar Kota Malang.

Range harga makanan dan minuman start from Rp. 25,000 ya gaes. Bukan harga yang mahal untuk sekelas cafe yang unik, makanan yang enak dan tempat yang nyaman.
Baru terasa mahal jika sudah tanggal tua buat anak kosan yang masih menanggung beberapa cicilan.  hihi


Kalau mau coba menu makanan cafe ini selama WFH kamu bisa order via Gofood dan Grab karena ketika disana ada beberapa ojek online yang sedang menunggu order makanan dan minuman.

Berharap apa yang terjadi hari ini bisa segera berlalu, cafe - cafe yang sering kita kunjungi bisa mulai melayani customer kembali. Kita pun bisa bertemu, mengobrol dan beraktivitas di luar kembali. Semoga kedepannya kita bisa lebih menjaga alam seperti alam memberikan banyak hal kepada kita. Stay safe. Jaga kesehatan teman-teman ❤

Oh iyaa. Library Cafe berlokasi cukup strategis di dekat hutan malabar di Jalan Baluran No. 2, Oro-oro Dowo, Kec Klojen, Kota Malang. Next kita berkunjung kesini ya !


Monday, 17 February 2020

Street Food di Bangkok


Hello !
Kurang afdol rasanya kalau mengunjungi suatu Kota nggak coba kulinernya. Aku mau share jajanan apa aja yang akan sering kamu temui ketika kamu jalan-jalan di Bangkok.

Ini dia beberapa makanan dan minuman yang sering aku lihat selama di Bangkok. Jajanan ini aku beli random di pinggir jalan karena menggugah selera buat di icipin ketika aku nggak sengaja lihat hehe

Yang pertama. Thai tea, sepertinya sudah tidak asing lagi untuk minuman yang satu ini karena  sudah banyak penjual di Indonesia dengan berbagai brand minuman.


Segar banget ya ternyata minum thai tea langsung di cuaca panasnya Bangkok. Manis dan rasa tehnya otentik sekali. Apalagi diracik secara manual oleh penjualnya langsung. Hampir setiap hari beli thai tea di beda tempat dan rasanya daebak ... enak banget euy ! 

Harga thai tea : 30 Bath.

Kedua, nggak jauh dari yang segar-segar aku menemukan ice cream di ruko pinggir jalan ketika sedang jalan kaki disekitar thian-thian market. 


Ice creamnya punya banyak pilihan rasa buah. Hari itu kita berdua mencoba rasa buah mangga dan durian karena di Bangkok kamu akan sering menemukan dua buah ini. Jadi kenapa nggak nyobain ice creamnya juga 😂

Ice cream : 30 bath


Nah ini dia mangga yang kita obrolin. Hampir tiap hari beli buah-buahan di abang pinggir jalan. Ntah kenapa segar sekali ketika panas di Bangkok beli buah ditambah dimana-mana pasti banyak yang jualan buah. Persis sama di Indonesia, cuma bedanya kalau di Bangkok porsinya banyak banget. Pas ngelihat otomatis aja gitu berhenti buat beli. 




Beli jambu biji karena tergoda ketika penjualnya lagi ngupas jambu biji satu ini. Jadilah tiap hari terasa lebih sehat di Bangkok.


Yang nggak kalah ngecesnya tuh pas lihat penjual rujak yang ramai pembeli. Akhirnya ikutan antri juga deh buat seporsi rujak mangga dan jambu air 😁

Buah : 20 - 60 Bath


Next jajanan yang aku coba , semacam serabi imut. Benar-benar mirip serabi tapi nggak pakai kuah gula santannya. Beli ini karena yang jual tepat di depan Seven Eleven. Yaudah dari pada penasaran kebeli juga si serabi.

Harga serabi imut : 20 Bath

Nah ini dia yang menurutku paling unik, nasi goreng tomyam. Rasa tomyam otentik thailand sekali dengan rasa asam dan pedas. Boleh juga idenya, biasanya tomyam dalam bentuk kuah tetapi kali ini dalam bentuk nasi goreng. 


Nemuin makanan satu ini di family mart, sehabis jalan kaki di sekitar sukhumvit lalu mampir ke family mart dan melihat nasi goreng ini. Sungguh pengalaman kuliner yang luar biasa dari sepiring nasi goreng tomyam dan rasanya masih teringat sampai hari ini. kwk

Harga Nasi Goreng Tomyam : 35 Bath


Yang terakhir, ini sudah pernah ku ceritakan di cerita sebelumny. Aku membeli ini di Khaosand night marker karena terlalu sukanya aku sama risoles, martabak, lumpia, dimsum dan  teman-temannya yang berkulit.  Gak worry beli karena memang veggie rissoles. Aman banget buat kamu yang emang vegetarian atau nggak suka daging. 

Harga Veggie Rissoles : 40 bath

Oh yaa. Jangan tanya jajanan ekstrimnya mana seperti kalajengking dan hewan-hewan kecil lain. Ngliatnya aja deg-degan geli euy. Mau foto makanan ekstrimnya aja harus bayar juga. Di tiap night market di Bangkok pasti ada kok. Silahkan kamu coba sendiri ya kalau penasaran ! 😂