Tuesday, 7 April 2020

Cafe Sekaligus Perpustakaan di Malang

Work From Home yang sudah memasuki lebih dari 14 hari bagi para pekerja yang sering menghabiskan waktunya di kantor lalu selepas pulang masih mampir nongki bareng teman kantor di cafe.

Cafe juga jadi tempat pilihan ketika bosan meeting di kantor apalagi freelancer yang kadang bosan kalau cuma kerja di co-working space atau di rumah aja.

Btw, aku sama sekali tidak WFH karena pekerjaanku sekarang berada di bidang retail tetapi sama aja, kita sama - sama harus self distancing dengan menghindari keramaian termasuk nongkrong di cafe.


Terakhir aku meeting diluar itu disini gaes. Tempatnya senyaman namanya "Library Cafe" konsepnya yang pasti seperti perpustakaan yang memiliki beberapa rak buk dan buku yang tersusun rapi. Ada dinding dengan tempelan buku-buku yang memanjang sebagai ornamen di cafe ini.



Ini baru pertama kalinya kesini. Tempatnya cukup cozy untuk berlama-lama meeting dan tidak terlalu ramai karena space cafenya cukup luas.



Menu makanan dan minuman juga sangat variatif dan menarik namun aku belum sama sekali mencoba makanan yang lain selain snack dan minuman karena waktu itu aku pikir akan kembali lagi ketika akan mengerjakan skripsi atau menulis blog di cafe ini. 

Terdapat menu steak yang ku baca dari beberapa review yang katanya enak dan menu vegetarian. Aku sempat melihat di buku menu juga terdapat fruit smoothie yang makin menambah keinginan untuk balik dan mencoba beberapa menu yang lain.


Aku tertarik untuk masuk dan melihat ke dalam ternyata terdapat space ruangan yang berdekatan dengan rak buku. Menurutku cafe ini juga bisa dijadikan tempat berkumpul bersama keluarga karena selain tempat yang nyaman namun suasana di cafe ini terasa teduh untuk bercengkrama bersama keluarga karena lokasinya di samping hutan malabar Kota Malang.

Range harga makanan dan minuman start from Rp. 25,000 ya gaes. Bukan harga yang mahal untuk sekelas cafe yang unik, makanan yang enak dan tempat yang nyaman.
Baru terasa mahal jika sudah tanggal tua buat anak kosan yang masih menanggung beberapa cicilan.  hihi


Kalau mau coba menu makanan cafe ini selama WFH kamu bisa order via Gofood dan Grab karena ketika disana ada beberapa ojek online yang sedang menunggu order makanan dan minuman.

Berharap apa yang terjadi hari ini bisa segera berlalu, cafe - cafe yang sering kita kunjungi bisa mulai melayani customer kembali. Kita pun bisa bertemu, mengobrol dan beraktivitas di luar kembali. Semoga kedepannya kita bisa lebih menjaga alam seperti alam memberikan banyak hal kepada kita. Stay safe. Jaga kesehatan teman-teman ❤

Oh iyaa. Library Cafe berlokasi cukup strategis di dekat hutan malabar di Jalan Baluran No. 2, Oro-oro Dowo, Kec Klojen, Kota Malang. Next kita berkunjung kesini ya !


Monday, 17 February 2020

Street Food di Bangkok


Hello !
Kurang afdol rasanya kalau mengunjungi suatu Kota nggak coba kulinernya. Aku mau share jajanan apa aja yang akan sering kamu temui ketika kamu jalan-jalan di Bangkok.

Ini dia beberapa makanan dan minuman yang sering aku lihat selama di Bangkok. Jajanan ini aku beli random di pinggir jalan karena menggugah selera buat di icipin ketika aku nggak sengaja lihat hehe

Yang pertama. Thai tea, sepertinya sudah tidak asing lagi untuk minuman yang satu ini karena  sudah banyak penjual di Indonesia dengan berbagai brand minuman.


Segar banget ya ternyata minum thai tea langsung di cuaca panasnya Bangkok. Manis dan rasa tehnya otentik sekali. Apalagi diracik secara manual oleh penjualnya langsung. Hampir setiap hari beli thai tea di beda tempat dan rasanya daebak ... enak banget euy ! 

Harga thai tea : 30 Bath.

Kedua, nggak jauh dari yang segar-segar aku menemukan ice cream di ruko pinggir jalan ketika sedang jalan kaki disekitar thian-thian market. 


Ice creamnya punya banyak pilihan rasa buah. Hari itu kita berdua mencoba rasa buah mangga dan durian karena di Bangkok kamu akan sering menemukan dua buah ini. Jadi kenapa nggak nyobain ice creamnya juga 😂

Ice cream : 30 bath


Nah ini dia mangga yang kita obrolin. Hampir tiap hari beli buah-buahan di abang pinggir jalan. Ntah kenapa segar sekali ketika panas di Bangkok beli buah ditambah dimana-mana pasti banyak yang jualan buah. Persis sama di Indonesia, cuma bedanya kalau di Bangkok porsinya banyak banget. Pas ngelihat otomatis aja gitu berhenti buat beli. 




Beli jambu biji karena tergoda ketika penjualnya lagi ngupas jambu biji satu ini. Jadilah tiap hari terasa lebih sehat di Bangkok.


Yang nggak kalah ngecesnya tuh pas lihat penjual rujak yang ramai pembeli. Akhirnya ikutan antri juga deh buat seporsi rujak mangga dan jambu air 😁

Buah : 20 - 60 Bath


Next jajanan yang aku coba , semacam serabi imut. Benar-benar mirip serabi tapi nggak pakai kuah gula santannya. Beli ini karena yang jual tepat di depan Seven Eleven. Yaudah dari pada penasaran kebeli juga si serabi.

Harga serabi imut : 20 Bath

Nah ini dia yang menurutku paling unik, nasi goreng tomyam. Rasa tomyam otentik thailand sekali dengan rasa asam dan pedas. Boleh juga idenya, biasanya tomyam dalam bentuk kuah tetapi kali ini dalam bentuk nasi goreng. 


Nemuin makanan satu ini di family mart, sehabis jalan kaki di sekitar sukhumvit lalu mampir ke family mart dan melihat nasi goreng ini. Sungguh pengalaman kuliner yang luar biasa dari sepiring nasi goreng tomyam dan rasanya masih teringat sampai hari ini. kwk

Harga Nasi Goreng Tomyam : 35 Bath


Yang terakhir, ini sudah pernah ku ceritakan di cerita sebelumny. Aku membeli ini di Khaosand night marker karena terlalu sukanya aku sama risoles, martabak, lumpia, dimsum dan  teman-temannya yang berkulit.  Gak worry beli karena memang veggie rissoles. Aman banget buat kamu yang emang vegetarian atau nggak suka daging. 

Harga Veggie Rissoles : 40 bath

Oh yaa. Jangan tanya jajanan ekstrimnya mana seperti kalajengking dan hewan-hewan kecil lain. Ngliatnya aja deg-degan geli euy. Mau foto makanan ekstrimnya aja harus bayar juga. Di tiap night market di Bangkok pasti ada kok. Silahkan kamu coba sendiri ya kalau penasaran ! 😂

Friday, 14 February 2020

Quotes of The Day



"Bentuk mengikhlaskan sesuatu adalah tidak mengharapkan apa-apa dari apa yang dilakukan. Seperti hari ini, hanya menanyakan teman sedang berada dimana kemudian tidak sengaja bertemu ditempat yang sama tanpa janjian" - Quotes of The Day 

Thursday, 13 February 2020

KOPI LAGI



Dikit-dikit minum kopi. Bangun pagi minum kopi. Mau kerja minum kopi. Di kantor minum kopi. Kumpul sama temen di kedai kopi. Sekarang ini kopi hampir mirip barang primer yang ada dimana-mana bahkan jalan semeter aja sudah ketemu es kopi.

Tak heran jika dimana-mana ada kopi karena Indonesia sendiri mencatat produksi biji kopi sekitar 720.000 ton pada tahun 2019. Ditambah menjadi negara keempat terbesar dalam produksi kopi dan menyumbang 8% dari total produksi kopi di dunia.

Sesuai iklim tropisnya, Indonesia memiliki 2 jenis kopi. Pasti kamu sudah tahukan jenisnya apaan? Yaps. Arabika dan robusta menjadi 2 jenis kopi andalan dari Indonesia.

Meskipun Indonesia menjadi negara keempat terbesar dalam hal produksi kopi. Ada hal menarik yang disampaikan Andanu Prasetyo sebagai owner kopi tuku, yang paling aku ingat ketika Mas Tyo cerita tentang awal mula buka usaha kopi tuku. Ia harus berulang kali riset hingga akhirnya menemukan resep kopi yang disukai oleh masyarakat di sekitar cipete yaitu campuran kopi, susu, gula dan es. Awal mula usahanya pun karena ingin meningkatkan konsumsi kopi orang indonesia yang katanya masih tergolong rendah. Jadi produksi kopi yang tinggi bukan berarti konsumsi masyarakatnya pun tinggi.

Yang kita tahu makin lama kopi kekinian di berbagai kota kian menjamur. Dari inspigo yang pernah ku dengar, Mas Tyo juga menyarankan generasi anak muda sekarang ini harusnya bisa berkolaborasi langsung dengan petani dalam hal produksi kopi bukan lagi memasarkan kopi dengan buka cafe, kedai atau outlet es kopi yang sudah sangat banyak pesaingnya.

Ketika permintaan naik tetapi produksi masih tetap sama, disanalah tentunya terdapat peluang. Sudah waktunya anak muda mulai berani terjun ke bawah untuk bisnis produksi biji kopi yang berkualitas untuk ikut mensupport permintaan kopi di Indonesia maupun dunia yang setiap harinya terus meningkat.  Cmiw

---
Btw. Serius amat ngomongin kopi 😂

Wednesday, 12 February 2020

Mantra Menjaga Diri Sendiri





Tenangkan hati

Semua ini bukan salahmu
Jangan berhenti
Yang kau takutkan takkan terjadi

Yang dicari, hilang

Yang dikejar, lari
Yang ditunggu
Yang diharap
Biarkanlah semesta bekerja
Untukmu.

Tidak lengkap jika 30 Hari Bercerita gak ada sesi curhatnya.
Aku mulai sering mendengarkan album mantra-mantra di tahun lalu setelah seorang teman mengirimkan banyak lagu dari Mas Kunto Aji melalui whatsaap karena saat itu sedang galau-galaunya. Wehehe 😂
"Mba kik coba deh dengerin" chatnya.
Lalu aku mulai play album setiap malam di kosan sebelum tidur.  Setelah itu aku juga sering mendengarkan seharian di kantor sampai pulang. Intinya di bulan-bulan itu datang ke kantor - duduk - play album mantra - mantra.
Belum merasa bosan kemudian aku iseng browsing jadwal tour konser Mas Kunto Aji. Suprisely, tepat di minggu itu ada konser di Malang. Nggak pakai pikir panjang langsung check out tiket konser mumpung ada kesempatan nonton langsung ! *deg-degan*
Akhirnya di minggu itu aku memutuskan tidak jadi ikut ajakan temanku untuk pergi ke Blitar dan Jogja karena lebih memilih ke Malang buat nonton konser Mas Kunto Aji. Hehe 

"Apa yang aku suka dari album mantra - mantra Mas Kunto Aji ?"
Makna liriknya yang dalam dan masuk ke relung-relung yang sedang kosong *aciaap*
Apalagi saat mendengarkan live rasanya seperti lagunya memahami keadaan bukan karena lagi kecanduan musik yang lagi hype atau sok ngindie tetapi liriknya memang bisa sebagai refleksi sekaligus self healing. Bisa berbeda dengan yang kamu rasakan karena pasti persepsi tiap orang beda menikmati lirik dan musik apalagi dalam keadaan yang berbeda pula.
Dari lirik-lirik lagu di album ini aku banyak menyadari jika.
Kadang kita hanya butuh berhenti dan istirahat mengejar sesuatu. Kadang juga kita terlalu menyalahkan diri sendiri akan sesuatu yang terjadi di luar kendali kita bahkan kadang pula kita terus mencari jawaban dan memaksa segala sesuatu terjadi sesuai ekspektasi hingga kita lupa menjaga pikiran dan diri kita sendiri. 
"Coba kita lepas satu-satu ya. Yang kamu cari, yang kamu kejar, yang kamu tunggu bahkan yang kamu harap sekalipun biar suatu hari semesta yang bekerja untukmu"
Ada lagi, satu paragraf lirik lagu Bungsu dari album mantra-mantra yang bisa menjadi pengingat dikala kamu sedang belajar untuk ikhlas. 
Cukupkanlah ikatanmu
Relakanlah yang tak seharusnya untukmu
Sebelum kau menjaga
Merawat melindungi segala yang berarti
Yang sebaiknya kau jaga
Adalah dirimu sendiri.
----
Ngonsernya sekali, tetapi ingatnya berkali-kali.

Tuesday, 11 February 2020

House of Ramen : Moshi - Moshi Ramen Malang



Moshi-moshi ramen satu ini mungkin sudah cukup terkenal bagi penikmatnya apalagi untuk para penikmat ramen di Kota Malang. 

Jika dilihat dari foto jalan trotoarnya mungkin kamu akan ingat deretan kios dan warung makanan di sepanjang Jalan Kawi Atas. 


Sebenarnya aku nggak ngerti citra rasa ramen yang enak menurut pakar peramenan seperti apa. Tetapi karena aku suka apapun yang berhubungan dengan mie jadilah si moshi-moshi ramen ini one of best food yang sering aku kunjungi ketika musim hujan. Porsinya cukup, harganya terjangka dan tidak mengecewakan. 




Disini juga ada shushi. Yang rasanya juga nggak kalah enaknya. Sayangnya fotonya yang ngga ada karena waktu terakhir kesini aku cuma pesan ramen aja :D


Kalau jauh dari Malang lagi, mungkin tempat ini salah satu yang akan aku kangenin karena menunya gak pernah gagal di lidahku. Yang awalnya cuma suka tradisional food jadi merambah ke ramen abis itu ke udon juga. Huhu

Terus kalau kesini minumnya sering order infused water biar pas keluar dari restonya berasa sehat, segar dan bugar jasmani rohani gitu. Hehe

Yaa..nggaklah. Lumayan segar di kantong karena bisa buat ramean.

"Makan ramen enaknya emang ramean"


Lokasi moshi-moshi ramen di Jalan Kawi Atas No. 10, Gading Kasri Kecamatan Klojen. Mulai buka pukul 11.00 - 21.00 WIB. Tersedia di Go-food dan Grabfood.


Saturday, 8 February 2020

Ngiler makanan



"Apa yang kamu bayangkan pertama kali waktu lihat gambar ini ?"

Kalau aku si ngiler, pengen nguyah lumpia yang crunchy ditambah sayuran kecambah, wortel dan irisan ayam didalamnya. Hmm apalagi ada semacam bumbu bawang putih dan bengkuang dioles di atas lumpia uwww... Enaaaak bangeeet !

"Kalau yang kamu pikirin lihat lumpia ini apa ?"

Iya, iya.. yang sering ke yogyakarta pasti hafal sama lumpia samijaya satu ini yang ramai pol di jalan Malioboro. Kalau kesini ya pasti harus sabar sama antriannya.

Tapi ternyata ada kok cabang yang nggak antri dan jarang orang tahu khususnya buat yang nggak tinggal di Jogja. Lokasinya di samping pas warung sop ayam Pak Min Klaten dekat jalan Malioboro, ternyata disitu ada gerobak lumpia samijaya juga dong. Seneng banget kan akhirnya kalau beli nggak pakai antri :)))

Mana bisa sekalian makan sop ayam Pak Min juga kan. Jogja berasa Malang waktu musim hujan mencari kehangatan gitu lo gaes. Double chicken winner enaknyaaa 😂

Udah ah. Cukup ngobrolin si lumpia Samijaya satu ini, bikin pengen tapi jauh kwk


Ehh.. ternyata ada yang lebih jauh lagi dan sama ngilernya. Kemarin waktu di Bangkok nemuin banyak banget yang jual veggie rissoles, kurang lebih rasanya sama seperti di Indonesia. Isinya sayuran kol dan wortel tapi yang bikin beda itu sausnya. Kalau di Bangkok sausnya tentu pakai saus yang sering kita sebut saus Bangkok karena ingetnya tulisan ini yang ada di botol salah satu brand saus. kwk

Dinamakan saus Bangkok mungkin juga karena tiap jajanan di thailand sausnya asam manis begitu *sotoy* . Tetapi ternyata saus bangkok emang cocok banget sama rissoles satu ini. Rissolesnya guwrih terus sausnya sweger. 

Inti dari cerita ini, setelah melihat foto lumpia atau rissoles dua ini. Aku sampai bilang Ibu untuk bikin lumpia atau rissoles sendiri di rumah. Mumpung Ibuku lagi suka-sukanya eksperimen ya mari kita buka-buka galeri foto dan request saja 😅



Bonus Foto

Friday, 7 February 2020

TEMAN DI DUNIA KERJA


Hari ini tepat 7 Februari 2020 jadi hari terakhir kita sekantor seoutlet. Aku ingin bercerita bagaimana rasanya ditinggalkan dan meninggalkan officemate alias gimana rasanya resign dan ditinggal resign lebih dulu.


Nah dalam dunia peresignan ini...

Setahun lalu, aku harus resign lebih dulu kemudian meninggalkan teman kerja di sebuah kota dan moment sepulang kerja. Kadang kangen juga gimana dulu seringnya makan di warung langganan, hangout ke mall awal bulan, naik motor bareng muterin jalan, nginep dan curhat dikosan hingga menghabiskan cuti bareng untuk kabur ke sebuah kota. Rasa-rasanya diawal memang  kehilangan tapi cepat terganti dengan hal dan challenge baru yang sudah jadi pilihan.

Lalu tahun ini aku merasakan hal yang terbalik bagaimana rasanya ditinggal resign padahal ini bukan pertama kali merasakan.

Bagaimana pun suasananya adaptasi di dunia kerja memang selalu harus cepat. Jangan samakan seperti kamu patah hati karena ditinggal seseorang lalu kamu berlama-lama tidak bisa move on, hal itu sama sekali tidak berlaku jika kamu sedang bekerja. Siapapun officematenya, se-enggak nyambungnya percakapan, tiap hari masih harus kerja. Bareng lagi. 

Dunia kerja memang keras karena kamu butuh uang tetapi kadang kamu juga butuh teman. Dilema 😂

Gak bisa dipungkiri. Officemate bisa jadi lebih dari teman kerja. Bayangin hampir 5x9 jam kita menyelesaikan masalah dan ngobrolin banyak hal. Mereka bisa jadi sahabat bahkan keluarga kedua, kamu sering terhibur bahkan sesekali bergantian menghibur.

Bagiku, punya sahabat di kantor itu berkah. Punya sahabat di kantor dan mereka bisa profesional itu yang bikin betah.

Balik lagi, namanya juga hidup. Selalu ada pilihan. Masa iya, officemate sekaligus sahabat kita memutuskan pilihan yang menurutnya lebih baik kita malah berkucil hati hanya karena takut ada yang hilang apalagi hingga tidak ingin beradaptasi dan menerima jika ada sosok officemate yang baru.


Makin tua sebenarnya kita akan semakin memahami jika manusia selalu punya pilihan dan keputusan penuh untuk dirinya sehingga ketika ada yang meninggalkan dan ditinggalkan lebih dulu di dunia kerja, kita akan lebih merasa siap dan cepat menerima hal baru.

Toh, sesungguhnya selalu ada kalimat bersliweran yang mengingatkan "Berteman di kantor itu secukupnya saja" petuah ini ternyata bukan karena kita takut tertikam tapi karena ternyata ditinggal teman resign itu benar-benar sedih adanya.

Akhir kalimat ku hanya ingin mengatakan.

"DUH TERUS SOPO IKI YANG MENDENGARKAN SAMBATANKU TIAP HARI LAGI?"

---
PART #6
30 Hari Bercerita.


Thursday, 6 February 2020

Kata Erich Formm


"Kik kamu buru-buru nggak? Kita lihat pameran wedding dulu ya" 

Ceritanya hari ini dadakan ketemu ahidza, terakhir kita ketemu sekitar 2 bulan lalu di acara pernikahannya. Sore tadi mumpung ada kesempatan ketemu, aku tanya tips nyusun konsep wedding dan milih vendornya. Such get a new learning about married concept yang gratis dan sangat berguna sekali sih, meskipun belum tahu kapan akan digunakan 😂

Pas banget di lantai bawah mall ada pameran wedding organizer. Diajaklah aku turun buat ambil brosur tiap vendor sebagai amanah titipan teman yang insyaallah akan menikah tahun ini. Pastinya doi udah luwes banget buat minta brosur dan jelasin ke beberapa pihak vendor kalau yang mau nikah itu temannya bukan dia, tetapi aku. Amiin. Haha

Dulu ketika mendengar soal pernikahan yang pertama kali terpikirkan oleh diriku adalah siapakah jodohnya, siapa yang akan menjadi objek untuk aku cintai.

Sampai akhirnya aku menemukan banyak pencerahan dari kutipan buku The Art of Loving, Erich Formm. Kemudian dijelaskan melalui kajian filsafat tentang cinta oleh Dr. Fahruddin Faiz.

"Banyak orang sering mengartikan cinta seperti rasa suka kepada sesuatu dan sifatnya kebetulan. Makanya kenapa ada istilah jatuh cinta"

"Cinta tidak seperti itu, Cinta itu bukan siapa yang kamu cintai tapi bagaimana cara kamu mencintai"

"Cinta seperti seni, kamu harus tahu teorinya kemudian prakteknya. Maka fokuslah bagaimana mencintai yang baik dan benar"

Lalu...

"Kamu gak usah capek-capek nyari yang cocok untukmu, berperilakulah sebagai pecinta yang akhirnya segala sesuatu layak untuk dicintai, gak cuma lawan jenismu yang satu itu"

"Bukan falling in love but standing in love"


Kemudian...

Aku teringat kata Erich Formm yang pernah aku baca disebuah medium "Cinta adalah tindakan keyakinan, dan siapa pun yang kecil keyakinannya, kecil juga cintanya"

Akhirnya...

Semenjak itu, aku putuskan untuk yakin saja.

Wednesday, 5 February 2020

Pertama Kali Aku Galau


Masa tergalau pertamaku adalah waktu menginjak Sekolah Menengah. Dulu mau menangis sekarang mau ketawa aja kalau cerita. 

Dulu pas lulus SMP diminta lanjut ke SMK, ya dipikir abis lulus bisa langsung dapat kerja. Jadi anak-anak yang disekolahin mbahkung pasti dimasukin SMK semua, termasuk aku calon anak SMK pada saat itu. 

Ya aku mah iya iya aja. Penting lanjut sekolah lah. Pikirku polos dan gampang waktu itu karena belum tahu apa - apa juga.  

Yang awalnya polos jadi mikir pas pendaftaran, aku diminta daftar SMK jurusan tata boga. Biasanya kalau masuk SMK yang laki-laki pasti masuk STM, kalau perempuan masuknya di tata boga. Soalnya dua sekolah ini paling deket sama rumah. 

Lanjut, ntah gimana caranya pas udah di tempat pendaftaran dan beli formulir aku memutuskan gak jadi daftar karena aku baru mikir ntar misal mau kerja, aku kerja apaan trus kalau mau kuliah aku bingung harus kuliah apa. Padahal mau SMK apa aja masih bisa kuliah di jurusan yang beda. Anak masih umbelen di jaman itu gak kepikiran apa itu passion dan keinginan, yang ada cuma gimana ntar kedepannya biar gampang aja 😂

Akhirnya dengan mantap aku pindah ke SMK perkantoran, ambilah akuntansi. Belum tahu bentuknya gimana, ya pokoknya masih ada ekonomi-ekonominya. Setelah pengumuman tes, terbukti aku tidak lolos alias nggak diterima. Pengumuman hasil tes bertepatan dengan pendaftaran sekolah negeri tutup. Menangis ? Jelas. Hahaha

Besoknya aku langsung daftar ke SMK swasta yang nggak pakai tes. Tibaknya cerita nggak mandek disitu gaes. SMK ini kuota jurusan akuntansine wes full hanya sisa kuota jurusan pemasaran, aku tetap ngeyel ingin daftar dijurusan yang sama. 

Melihat wajahku yang mao nanges. Aku direkomendasikan daftar ke SMK yang masih satu yayasan hanya beda gang. Alhamdulillah jurusan akuntansi masih banyak kuotanya. Berasa lega akhirnya dapat sekolah. Wes sok-sok an milih jurusan terus nggak ktrimo, jebule aku milih sekolah sing sek bukak. Somplak ! 😂

Sekolahku masuk gang, dekat sawah hampir gak keliatan dari jalan raya. Aku bahkan baru  paham kalau disitu ada sekolah.

Sekolahku sekali daftar tinggal masuk saja gak pakai tes-tesan. Biaya pendaftaran dan bayar seragamnya sekitar 500 ribu sekian, sudah lengkap boleh nyicil. SPP perbulan cuma 55 ribu kalau dikali 3 tahun atau 36 bulan sekitar 2 juta masih kembali 20 ribuan. Setidaknya keluar SMK aku lebih cepat berhitung hal yang berkaitan dengan uang.

Hikmah lainnya:
Sekolahku lumayan murah, deket rumah dan ramah ( lingkungan). 


-----

Part #5
30 Hari Bercerita.

Tuesday, 4 February 2020

Kamu yang Ke Mana - Mana !


Sudah terlihat dari fotonya kalau anaknya lagi bahagia. Bukan karena dimana liburannya tetapi karena perjalanan kelilingnya dapat gratisaaan. Pengennya post foto berdua bareng Cibi tapi baru sadar kita gak ada foto berdua disini 😂

Berawal dari Himma yang sudah mengingatkan jauh-jauh hari untuk mencari booth free singapore tour ketika transit di changi airport tetapi akhirnya memilih selow nyari boothnya karena waktu browsing registrasi terakhir sekitar pukul 3 PM sedangkan kita baru transit sekitar 4 PM dan masih harus ke terminal 1 dari terminal terminal 3. (Fyi, boothnya cuma ada di terminal 1 dan 2 ) 

Kita milih ke booth terminal 1 karena ngasal aja yang padahal di terminal 2 juga ada boothnya kwk

"Kalau masih bisa registrasi ya syukur, kalau nggak bisa ya cabut sendiri" 

Pas sudah di terminal 1. Cibi melihat dari kejauhan  "Kik.. iku lo booth e"

"Coba deh tanya dulu masih bisa daftar atau nggak"

Si mbak guidenya langsung ngecek masih ada seat yang kosong tidak buat kita berdua. Sambil nungguin aku ikut memantau layar tab nya. Terus sambil senyum dia bilang " luckyly there are still 2 seats" 

Kita berdua langsung sumringah. Rejeki anak soleha, alhamdulillah gratis ! Haha

---

Pelajaran tidak berekspektasi berlebihan memang cukup sederhana. Kalau jodoh gak bakal kemana-mana, kita aja yang ke mana-mana (lebih benar adanya).


Linknya informasi free singapore tour disini ya : Free Singapore Tour Changi Airport

Part #4
30 Hari Bercerita di Blogku.

Monday, 3 February 2020

Persepsi


Persepsi.
Dari kita pasti ada penilaian berbeda ketika menilai apa yang kita yang lihat.
Terkadang kita juga punya reaksi yang berbeda dengan apa yang kita rasakan.
Seringnya kita pun memutuskan masalah dengan apa yang kita kehendaki.

Apakah setiap persepsi manusia ada yang benar dan salah ? Sehingga kita memilih bermusuhan ketika punya pendapat yang tak sama.

Bagiku tidak ada persepsi benar dan salah.
Yang ada adalah persepsi yang berbeda.

Presepsi itu proses dari kita menerima, menilai dan memberikan reaksi atas pengaruh lingkungan dimana kita tumbuh, pengalaman  yang kita dapat dan informasi apa yang kita ketahui.

----

Jika memang aku pernah menilai dan bereaksi berbeda dengan jalan yang kamu pilih, namun kamu masih tenang untuk memahami dan meresponnya. Saat itu juga aku mengerti jika kamu selalu tumbuh lebih dewasa dari apa yang aku kira.

Part #3
30 Hari Bercerita di Blogku

Saturday, 1 February 2020

Kosong dan Hampa



Kosong dan hampa. Tak sadar menjadi alasan bagaimana membuat manusia lain dengan mudah mengisi lalu terperangkap didalamnya.

Ruang kosong dan hampa yang kiranya menjadi tempat ternyaman manusia lain nyatanya hanya ada rasa ketakutan dan ketidakpercayaan.

Berapa lagi manusia lain yang harus menanggung kekosongan itu padahal mereka juga perlu mengisi ruangnya masing-masing.

Berapa lagi manusia lain yang harus merasakan kehampaan pula sedangkan dibenaknya dengan mengisi kekosonganmu maka hilang pula kehampaannya.

Berapa lagi keegoisan yang kamu keluarkan hanya untuk memenuhi kekosongan dan kehampaan itu.

----

Berapa lama lagi kamu tersadar jika :
Kamu tidak perlu manusia lain untuk mengisi kekosongan. Kamu hanya perlu dirimu mulai mengenali, menata dan memenuhi ruangmu.

Lalu.
Berapa lama lagi manusia lain tersadar, yang dulunya adalah aku.

Jika kita harusnya saling.
Bukan hanya aku yang mengisi.


Part #2. 
30 Hari Bercerita. 

Friday, 31 January 2020

Berkeinginan



Bandara. 

Setelah keluar dari imigrasi aku berjalan ke arah toilet sambil menarik koperku. Kembali membasuh wajah yang terakhir ku basuh waktu subuh tadi pagi dengan terburu sebelum mengantri check in keberangkatan.

Aku berjalan keluar toilet. Melihat - lihat di sebelah mana bus damri yang siap mengantar ke terminal.

Deg. Selayaknya public area yang memang sangat ramai dan banyak pemandangan terlihat.

Lalu mengalihkan dengan mengaktifkan handphone yang aku non aktifkan sejak duduk dan mengenakan seat belt.

"Berkeinginan memang mudah sekali ya. Semudah melihat orang lain ditunggu di gerbang kedatangan, disapa lalu dibantu mengangkat kopernya ke dalam kendaraan"


----

" Mbak taksinya mbak ? Diantar ke terminal langsung ? Mbak mau kemana mari saya antar ? "

----

Keluar dari lamunan aku sudah didepan bus damri. Mengangkat koperku naik dan duduk disebelah kaca. Energiku masih cukup setelah hari kemarin naik turun tangga MRT kemudian lari tergesa menuju gate 10 ketika waktu sudah menunjukkan boarding time.

Aku membalas chat temanku :

" Aku wes balik, wes ning damri. Otw ke terminal bungur terus ke Arjosari ambil motorku" 

" Lah trus kopermu ? "

" Yo tak gowo dewe" 

" Umak sehat a ?"

" SEHAT NEMEN. AKU ISOK" 

----

Melindungi hati dan diri sendiri memang tugas kita masing-masing. 


30 Hari Bercerita Part #1 Berkeinginan. 





Sebuah Spoiler : Worker Bahagia Muncul Kembali !

Bangkok. 
Ini adalah sebuah misi pertama kalinya aku beli tiket ke luar negeri. Cupu sekali ya saya. haha

Ceritanya, misi ini baru ada karena aku baru saja kepikiran jika suatu hari menjadi Ibu pastinya makin banyak pertanyaan oleh anak - anak kita nanti tentang bagaimana pengalaman kita di masa muda. Akhirnya aku putuskan coba deh sekali - kali ya kan, kapan lagi coba ?

Itu cuma alasan aja, sesungguhnya ini adalah waktu yang tepat untuk dapetin pengalaman sebanyak-banyaknya ketika masih bebas dengan segudang kegalauan di stage seperempat abad. Perlu ada gebrakan-gebrakan baru senampol ayam gebrak abang pinggir jalan yang akan menjadikan proses ini tidak biasa saja dan tidak membosankan.

Nah fyi, aku beli tiket 6 bulan sebelumnya jadi aku pikir akan ada waktu cukup longgar di bulan januari 2020 tetapi ternyataaa...

Aku ada ujian akhir semester. Mahasiswa bisa berencana tetapi jurusan yang memutuskan.  Lalu ditambah pekerjaan yang tetap harus jalan di hari - hari yang super padat. Karyawan bisa berencana tetapi bos yang memutuskan.

Begitulah kegalauan sebagai mahasiswa sekaligus karyawan yang menyempatkan untuk tetap jalan-jalan. Selain waktunya, budgetnya juga harus dipikirkan hihi . Tetapi bukanlah aku jika gak jadi jalan, pastinya tetap jadi berangkat setelah membuat galau orang lain pula.


 -------

Nggak kerasa ya sudah bulan februari di tahun 2020.
Wohaaa. Akhirnya aku muncul kembali ! 
Setelah banyak pekerjaan dan proses belajar terus menerus kemudian muncul notif tagihan domain, aku baru ingat ternyata sudah meninggalkan blog ini cukup lama 😁
Banyak banget nih yang mau ditulis dari pertanyaan beberapa orang yang masih seputar investasi SBN, gimana cara bagi waktu kerja sambil kuliah dan berapa budget liburan, tiga pertanyaan tetap jadi highlight dari beberapa pertanyaan yang ada selain pertanyaan kapan nyusul ? kwk
Yok mari ! Mari kemana ?

Mari menulis lagi.
Menceritakan pengalaman.
Membaginya.
Lalu menyimpannya untuk diingat kembali di masa yang akan datang.