Thursday, 13 February 2020

KOPI LAGI



Dikit-dikit minum kopi. Bangun pagi minum kopi. Mau kerja minum kopi. Di kantor minum kopi. Kumpul sama temen di kedai kopi. Sekarang ini kopi hampir mirip barang primer yang ada dimana-mana bahkan jalan semeter aja sudah ketemu es kopi.

Tak heran jika dimana-mana ada kopi karena Indonesia sendiri mencatat produksi biji kopi sekitar 720.000 ton pada tahun 2019. Ditambah menjadi negara keempat terbesar dalam produksi kopi dan menyumbang 8% dari total produksi kopi di dunia.

Sesuai iklim tropisnya, Indonesia memiliki 2 jenis kopi. Pasti kamu sudah tahukan jenisnya apaan? Yaps. Arabika dan robusta menjadi 2 jenis kopi andalan dari Indonesia.

Meskipun Indonesia menjadi negara keempat terbesar dalam hal produksi kopi. Ada hal menarik yang disampaikan Andanu Prasetyo sebagai owner kopi tuku, yang paling aku ingat ketika Mas Tyo cerita tentang awal mula buka usaha kopi tuku. Ia harus berulang kali riset hingga akhirnya menemukan resep kopi yang disukai oleh masyarakat di sekitar cipete yaitu campuran kopi, susu, gula dan es. Awal mula usahanya pun karena ingin meningkatkan konsumsi kopi orang indonesia yang katanya masih tergolong rendah. Jadi produksi kopi yang tinggi bukan berarti konsumsi masyarakatnya pun tinggi.

Yang kita tahu makin lama kopi kekinian di berbagai kota kian menjamur. Dari inspigo yang pernah ku dengar, Mas Tyo juga menyarankan generasi anak muda sekarang ini harusnya bisa berkolaborasi langsung dengan petani dalam hal produksi kopi bukan lagi memasarkan kopi dengan buka cafe, kedai atau outlet es kopi yang sudah sangat banyak pesaingnya.

Ketika permintaan naik tetapi produksi masih tetap sama, disanalah tentunya terdapat peluang. Sudah waktunya anak muda mulai berani terjun ke bawah untuk bisnis produksi biji kopi yang berkualitas untuk ikut mensupport permintaan kopi di Indonesia maupun dunia yang setiap harinya terus meningkat.  Cmiw

---
Btw. Serius amat ngomongin kopi 😂