Tuesday, 3 September 2019

Bersatu Hadapi dan Tanggulangi Bencana

Lereng Gunung Penanggungan Jawa Timur

Cerah pemandangan hijau pagi hari selalu membuat saya menjadi lebih semangat untuk memulai pekerjaan. Iya, pemandangan ini pernah saya rasakan ketika saya bekerja disalah satu perusahaan di kawasan industri Mojokerto yang letaknya tepat dibawah kaki gunung Penanggungan di Jawa Timur dan foto ini diambil sekitar tahun 2016 dimana masih terlihat banyak pepohonan tumbuh disekitarnya.

Lambat laun hingga bulan januari tahun 2019 kemarin terdapat bencana longsor dan banjir badang setelah hujan deras. Banyak rumah warga yang terseret oleh arus air yang deras ditambah bebatuan dari puncak ikut turun bersama banjir dan merobohkan beberapa rumah warga. Jalan untuk turun ke bawah dari kantor ke perkampungan lumpuh total karena jalan akses keluar tertutup lumpur, perkiraan lumpur saat kejadian tersebut setinggi paha orang dewasa sehingga banyak mobil yang terjebak dan kami seperti terisolasi di dalam kantor.

Pembangunan industri di lahan baru


Masih teringat chatnya di group saat mobilnya terperosok ke dalam lumpur "Pak tolong dibantu saya terjebak lumpur, saya belum nikah loh pak" pintanya

Semprulnya saya masih sempat ngguyu disaat semua orang panik tetapi ia masih berusaha tenang di dalam mobilnya. 

Belum berhenti disitu, saya pernah loh dibuat panik pulang kerja ketika malam hari karena melihat gunung Penanggungan kebakaran seperti semburan api dari atas turun ke bawah. Saya segera pulang dari kantor dan masih berpikir apa yang sebenarnya terjadi di gunung tersebut. Hingga menulis artikel ini pun saya belum tahu apa penyebab dari kebakaran yang telah mengahanguskan sekitar 40 hektar hutan lindung. Apakah ini salah satu cara perluasan persawahan atau perkebunan? 

Cerita ini salah satu bencana alam yang pernah saya alami, sebelumnya pun tidak jauh dari bencana alam di pegunungan saya pernah merasakan saat Gunung Api meletus tepatnya ketika Gunung Kelud meletus bulan februari tahun 2014.  Ketika itu saya sedang mengikuti khursus di kampung inggris Pare Kediri selama 2 minggu, menjelang malam di minggu pertama setelah pulang khursus dan kembali ke basecamp tiba-tiba langit terlihat mendung dan saluran listrik mati. Tiba tengah malam suara petir terdengar keras dan terlihat semburat api menyala dari kejauhan. Pasir dan bebatuan seperti turun dari atas bertabrakan dengan atap rumah. Suara petir dan bebatuan yang jatuh beberapa kali mengagetkan seakan genteng rumah seperti akan ambruk.

Saat itu kami hanya berpikir terjadi hujan pasir ternyata malam itu Gunung Kelud meletus. 

" Ayo tenang semua, berdoa saja. Tenang yaa" Ucap mentor kami mencoba menenangkan.

Rasa takut mulai terasa tak kala lilin hampir habis dan tidak ada persediaan sama sekali.

Esok harinya banyak murid yang panik dan mengemas barang-barangnya untuk pulang ke kota masing-masing. Hari itu jalanan kampung inggris Pare dan sekitarnya lumpuh seperti kota mati. Banyak transportasi umum yang tidak beroperasi karena jalanan tertutup pasir dan debu sehingga banyak murid yang tertahan disana dan tidak bisa pulang. Saya masih sempat bersepeda keluar bersama teman-teman untuk membeli masker dan melihat jalan sekitar setelah Gunung Kelud meletus semalam. Banyak apotek yang sudah kehabisan stok masker dan antrian mesin ATM sudah mengular sejak pagi.

Gunung Kelud Kediri


Setelah listrik sudah kembali aktif kita baru mengetahui melalui berita televisi jika pasir dan abu dari Gunung Kelud menyebar hingga seantero jawa. 

 " Loh tibak e semalam iku aku ngalamin hal yang bikin banyak orang panik" bantinku

Sebenarnya saya sendiri pun panik tapi tetap berusaha tenang hingga Gunung Kelud berhenti mengeluarkan abu vulkanik. Karena menurut informasi yang beredar kondisi gunung kelud sudah kembali aman saya memutuskan tetap stay hingga jadwal khursus selesai dan akhirnya banyak murid lainnya menjadi volunteer di pengungsian korban gunung kelud yang letaknya tak jauh dari kampus inggris Pare.

Dari pengalaman dua bencana ini saya semakin aware dengan lingkungan sekitar dan daerah dimana saya berada. Saya pun paham jika kita jaga alam, alam jaga kita. Jika kita tetap menjaga alam maka risiko bencana semakin kecil apalagi bencana longsor yang sebenarnya bisa dicegah dengan mengurangi perluasan area industri dan persawahan, reboisasi dan penguatan struktur tanah diarea pegunungan.

Pantai Atuh Pulau Nusa Penida

Saat saya mengunjungi Pulau Nusa Penida di Bali yang mana pulau tersebut berada ditengah lautan maka di setiap jalan terdapat tanda jalur evakuasi yang berguna untuk mengarahkan masyarakat ataupun pengunjung ke tempat yang aman ketika terjadi tsunami. Hal ini membuat saya menjadi lebih peka tehadap sikap dan budaya sadar bencana dengan mempelajari tanda-tandanya, awas dengan jalur evakuasi dan tetap tenang ketika menghadapi bencana alam.

Dikutip dari berita online nasional CNN jika sepanjang 2019 telah terjadi 1901 bencana dan korban jiwa mencapai 349 orang". Dengan data ini setelah kita kenali bahayanya, kenali resikonya membuat kita siap untuk selamat dari bencana alam karena letak geografis Indonesia sendiri berada dalam tiga lempeng bumi jika salah satu mengalami pergerakan maka kemungkinan terjadinya gempa sangatlah besar. Indonesia juga berada dalam kawasan aktif seismik di dunia. Yaitu Cincin Api Pasifik dan Sabuk Alpide. Oleh sebab itu Indonesia kerap dilanda gempa, letusan gunung dan memiliki risiko tsunami yang besar apalagi negara ini memiliki lebih dari 130 gunung vukanik aktif dan kelilingi oleh lautan yang seharusnya membuat penduduk Indonesia lebih tanggap dan siap menghadapi bencana alam. 

Nah berangkat dari kemungkinan besar terjadinya bencana di Indonesia. Sudah tahukah kamu jika pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) yang akan menginformasikan dengan cepat jika terjadi tanda-tanda bencana alam dan juga kondisi setelah bencana alam disuatu daerah di Indonesia.  Bahkan Badan Nasional Bencana Alam memiliki buku saku khusus yang berisi panduan bagaimana agar sadar bencana dengan tanggap, tangkas dan tangguh menghadapi bencana yang bisa kita akses  dengan mudah di www.bnpb.go.id

Buku Saku Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Dari website BNPB kita juga bisa tahu nih Program dan fokus dari BNPB. Dilihat dari Renas Penanggulangan bencana, program dibagi tiga tahap penting  yaitu pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana untuk mewujudkan ketagguhan dalam menghadapi bencana.

Langkah awal pra bencana dengan membentuk ketangguhan organisasi dan mengidentifikasi risiko bencana saat ini dan masa depan dengan rencana aksi yang disusun baik tingkat nasional hingga daerah dilakukan secara menyeluruh dan terpadu bekerjasama bersama antara pemerintah dan masyarakat. 

Tidak berhenti disitu, program tanggap darurat dari BNPB yaitu memastikan kesiapsiagaan dan tanggap bencana yang efektif dengan memperkuat kemampuan masyarakat dan infrastruktur untuk mewujudkan ketangguhan ketika terjadi bencana alam.

Yang terakhir program pasca bencana yaitu mempercepat pemulihan dan membangun kembali dengan lebih baik. Maka dari itu tak heran jika mengingat bencana gempa lombok banyak badan internasional memuji dan  mengapresiasi upaya penanganan pemerintah yang cepat dalam menghadapi bencana. 

Tentunya ketiga hal ini tidak bisa BNPB laksanakan tanpa keterlibatan masyarakat. Sesuai semboyan kita " Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa" kamu juga bisa ikut berpartisipasi dan bekerjasama dalam penanggulangan bencana bersama pemerintah bertujuan dalam penyelamatan jiwa dan penanganan pengungsi secara bermartabat. Kita bersatu untuk saling membantu dan mendukung kepada saudara kita yang mengalami bencana alam baik dari segi materi maupun moril. Kita bersatu jaga alam karena Indonesia rumah kita bersama.

Baca juga :  


Monday, 26 August 2019

Eps 2 Every Day Kuliner : Aku dan Cuaca Dingin Malang Sekitarnya



Pemandangan Arah Batu - Cangar  

Hallo rek ! Balik lagi dengan episode every day kuliner di Malang. Kali ini aku akan share beberapa makanan yang sudah aku coba waktu cuaca Malang sedang dingin-dinginnya. Cihuy ... Langsung aja yaaa kita awali dengan piknik ke Batu dulu ehehe. 

1. Makan Pop Mie di Batu 


Makanan kali ini beneran makanan sejuta umat. Satu cup popmie yang sebenarnya bisa kamu beli dimana aja si, cuma gak tau kenapa kalau di puncak rasanya jadi beribu kali lipat enaknya hahaha. Sepakat ? Sudah sepakat aja deh emang gitu kok rasanya. Kebetulan belinya di Coban Talun Batu menjelang sore. Sambil ngobrol dan piknik bentar boleh juga kan di repeat lagi hihi

Pop Mie Rasa Bakso 

2. Mie Ayam di Taman Merjosari 


Mie ayam Taman Merjosari. Ngobrolin soal mie-miean di Malang pastinya gak ada habisnya.  Apalagi mie ayam yang pasti cocok lah sama cuaca ademnya tapi kalau aku sebut kuliner mie ayam ya tentu umum sekali kan rek di Indonesia hehe . Bedanya mie ayam Taman Merjosari dengan yang lain yang karena makannya pas lagi nyantai di taman atau abis olahraga pas lagi capek-capeknya kwkwk Harganya pun cuma Rp. 6000. Tanggal tua ? Aman. 


3. Bakso Abang Getor "Gerobak Motor " 


Semua bakso di Malang tuh andalan. Ini aku beli waktu KKN kemarin pas abang baksonya berhenti di depan balai desa. Sebegitu penuhnya cuma abis Rp. 10,000. Tercocok dan Top markotoplah sama makanan satu ini. Obrolan tentang bakso Malang bisa kamu dengerin juga loh di podcastku. Disini ya  : Jarak Jauh Podcast : Bakso Ngalam, Ker !


4. Bakso Bambu Wulung Batu 




Bakso lagi, bakso lagi ... Eitss ! ini bakso bakar bambu wulung di Dau Malang . Pecinta kuliner Malang dan sekitarnya pasti tahu nih bakso bakar satu ini. Letaknya diperbatasan Batu - Malang. Warungnya ada di pinggir jalan berkelok-kelok dan disamping persawahan. Dibanding bakso bakar lainnya termasuk enak tapi murah semangkok bakso dan isian lainnya tahu, bakwan goreng dan siomay cuma IDR 13,000. Kamu juga bisa nambah pilihan lainnya. Kenapa namanya bakso bakar bambu wulung ? ya karena dinding warungnya dari bambu-bambu ( sotoy ). Kalau mau tanya yang bener langsung ke yang punya ya. hehe

Info lengkap alamatya bisa disini : https://bambuwulung.business.site/

Dan ini link  maps nya ya Maps Bakso Bakar Bambu Wulung


5. Bakso Kerikil Batu 


Bakso yang ketiga, bakso Kerikil. Letak warungnya tidak jauh dari BNS. Dari BNS kamu terus saja mengikuti jalan ke arah Dino Park, warung bakso terletak di kanan jalan. Warungnya ramai pengunjung. Rasanya ya pasti enak sesuai keramaian apalagi harganya cuma Rp. 10,000 murah bangetkan ? huhu

Sudah lengkap dengan isian sayur, bihun, bakso kerikil, bakso telur puyuh dan pangsit goreng. Ternyata request beli Rp. 7000 aja juga boleh. Mau nangis murah dan enak banget. Terlalu aman kalau dompet nipis mau jajan tapi harus kenyang. Ya ini pilihannya rek :)

Bakso Kerikil Lengkap