Wednesday, 30 October 2019

Main ke DJPPR Kementerian Keuangan

Halo Rekans Rizky Indah Karunia, Selamat! Artikel kamu terpilih menjadi salah satu dari 5 finalis terbaik dalam Kompetisi Blog DJPPR 2019 - Heroes of The Nation"



" Lah DM apaan nih? DJPPR ? Loh iki serius a ? " gumamku saat baca DM twitter di outlet.

Sek sek ... kamu sudah tahu kepanjangan DJPPR belum ? DJPPR kepanjangan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu RI.

Awalnya aku nulis artikel ini berdasarkan kegelisahan, unek-unek dan rencanaku kedepan lalu aku nggak ngeh waktu baca DM twitter tentang informasi pemenang lomba bukannya aku lupa pernah nulis tapi karena dulunya aku daftar lewat DM instagram dan mencantumkan email personal tapi diinfoinnya lewat twitter. ((Yaiyalah diinfoin lewat twitter, waktu itu instagram aku uninstall )) hahaha



Beberapa hari sebelumnya instagram sengaja aku uninstall karena memori penuh buat bikin video Kuliah Pengabdian Masyarakat dan pas banget nggak ngecek email personal juga, la piye email personal ketutup mbak lina sama mas indeed.



Woooo yo dasar aku langsung buru-buru memastikan kotak masuk email dan install instagram lagi.

Namanya juga rejeki ya gaes. Tetep ada seribu jalan untuk menghubungi. Usaha adminnya keren nemen gaes dan mujurnya username twitter sama instagramku sama.



Tuh buat kamu, contoh kalau mau pdkt. Kalau mau usaha #pastiadajalan.


Ngga pake lama sore itu langsung aku hubungin LO acara. Baru ngeh hari itu juga kalau 3 terbaik akan diundang ke DJPPR dan semua biaya akomodasi berupa transportasi dari Surabaya dan hotel ditanggung dari pihak penyelenggara. Alhamdulillah yaa


14 Agustus 2019.

Pagi itu aku langsung ke Jakarta dari Surabaya. Ga deng dari terminal Arjosari Malang dulu terus ke terminal Bungurasih Surabaya setelah itu naik bus damri baru deh sampe terminal 2 bandara juanda. 


Hari pertama seneng dong ketemu temen-temen. Selama kerja sambil kuliah udah jarang banget main disamping waktunya yang mepet, keuangan juga lebih prioritas ke nabung dan investasi pendidikan lagi. Maka dari itu kembali jadi mahasiwa aku memutuskan investasi SBN yang mudah dan aman. Cmiww

15 Agustus 2019. 
Dimulai jam 7 pagi langsung jalan kaki bersama LO dan teman-teman lainnya ke gedung DJPPR. Hotel dan gedungnya emang tetanggaan jadi 5 menit aja uda sampai ke lokasi. 

Nah ternyata waktu disana kita dan tamu undangan dari komunitas dan blogger lainnya diajak tuh oleh panitia untuk berkeliling ke museum DJPPR yang memberikan informasi mengenai sejarah pembiayaan negara hingga Surat Berharga Negara dari tahun ke tahun yang sekarang ini mulai dinikmati oleh millenial. 





Wah gak sampe disitu, hari itu kita juga ikut dalam acara talkshow dengan Bapak Lucky selaku Dirjen DJPPR, Podcaster Bang Adriano Qolbi dan Penulis buku Kak Benard Batubara. Ngobrolin apa ? Yang pasti ngobrolin investasi SBN yang bisa kamu coba mulai sekarang. 

Nah kalau kamu mau tahu gimana cara investasi SBN coba deh kepo instagram DJPPR dibawah ini ya. KITA MUDA KITA MELEK FINANSIAL !

Generasi Milenial Berdaya dengan Peningkatan Fungsi Koperasi di Desa

Dyah ayu Penanggung Jawab Simpan Pinjam Koperasi Wahidyah Desa Purwoasri Kab. Kediri

Sejak 2 tahun lalu teman saya Dyah Ayu sudah bergelut dalam kegiatan koperasi. Ia besama teman-teman pemuda lainnya diberikan amanah untuk menjadi pengurus koperasi wahidyah di Desa Puwoasri Kabupaten Kediri. Teman-teman saya patut diacungi jempol karena selepas kuliah tidak meninggalkan Desa untuk merantau sehingga tenaga dan keahlian mereka sebagai generasi milenial sangat membantu dalam koperasi zaman now. 

Tak dapat dipungkiri koperasi berperan penting dalam pembangunan Desa, koperasi juga memiliki peran krusial bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa karena seperti kita ketahui jika masyarakat desa memiliki tingkat kesejahtreaan yang masih kalah dibanding masyarakat kota sehingga koperasi diperlukan agar masyarakat dapat bergotong royong dan saling membantu dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan bersama.

"Dengan tujuan koperasi dalam pembangunan Desa yang sangat baik tersebut. Apakah koperasi di Desa kami tidak pernah mengalami masalah ?"
Awalnya koperasi di Desa Purwoasri ini seperti suram dan tidak ada harapan untuk dilanjutkan. Waktu itu kami sebagai remaja masjid sering mendengar desas-desus permasalahan koperasi dari warga dan jamaah yang bergabung. Permasalahan dari tahun ke tahun tetaplah sama, berawal dari lemahnya sistem, kurangnya pelatihan dan keahlian pengurus dalam pengelolaan keuangan dan daftar anggota yang tidak jelas.

Simpan pinjam merupakan produk andalan dari koperasi kami yang awalnya bertujuan untuk gotong royong berubah menjadi momok menakutkan sama halnya dengan rentenir dan Bank Pengkreditan Rakyat yang memberikan bunga tidak masuk akal hingga banyak warga desa yang terjebak utang dan kehilangan rumahnya karena minimnya pengetahuan mereka akan bunga pinjaman. 

Permasalahan lainnya, karena belum ada sistem dan aturan yang jelas sehingga terdapat banyak warga bukan anggota koperasi namun ikut melakukan pinjaman. Hasilnya hingga saat ini pun modal sekitar 12 juta rupiah masih tertahan di warga yang bukan anggota koperasi dan tidak bisa melunasi utang tersebut. Akhirnya  teman-teman saya memiliki inisiatif bergabung dalam anggota koperasi dan ikut berbenah dari awal hingga tercipta koperasi desa dengan sistem simpan pinjam yang jelas dan disiplin. 

Pemuda Desa sebagai generasi milenial pun ikut berdaya di koperasi wahidyah melalui keahlian yang dimiliki serta peran pondok pesantren kedunglo tempat kami mengaji dalam memberikan pelatihan dan menyediakan pameran expo setiap 6 bulan sekali untuk produk unggulan koperasi dari tiap jamaah diseluruh Indonesia.





"Apa saja perubahan yang teman-teman saya lakukan?"

Pertama, dimulai dari membenahi Sumber Daya Manusia. Terdapat penanggung jawab dan pengurus untuk setiap layanan koperasi seperti simpan pinjam, arisan dan dagang sehingga pencatatan keuangan masuk dan keluar bisa dilihat dan diperiksa dengan mudah. Ada pula pengurus yang bertanggung jawab dalam mensosialisakan layanan dan manfaat dari koperasi serta menjadi mediator untuk aduan para anggota yang menghadapi masalah simpan pinjam. Terdapat jadwal setiap bulannya untuk rapat pertemuan pengurus dan anggota koperasi sehingga permasalahan dan inovasi dapat disampaikan secara langsung. Penggunaan teknologi pun ikut andil dalam koperasi mulai dari pencatatan menggunakan microsoft excel hingga group whatsaap sebagai media koordinasi. "Sudah biasa menurut warga Kota namun menjadi hal baru untuk warga Desa" ujar teman saya.
Kedua, menjalankan simpan pinjam dengan perhitungan biaya administrasi, bagi hasil dan bunga flat yang tidak memberatkan anggota. Manajemen pengolahan keuangan yang sudah diterapkan koperasi wahidyah Desa Purwoasri yaitu sebagai berikut :
a. Peminjaman uang sebesar Rp. 1.000.000 maka akan di potong biaya administrasi sebesar  Rp. 25.000. Pembayaran dilakukan rutin selama 10 bulan dengan angsuran Rp. 110.000 perbulan. 
b.  Simpanan pokok anggota baru hanya Rp. 25.000 dibayar sekali selama menjadi anggota. Simpanan wajib hanya Rp. 5.000 perbulan. Ketika tutup buku akan dibagikan keuntungan dari sisa hasil usaha secara transparan kepada seluruh anggota. 
c. Pengurus mendapatkan imbalan berupa persentase dari Sisa Hasil Usaha yang sudah disepakati dalam Rapat Anggota Tahunan. 
d.  Terdapat arisan anggota setiap bulan. Setiap anggota yang mendapatkan arisan akan dipotong sebagai pemasukan koperasi sesuai yang sudah disepakati seluruh anggota 
e.   Mengikuti pameran dan expo koperasi. Pengurus koperasi bertanggung jawab untuk sewa stand dan keuntungan akan dibagi antara koperasi dan anggota yang menjual produk. 
Ketiga, inovasi koperasi dagang mulai digerakan. Membuka usaha sebagai pemasok gas LPG dan air galon lalu para angota menjadi mitra atau reseller dari koperasi. Kedepannya diharapkan akan ada pengelolaan peralatan dan perlengkapan pertanian sehingga kebutuhan pertanian terutama pupuk untuk anggota yang berprofesi sebagai petani dapat tercukupi dan program kemitraan terus berjalan dari usaha kecil hingga menengah.

Walaupun penerapan sistem dan terobosan baru koperasi sudah dilakukan bukan berarti generasi milenial tidak menemui hambatan namun semua bisa terus berjalan karena generasi ini memiliki kemampuan yang tidak dimiliki generasi lainnya. Nah apa saja itu ? dikutip dari artikel IDN times tentang milenial 10 Ciri Dasar Generasi Milenial ternyata ciri-ciri generasi milenial sangat cocok jika ditempatkan dalam organisasi atau kelompok masyarakat seperti koperasi. 
Lebih memilih pengalaman daripada asset. 
Ciri yang menggambarkan generasi milenial  lebih suka menghabiskan uang untuk mendapat pengalaman tertentu dibanding menabung. Bagi saya sebagai milenial dengan bergabung sebagai pengurus atau anggota koperasi selain mendapatkan pengalaman baru, milenial semakin tertarik mempelajari bagaimana cara untuk mengolah aset terutama  mengolah keuangan secara bijak. 
Kritis terhadap fenomenal sosial. 
Sebagai generasi yang menghabiskan banyak waktu untuk mencari informasi tak heran jika milenial lebih aktif untuk beropini bahkan ketika terjun di koperasi, teman-teman saya aktif memberikan ide dan membahas issue permasalahan koperasi di Desa.
Jago Multitasking
Milenial ternyata sangat jago jika disuruh melakukan beberapa tugas bersamaan. Pekerjaan koperasi di Desa hanya dikerjakan beberapa orang saja dalam mengkoodinir satu kelompok koperasi padahal mereka juga bekerja ditempat lain setiap harinya tetapi hal itu bukan menjadi penghambat bagi kinerja teman-teman saya di Koperasi. 
Bagi milenial "Sharing is Cool"
Yes. ini memang paling benar ! Saya melihat teman-teman saya enjoy dalam berbagi pengetahuan dan membantu secara sukarela. Pertemuan pengurus dan anggota rutin dilakukan karena anggota generasi milenial aktif berdiskusi bersama sehingga bonding antara pengurus dan anggota lebih bisa dirasakan. 

Kita patut bangga generasi milenial sudah ikut berjuang dan peka terhadap permasalahan sosial. Ternyata koperasi dan generasi milenial yang awalnya dianggap remeh namun sekarang bisa memberikan daya bagi peningkatan ekonomi Desa. 
Terimakasih untuk Dyah Ayu dan teman-teman turut andil dalam kemajuan ekonomi. Jika mereka bisa, kenapa kamu tidak? Ayo berdaya mulai dari sekitar kita !

Tonton juga : Pameran Expo Koperasi Wahidyah 2019


Tuesday, 3 September 2019

Bersatu Hadapi dan Tanggulangi Bencana

Lereng Gunung Penanggungan Jawa Timur

Cerah pemandangan hijau pagi hari selalu membuat saya menjadi lebih semangat untuk memulai pekerjaan. Iya, pemandangan ini pernah saya rasakan ketika saya bekerja disalah satu perusahaan di kawasan industri Mojokerto yang letaknya tepat dibawah kaki gunung Penanggungan di Jawa Timur dan foto ini diambil sekitar tahun 2016 dimana masih terlihat banyak pepohonan tumbuh disekitarnya.

Lambat laun hingga bulan januari tahun 2019 kemarin terdapat bencana longsor dan banjir badang setelah hujan deras. Banyak rumah warga yang terseret oleh arus air yang deras ditambah bebatuan dari puncak ikut turun bersama banjir dan merobohkan beberapa rumah warga. Jalan untuk turun ke bawah dari kantor ke perkampungan lumpuh total karena jalan akses keluar tertutup lumpur, perkiraan lumpur saat kejadian tersebut setinggi paha orang dewasa sehingga banyak mobil yang terjebak dan kami seperti terisolasi di dalam kantor.

Pembangunan industri di lahan baru


Masih teringat chatnya di group saat mobilnya terperosok ke dalam lumpur "Pak tolong dibantu saya terjebak lumpur, saya belum nikah loh pak" pintanya

Semprulnya saya masih sempat ngguyu disaat semua orang panik tetapi ia masih berusaha tenang di dalam mobilnya. 

Belum berhenti disitu, saya pernah loh dibuat panik pulang kerja ketika malam hari karena melihat gunung Penanggungan kebakaran seperti semburan api dari atas turun ke bawah. Saya segera pulang dari kantor dan masih berpikir apa yang sebenarnya terjadi di gunung tersebut. Hingga menulis artikel ini pun saya belum tahu apa penyebab dari kebakaran yang telah mengahanguskan sekitar 40 hektar hutan lindung. Apakah ini salah satu cara perluasan persawahan atau perkebunan? 

Cerita ini salah satu bencana alam yang pernah saya alami, sebelumnya pun tidak jauh dari bencana alam di pegunungan saya pernah merasakan saat Gunung Api meletus tepatnya ketika Gunung Kelud meletus bulan februari tahun 2014.  Ketika itu saya sedang mengikuti khursus di kampung inggris Pare Kediri selama 2 minggu, menjelang malam di minggu pertama setelah pulang khursus dan kembali ke basecamp tiba-tiba langit terlihat mendung dan saluran listrik mati. Tiba tengah malam suara petir terdengar keras dan terlihat semburat api menyala dari kejauhan. Pasir dan bebatuan seperti turun dari atas bertabrakan dengan atap rumah. Suara petir dan bebatuan yang jatuh beberapa kali mengagetkan seakan genteng rumah seperti akan ambruk.

Saat itu kami hanya berpikir terjadi hujan pasir ternyata malam itu Gunung Kelud meletus. 

" Ayo tenang semua, berdoa saja. Tenang yaa" Ucap mentor kami mencoba menenangkan.

Rasa takut mulai terasa tak kala lilin hampir habis dan tidak ada persediaan sama sekali.

Esok harinya banyak murid yang panik dan mengemas barang-barangnya untuk pulang ke kota masing-masing. Hari itu jalanan kampung inggris Pare dan sekitarnya lumpuh seperti kota mati. Banyak transportasi umum yang tidak beroperasi karena jalanan tertutup pasir dan debu sehingga banyak murid yang tertahan disana dan tidak bisa pulang. Saya masih sempat bersepeda keluar bersama teman-teman untuk membeli masker dan melihat jalan sekitar setelah Gunung Kelud meletus semalam. Banyak apotek yang sudah kehabisan stok masker dan antrian mesin ATM sudah mengular sejak pagi.

Gunung Kelud Kediri


Setelah listrik sudah kembali aktif kita baru mengetahui melalui berita televisi jika pasir dan abu dari Gunung Kelud menyebar hingga seantero jawa. 

 " Loh tibak e semalam iku aku ngalamin hal yang bikin banyak orang panik" bantinku

Sebenarnya saya sendiri pun panik tapi tetap berusaha tenang hingga Gunung Kelud berhenti mengeluarkan abu vulkanik. Karena menurut informasi yang beredar kondisi gunung kelud sudah kembali aman saya memutuskan tetap stay hingga jadwal khursus selesai dan akhirnya banyak murid lainnya menjadi volunteer di pengungsian korban gunung kelud yang letaknya tak jauh dari kampus inggris Pare.

Dari pengalaman dua bencana ini saya semakin aware dengan lingkungan sekitar dan daerah dimana saya berada. Saya pun paham jika kita jaga alam, alam jaga kita. Jika kita tetap menjaga alam maka risiko bencana semakin kecil apalagi bencana longsor yang sebenarnya bisa dicegah dengan mengurangi perluasan area industri dan persawahan, reboisasi dan penguatan struktur tanah diarea pegunungan.

Pantai Atuh Pulau Nusa Penida

Saat saya mengunjungi Pulau Nusa Penida di Bali yang mana pulau tersebut berada ditengah lautan maka di setiap jalan terdapat tanda jalur evakuasi yang berguna untuk mengarahkan masyarakat ataupun pengunjung ke tempat yang aman ketika terjadi tsunami. Hal ini membuat saya menjadi lebih peka tehadap sikap dan budaya sadar bencana dengan mempelajari tanda-tandanya, awas dengan jalur evakuasi dan tetap tenang ketika menghadapi bencana alam.

Dikutip dari berita online nasional CNN jika sepanjang 2019 telah terjadi 1901 bencana dan korban jiwa mencapai 349 orang". Dengan data ini setelah kita kenali bahayanya, kenali resikonya membuat kita siap untuk selamat dari bencana alam karena letak geografis Indonesia sendiri berada dalam tiga lempeng bumi jika salah satu mengalami pergerakan maka kemungkinan terjadinya gempa sangatlah besar. Indonesia juga berada dalam kawasan aktif seismik di dunia. Yaitu Cincin Api Pasifik dan Sabuk Alpide. Oleh sebab itu Indonesia kerap dilanda gempa, letusan gunung dan memiliki risiko tsunami yang besar apalagi negara ini memiliki lebih dari 130 gunung vukanik aktif dan kelilingi oleh lautan yang seharusnya membuat penduduk Indonesia lebih tanggap dan siap menghadapi bencana alam. 

Nah berangkat dari kemungkinan besar terjadinya bencana di Indonesia. Sudah tahukah kamu jika pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) yang akan menginformasikan dengan cepat jika terjadi tanda-tanda bencana alam dan juga kondisi setelah bencana alam disuatu daerah di Indonesia.  Bahkan Badan Nasional Bencana Alam memiliki buku saku khusus yang berisi panduan bagaimana agar sadar bencana dengan tanggap, tangkas dan tangguh menghadapi bencana yang bisa kita akses  dengan mudah di www.bnpb.go.id

Buku Saku Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Dari website BNPB kita juga bisa tahu nih Program dan fokus dari BNPB. Dilihat dari Renas Penanggulangan bencana, program dibagi tiga tahap penting  yaitu pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana untuk mewujudkan ketagguhan dalam menghadapi bencana.

Langkah awal pra bencana dengan membentuk ketangguhan organisasi dan mengidentifikasi risiko bencana saat ini dan masa depan dengan rencana aksi yang disusun baik tingkat nasional hingga daerah dilakukan secara menyeluruh dan terpadu bekerjasama bersama antara pemerintah dan masyarakat. 

Tidak berhenti disitu, program tanggap darurat dari BNPB yaitu memastikan kesiapsiagaan dan tanggap bencana yang efektif dengan memperkuat kemampuan masyarakat dan infrastruktur untuk mewujudkan ketangguhan ketika terjadi bencana alam.

Yang terakhir program pasca bencana yaitu mempercepat pemulihan dan membangun kembali dengan lebih baik. Maka dari itu tak heran jika mengingat bencana gempa lombok banyak badan internasional memuji dan  mengapresiasi upaya penanganan pemerintah yang cepat dalam menghadapi bencana. 

Tentunya ketiga hal ini tidak bisa BNPB laksanakan tanpa keterlibatan masyarakat. Sesuai semboyan kita " Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa" kamu juga bisa ikut berpartisipasi dan bekerjasama dalam penanggulangan bencana bersama pemerintah bertujuan dalam penyelamatan jiwa dan penanganan pengungsi secara bermartabat. Kita bersatu untuk saling membantu dan mendukung kepada saudara kita yang mengalami bencana alam baik dari segi materi maupun moril. Kita bersatu jaga alam karena Indonesia rumah kita bersama.

Baca juga :