Monday, 17 February 2020

Jalan Kaki Kulineran Street Food Thailand


Hello !
Kurang afdol rasanya kalau mengunjungi suatu Kota nggak coba kulinernya. Aku mau share jajanan apa aja yang akan sering kamu temui ketika kamu jalan-jalan di Bangkok.

Ini dia beberapa makanan dan minuman yang sering aku lihat selama di Bangkok. Jajanan ini aku beli random di pinggir jalan karena menggugah selera buat di icipin ketika aku nggak sengaja lihat hehe

Yang pertama. Thai tea, sepertinya sudah tidak asing lagi untuk minuman yang satu ini karena  sudah banyak penjual di Indonesia dengan berbagai brand minuman.


Segar banget ya ternyata minum thai tea langsung di cuaca panasnya Bangkok. Manis dan rasa tehnya otentik sekali. Apalagi diracik secara manual oleh penjualnya langsung. Hampir setiap hari beli thai tea di beda tempat dan rasanya daebak ... enak banget euy ! 

Harga thai tea : 30 Bath.

Kedua, nggak jauh dari yang segar-segar aku menemukan ice cream di ruko pinggir jalan ketika sedang jalan kaki disekitar thian-thian market. 


Ice creamnya punya banyak pilihan rasa buah. Hari itu kita berdua mencoba rasa buah mangga dan durian karena di Bangkok kamu akan sering menemukan dua buah ini. Jadi kenapa nggak nyobain ice creamnya juga 😂

Ice cream : 30 bath


Nah ini dia mangga yang kita obrolin. Hampir tiap hari beli buah-buahan di abang pinggir jalan. Ntah kenapa segar sekali ketika panas di Bangkok beli buah ditambah dimana-mana pasti banyak yang jualan buah. Persis sama di Indonesia, cuma bedanya kalau di Bangkok porsinya banyak banget. Pas ngelihat otomatis aja gitu berhenti buat beli. 




Beli jambu biji karena tergoda ketika penjualnya lagi ngupas jambu biji satu ini. Jadilah tiap hari terasa lebih sehat di Bangkok.


Yang nggak kalah ngecesnya tuh pas lihat penjual rujak yang ramai pembeli. Akhirnya ikutan antri juga deh buat seporsi rujak mangga dan jambu air 😁

Buah : 20 - 60 Bath


Next jajanan yang aku coba , semacam serabi imut. Benar-benar mirip serabi tapi nggak pakai kuah gula santannya. Beli ini karena yang jual tepat di depan Seven Eleven. Yaudah dari pada penasaran kebeli juga si serabi.

Harga serabi imut : 20 Bath

Nah ini dia yang menurutku paling unik, nasi goreng tomyam. Rasa tomyam otentik thailand sekali dengan rasa asam dan pedas. Boleh juga idenya, biasanya tomyam dalam bentuk kuah tetapi kali ini dalam bentuk nasi goreng. 


Nemuin makanan satu ini di family mart, sehabis jalan kaki di sekitar sukhumvit lalu mampir ke family mart dan melihat nasi goreng ini. Sungguh pengalaman kuliner yang luar biasa dari sepiring nasi goreng tomyam dan rasanya masih teringat sampai hari ini. kwk

Harga Nasi Goreng Tomyam : 35 Bath


Yang terakhir, ini sudah pernah ku ceritakan di cerita sebelumny. Aku membeli ini di Khaosand night marker karena terlalu sukanya aku sama risoles, martabak, lumpia, dimsum dan  teman-temannya yang berkulit.  Gak worry beli karena memang veggie rissoles. Aman banget buat kamu yang emang vegetarian atau nggak suka daging. 

Harga Veggie Rissoles : 40 bath

Oh yaa. Jangan tanya jajanan ekstrimnya mana seperti kalajengking dan hewan-hewan kecil lain. Ngliatnya aja deg-degan geli euy. Mau foto makanan ekstrimnya aja harus bayar juga. Di tiap night market di Bangkok pasti ada kok. Silahkan kamu coba sendiri ya kalau penasaran ! 😂

Friday, 14 February 2020

Quotes of The Day



"Bentuk mengikhlaskan sesuatu adalah tidak mengharapkan apa-apa dari apa yang dilakukan. Seperti hari ini, hanya menanyakan teman sedang berada dimana kemudian tidak sengaja bertemu ditempat yang sama tanpa janjian" - Quotes of The Day 

Thursday, 13 February 2020

KOPI LAGI



Dikit-dikit minum kopi. Bangun pagi minum kopi. Mau kerja minum kopi. Di kantor minum kopi. Kumpul sama temen di kedai kopi. Sekarang ini kopi hampir mirip barang primer yang ada dimana-mana bahkan jalan semeter aja sudah ketemu es kopi.

Tak heran jika dimana-mana ada kopi karena Indonesia sendiri mencatat produksi biji kopi sekitar 720.000 ton pada tahun 2019. Ditambah menjadi negara keempat terbesar dalam produksi kopi dan menyumbang 8% dari total produksi kopi di dunia.

Sesuai iklim tropisnya, Indonesia memiliki 2 jenis kopi. Pasti kamu sudah tahukan jenisnya apaan? Yaps. Arabika dan robusta menjadi 2 jenis kopi andalan dari Indonesia.

Meskipun Indonesia menjadi negara keempat terbesar dalam hal produksi kopi. Ada hal menarik yang disampaikan Andanu Prasetyo sebagai owner kopi tuku, yang paling aku ingat ketika Mas Tyo cerita tentang awal mula buka usaha kopi tuku. Ia harus berulang kali riset hingga akhirnya menemukan resep kopi yang disukai oleh masyarakat di sekitar cipete yaitu campuran kopi, susu, gula dan es. Awal mula usahanya pun karena ingin meningkatkan konsumsi kopi orang indonesia yang katanya masih tergolong rendah. Jadi produksi kopi yang tinggi bukan berarti konsumsi masyarakatnya pun tinggi.

Yang kita tahu makin lama kopi kekinian di berbagai kota kian menjamur. Dari inspigo yang pernah ku dengar, Mas Tyo juga menyarankan generasi anak muda sekarang ini harusnya bisa berkolaborasi langsung dengan petani dalam hal produksi kopi bukan lagi memasarkan kopi dengan buka cafe, kedai atau outlet es kopi yang sudah sangat banyak pesaingnya.

Ketika permintaan naik tetapi produksi masih tetap sama, disanalah tentunya terdapat peluang. Sudah waktunya anak muda mulai berani terjun ke bawah untuk bisnis produksi biji kopi yang berkualitas untuk ikut mensupport permintaan kopi di Indonesia maupun dunia yang setiap harinya terus meningkat.  Cmiw

---
Btw. Serius amat ngomongin kopi 😂