Monday, 29 July 2019

Ibu Muda Melek Investasi SBN !



Bagi saya yang sudah masuk a quarter life  dan akan segera menikah pastinya suatu hari nanti akan menjadi Ibu muda  yang menemui banyak tantangan dalam mengurus kebutuhan rumah tangga. Menjadi ibu pastinya tidak jauh dari soal mengatur dan menata keuangan keluarga, dimana ibu adalah perencana keuangan yang tepat sesuai ilmu dan pengalaman yang dimiliki. 

“ Lu kan belum nikah apaan sih palingan kebutuhan lu, sini gue pinjem duitnya” ujar gurauan teman yang sudah berkeluarga dan ingin meminjam uang. Dari percakapan tersebut saya tersadar, ternyata mengatur keuangan bukan hal yang mudah bagi keluarga muda yang baru saja menikah. Ketidaksiapan akan finansial baru saja dirasakan ketika benar-benar harus mandiri tanpa bantuan keluarga. Tabungan dana darurat belum terkumpul namun sudah dikejar kebutuhan sehari-hari yang terus berjalan dan makin bertambah setiap harinya. Berbicara investasi pun dianggap berlebihan bagi keluarga muda yang belum siap akan finansial mereka, tak jarang usia pernikahan yang muda tak berimbang dengan tekanan keuangan yang muncul akibat memenuhi kebutuhan sosial dan gaya hidup.



Data yang di peroleh dari Badan  Peradilan Agama Mahkamah Agung ( MA) menyebutkan dari 285.184 perkara perceraian sebanyak 67.891 kasus karena masalah ekonomi. Faktor ekonomi terkait erat dengan kesiapan calon pasangan muda untuk bertanggung jawab secara ekonomi sehingga memberikan pemahaman dan kesadaran kepada remaja dalam merencanakan keuangan keluarga sangatlah penting untuk meminimalisir perceraian serta bagaimana meningkatkan kesejahteraan keluarga dimulai dari fondasi dasar untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga yang dapat dicapai melalui kondisi ekonomi yang baik.
 
Melihat dari kasus tersebut banyak sekali produk jasa yang berlomba – lomba menawarkan perencanaan keuangan yang menyasar pasangan muda dengan dalih meringankan dan mensejahterakan keluarga muda di masa yang akan datang mulai dari produk asuransi pendidikan anak, tabungan berjangka, deposito hingga investasi. 

Banyak masyarakat yang minim pengetahuan keuangan memilih salah satu dari penawaran yang ada tentunya memerlukan banyak pertimbangan apalagi rasa was- was akan penipuan investasi bodong yang marak terjadi membuat banyak orang lebih yakin hanya menabungkan uangnya di bank. Alih – alih menabung di bank ternyata masih banyak pasangan muda yang lebih memilih ikut arisan disekitar tempat tinggal atau kantornya sebagai pengeluaran dana setiap bulan  yang mereka anggap sebagai tabungan. 

Disinilah peranan Ibu muda yang kreatif didalam keluarga sangatlah penting dalam perencanaan keuangan dan mengedukasi sekitarnya untuk melek investasi yang aman dan terjamin oleh Negara. Ibu adalah perencana keuangan yang tepat sesuai ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Sebuah nasihat dari ibu saya “Kamu adalah pahlawan terbaik untuk keuangan kamu sendiri dan keluargamu nanti ”

Ibu memiliki karakter keberanian, rela berkorban dan membela kebenaran. Semua karakter dasar itu berada dalam diri perempuan dengan sebutan ibu. Sikap berani berarti pantang menyerah, sekalipun aral melintang yang di hadapi cukup berat, namun orang yang memiliki keberanian akan selalu berpikir mencari solusi bagi setiap masalah dan rela berkorban berarti bersedia dengan ikhlas memberikan tenaga harta atau pemikiran untuk kepentingan orang lain maupun masyarakat, bangsa dan negara. Ditambah sikap Ibu muda yang kreatif dan selalu ingin tahu dalam mendapatkan berbagai informasi terbaru didukung oleh circle maupun media sosial saat ini sehingga peranan ibu muda sebagai influencer sekelilingnya untuk berinvestasi patut diberikan suatu kepercayaan dan apresiasi.



Para ibu muda menjadi salah satu pahlawan negara karena ikut berperan dalam investasi Surat Berharga Negara. Mereka sudah berpikir untuk menyimpan kebutuhan anak kelak dan jaminan hari tuanya dalam bentuk SBN artinya pula para ibu muda ini ikut berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan negara dan ikut andil dalam pertumbuhan ekonomi serta dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap investor asing. Tak hanya itu menurut survey yang saya lakukan para ibu muda mengutarakan jika investasi Surat Berharga Negara adalah satu cara dalam pengelolaan resiko inflansi yang terus meningkat, apabila hanya mengandalkan dari menabung saja tentunya tidak akan mampu mengejar inflasi yang tingkatannya lebih cepat dari bunga tabungan.

Melakukan perubahan di masyarakat memang terkesan sulit dan tidak semua orang terpanggil untuk menjadi agen of change. Untuk itu edukasi pentingnya investasi kepada masyarakat sekitar perlu dimulai dari diri sendiri, didalam keluarga dan membagikan informasi kepada sekitar baik melalui media sosial ataupun pertemuan langsung. Usaha ini sudah saya lakukan dengan membagikan informasi seputar investasi Surat Berharga Negara dan menerima tanya jawab serta bertukar pikiran dengan para ibu di lingkungan kampus, kantor, pertemanan dan tempat tinggal saya yang ingin mempelajari investasi yang aman dan dijamin oleh negara. Kita juga perlu menanamkan mindset di masyarakat jika investasi yang aman tidak memberikan iming-iming hasil yang tinggi dalam waktu yang cepat. 

Nantinya saya berharap bisa melakukan edukasi dan motivasi langsung kepada para ibu rumah tangga maupun Usaha Mikro Kecil Menengah tidak hanya bagaimana mengatur keuangan dan menggerakkan ekonomi namun kesadaran menabung dan menjadi pahlawan negara dalam kemajuan bangsa serta menciptakan budaya investasi sejak dini sehingga berkurangnya tekanan ekonomi didalam sebuah keluarga.

Investasi SBN juga salah satu cara dalam pengelolaan resiko keuangan didalam sebuah keluarga sehingga dengan adanya investasi menguntungkan, aman dan terjamin yang diatur dalam UU APBN dan UU Nomor 24 tahun 2002 tentang Surat Berharga Negara dengan tingkat keuntungan diatas bunga deposito +/- 6% per tahun diharapkan lebih banyak keluarga dan ibu muda yang tertarik mengatur keuangan keluarga melalui investasi yang dikelola negara sehingga hasil investasi yang aman bisa dirasakan untuk masa depan kita semua.

Pada tahun ini DJJPPR kementerian keuangan sudah meluncurkan 7 jenis Surat Berharga Negara yang terdiri dari SBR, SR, ST dan ORI yang dapat dimiliki oleh semua kalangan masyarakat hanya dengan minimal Pembelian Rp 1,000,000. Jangka waktu investasi ditetapkan selama 2 tahun namun dapat dilakukan pencairan 50% dari total kepemilikan 1 tahun setelah Pembelian. Pembelian bisa kamu beli dengan mudah baik secara online melalui bank, perusahaan efek, fintech peer to peer lending dan perusahaan efek khusus serta mitra lainnya yang sudah bekerjasama dengan pemerintah. Yuk ikuti perjuangan ibu muda pahlawan negara dengan investasi SBN sekarang juga !