Saturday, 9 December 2017

Komodo National Park : Bertemu dengan teman seumuran

"Pada zaman dahulu terdapat putri yang bernama putri naga dan menikah dengan seorang pria yang bernama moja. Mereka dikaruniai dua anak kembar namun saat itu ibunya dibuat terkejut karena dua anak ini memiliki perbedaan. Anak yang diberi nama gerong berwujud manusia dan saudara kembarnya berwujud kadal diberi nama orah. Orah diasingkan oleh ibu dan bapaknya disebuah hutan karena mereka malu dengan lahirnya orah yang berwujud kadal. Ketika gerong sudah besar, ia berburu rusa di hutan dan bertemu dengan kadal raksasa, ia mengejarnya dan ingin memburunya. Kemudian ibunya sang putri naga tiba tiba muncul di depan gerong dan mengatakan jika Orah adalah saudara kembarnya. Semenjak itu masyarakat sekitar memperlakukan komodo dengan baik"


Sepenggal cerita diatas saya baca dari papan reklame yang di pajang di kantor dekat dengan gapura selamat datang Komodo National Park. Disana saya harus registrasi terlebih dahulu dan membayar sekitar 85,000 / orang . Kami masuk di area hutan konservasi untuk melihat komodo secara langsung ditemani ranger kami yang bernama Kak Didik.

Kak Didik memberikan briefing beberapa menit sebelum kami masuk ke dalam hutan. Kami diminta untuk mengikuti arahannya selama di perjalanan. Komodo yang saya temui menurut ranger rata- rata berumur 20 tahunan yang berarti komodo tersebut kurang lebih seumuran dengan saya , serasa bertemu dengan teman yang tidak pernah bertemu sekalinya bertemu kita sudah sama-sama dewasa :p

Oh ya indra penciuman komodo sangat tajam terhadap bangkai atau darah manusia jadi untuk perempuan yang sedang pms jangan coba-coba ya untuk masuk di Taman Nasional Komodo karena mereka lebih emosinal daripada kalian yang sedang pms kwk


"Kita lewat sini saja disana ada komodo yang sedang tidur" ujar Kak didik

Selama masuk area konservasi komodo kami bertemu dengan beberapa komodo yang sedang tidur, kami berjalan dengan perlahan- lahan dibelakang kak didik sambil mendengar arahan dan ceritanya bagaiamana komodo bertahan hidup.

Setelah menetas dari telur, komodo kecil akan memanjat ke atas pohon besar dan berlindung diatas pohon tersebut untuk menyelamatkan diri dari serangan hewan-hewan lain selama beberapa tahun hingga ia cukup besar.

Disana juga terdapat binatang lain seperti rusa dan kerbau yang katanya sebagai makanan komodo ketika ia lapar bahkan manusia pun bisa menjadi buruannya jika hewan-hewan tersebut sudah habis jumlahnya di hutan. Begitulah cerita ranger ketika bercerita tentang makanan komodo.

 Foto bersama teman seumuran. 
((ape lo liat-liat ))


Disamping dermaga Pulau Komodo juga terdapat pantai yang sangat cantik namun ketika disini juga perlu berhati - hati karena beberapa komodo juga sering berjalan- jalan di sekitar di pantai. Ketika bermain dipantai kami masih ditemani dengan kapten dan ranger kami.

Foto bersama ranger dan kapten selama sailing.

Saya ucapkan terimakasih kepada kapten untuk bantuannya selama dua hari sailing. Banyak pengalaman, cerita dan joke yang menghibur selama perjalanan kami di labuan bajo. 

Untuk Kak Didik yang menjadi ranger kami. Pengalaman berkunjung ke Nusa Tenggara Timur menjadi begitu menyenangkan karena tidak hanya bertemu dengan teman sebaya yang sudah menjadi seven wonder of the world sedangkan teman sebayanya yang lain masih disini sini aja. Hehe Bertemu dengan orang baru dengan cerita yang menarik membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan.

Teman- teman yang berniat sailing with pleasure for contact me , saya akan share dan bantu semaksimal mungkin  :D

Tuesday, 14 November 2017

Sehari Berbagi Selamanya Menginspirasi : SDN Tawangrejo


Taraaa.. seminggu lalu saya mendapatkan pengumuman jika saya diterima menjadi bagian Kelas Inspirasi Mojokerto. Hari senin. 13 Nopember benar - benar hari yang sangat saya tunggu karena kelas inspirasi kali ini saya diterima menjadi dokumentator di SDN Tawangrejo. Sebenarnya tanggal ini juga menjadi hari jadi saya yang 23 tahun dan senangnya hari ulang tahun kali ini bisa saya rayakan bersama adik-adik disana.


Selama kelas Inspirasi saya menemukan teman-teman dan keluarga baru dari mereka saya belajar apa itu kata "optimis" akan cita - cita yang saya miliki. Saya bertemu inspirator yang sudah mejadi oma namun masih sangat bersemangat untuk bercerita pengalamannya ketika kita berkumpul di acara refleksi. Beliau menjadi Ahli Gizi di salah satu Rumah Sakit di Mojokerto yang pada hari itu harus meninggalkan pekerjaannya sehari untuk bercerita kepada adik-adik bagaimana profesi dirumah sakit tidak hanya ada dokter dan perawat melainkan banyak sekali yang profesi lain yang membantu para pasien di Rumah Sakit. Oma memiliki tujuan adik-adik bisa mengetahui apa saja profesi yang ada di Rumah sakit meskipun mereka nantinya tidak memilih menjadi Ahli gizi namun mereka harus tetap bermanfaat untuk orang lain.


Dari Kelas Inspirasi saya juga belajar bila menjadi bahagia bukan hanya bersenang-senang dengan diri kita sendiri melainkan kita bisa membaginya dengan orang lain.
Saya juga mendapat kesempatan masuk di kelas Customer Service. Saya bertemu dengan mbak ayu yang setiap harinya menjadi CS di sebuah hotel. Awalnya saya sempat ragu apa yang akan diajarkan namun ketika masuk di kelas tersebut saya juga belajar bersama adik-adik jika profesi ini mengajarkan kita untuk tetap tersenyum , ramah dan peduli. Inspirator tidak hanya memberikan gambaran dari pekerjaan mereka namun menanamkan kepada adik-adik bagaimana makna dari sebuah profesi seyogyanya harus bermanfaat untuk orang - orang disekitar mereka.


Untuk teman - teman yang juga ingin menjadi bagian kelas inspirasi bisa melihat informasinya di kelasinspirasi.org kamu bisa mendaftarkan diri menjadi fasilitator, dokumentator atau fotografer dan yang pasti bisa menjadi inspirator yang sudah bekerja di profesi tersebut minimal 2 tahun. Kelas Inspirasi sudah ada diberbagai kota jadi tidak perlu bingung jika kamu yang
sudah bekerja tidak bisa cuti terlalu lama dari kantor :D

Ayo segera daftarkan dirimu karena Sehari Berbagi Selamanya Menginspirasi :)

Saturday, 4 November 2017

Sehari Tanpa Gudeg di Yogyakarta


Ceritanya sabtu-minggu kemarin lagi pengen banget jalan jalan ke Jogja selain dalam segi waktu perjalanan tidak jauh dari Surabaya, transportasi kesinipun sangatlah mudah sehingga saya bisa berangkat kapan saja dengan naik bus malam ketika weekend. 

Sesampainya di Jogja niat awal hanya jalan-jalan dan kulineran di sekitar kota. Tapi ngobrolin soal kulinernya pasti gak jauh-jauh dari yang namanya gudeg. Mungkin karena saya orang jawa timur yang terbiasa makan pedas saya jadi tidak begitu suka dengan rasa gudeg yang cenderung manis. Akhirnya saya coba browsing makanan lain dan mencoba beberapa makanan yang saya temui. 

1. Bakmi Jawa dan Tempe Mendoan di warung "Bakmi Jawa Asli Gunung Kidul" 

Di warung ini menyajikan banyak menu salah satunya bakmi goreng dan rebus. Saya membeli seporsi bakmi goreng dan Cabjay kuah malam itu. 
  
Rasa bakminya sangat terasa antara perpaduan bumbu bawang putih dan merica. Cocok dilidah dan bikin nagih karena gurihnya *udakayakPro. Hehe Makanan hangat satu ini cocok untuk makan malam ketika jogja sedang hujan. Apalagi ada tempe mendoan goreng yang bisa dicicipi ketika sedang menunggu pesanan datang. Rasanya nyicip-nyicipnya ndak mau berhenti :D

Seporsi bakmi goreng IDR 14,000 dan Cabjay kuah IDR 15,000. 



2. Lontong sayur Sumatera Uda Uni 

Sarapan selain gudeg di Jogja ? Uda uni jawabannya :D
Masakan Padang yang memiliki ciri khas sayur nangka ini cukup pas untuk menjadi menu sarapan. Menurut saya lontong sayur ini " Best food of the day " dari beberapa makanan yang saya makan di Jogja dengan perpaduan kuah santal kental dan bawang goreng yang bikin nagih.



Satu porsinya cukup murah hanya IDR 9000 sudah lengkap dengan telur. Di Uda Uni tidak hanya menujual Lontong sayur saja disini juga menjual Lontong Pencel yang juga banyak sekali peminatnya. Siap - siap mengantri dan menunggu pesanan karena peminatnya cukup ramai di pagi hari.

Lokasi : Depan stadion Mandala Krida Jogjakarta

3. Bakso  

Gak sengaja waktu jalan kaki keliling malioboro dan sekitarnya saya menemukan bakso di depan apotek Jalan Bhayangkara. Karena waktu itu keburu lapar dan saya rasa makan bakso di pinggir jalan cocok akhirnya kami berhenti dan singgah sejenak sebelum melanjutkan jalan jalan lagi ke Taman Sari . Jauuh juga ya :D 
satu mangkok bakso IDR 9000 sudah lengkap dengan bakso urat, gorengan dan tahu goreng. Kata siapa bakso cuma enak di Malang ? Di jogja juga ada :p

 


4. Angkringan Tugu 

Kurang lengkap rasanya kalau ke Jogja ndak nongkrong bareng teman-teman di angkringan.
Angkringan Tugu sepertinya sudah sangat terkenal untuk dikunjungi namun apa salahnya untuk mencoba minumannya ketika malam. Ada susu jahe , jeruk jahe  dan berbagai minuman hangat disediakan disini.

Menikmati suasana Jogja di malam hari cukup dengan bersantai di lesehan dan menikmati keramaiannya dengan berbagai jajanan street food yang disediakan di angkringan ini.




Masih banyak kuliner jogja selain gudeg yang bisa dikunjungi namun empat pilihan diatas jaraknya tidak jauh dan masih disekitar Kota Jogja jadi cukup mudah jika kalian ingin kunjungi :)

Thursday, 26 October 2017

TRAVELOKA BERSAMA ANAK KANTORAN DI KAKI GUNUNG

Anak jaman sekarang mana mau yakan yang ribet-ribet. Lagi kepengen sesuatu langsung klik aja yang kita suka di toko online.
Lagi laper kepengen makanan tapi mager tinggal order pakai layanan delivery kemudian datang dan tinggal makan. Apalagi anak kantoran yang punya banyak deadline. Pas lagi lembur-lemburnya terus stress dan sumpek pengen makan enak dan mau apa aja tinggal duduk-duduk dan klik apa yang kita suka.

Namun ternyata semua itu beda ketika saya punya kantor dikaki gunung Penanggungan. Tahu gunung penanggungan gak? Nah itu gunung yang viral waktu Al bersama teman-temannya diberitain pertama kali muncak. Gunung yang tiap hari bisa saya lihat langsung tanpa harus nonton infotainment. 

Disini gak ada satupun warung yang punya layanan delivery bahkan fasilitas penunjang hiburan masih jarang karena sangat jauh dari kota. Kafe aja gak ada gimana ada hiburan hihi

Kebayang dong kalau lagi lembur gimana suramnya dikantor. Boro-boro nih ada layanan delivery, saya saja gak yakin kalau disini ada abang ojek yang gunain aplikasi : ada orderan - ambil lalu tinggal antar. Kalaupun ada kayaknya gak berani juga karena setiap sudut jalan menuju kawasan industri sudah jadi wilayah preman bahkan catering makan siang langganan kantor saja pernah distop dijalan karena lupa ngasih under table bulanan ke mereka. Yaudah nasib sekantor gak makan siang :(

Tapi bukan anak muda namanya kalau gak cari-cari hiburan. Kerja boleh dikaki gunung tapi jangan sampai informasi nggak up to date dong. Hiburannya tiap siang dan malam penghilang penat cuma satu apalagi kalau bukan social media yang bisa dipantengin buat ngrencanain jalan-jalan dan kabur dari sini tiap weekend. 

Kemudahan informasi di social media bukan berarti nggak ada halangannya. Dikantor saya jaringan berbagai operator itu hanya H+ paling kencang 3G itupun cuma sekian detik. Kadang ada kadang juga ngilang. Itupun iya kalau saya di ruangan terus jadi bisa nebeng wifi kantor kalau pas dilapangan rasanya koordinasi via group chat sedikit maksa :D

Pernah nih siang-siang waktu dikantor tiba-tiba kuota nipis sementara wifi kantor lagi ada gangguan dan urgent harus hubungin supplier. Bukan supplier sih yang urgent tapi bales chat gebetan. Sumpah pas ngandat bisa bikin panik *loh*. Mana tahukan keluar kantor dan cuma beli kuota internet bisa jadi mager banget disamping tempatnya cukup jauh saya juga butuh balas cepat. Bayangin aja uda ketemu susah masa komunikasi juga. Kapan nikahnya kita-kita? Eh kapan kelarnya kerjaan kita? *jadicurhat

Sekarang saya sudah gak panik lagi kalau kuota nipis semenjak ketemu jodohnya.  Berawal dari pekerjaan saya yang juga berkaitan dengan booking tiket dan hotel akhirnya teman saya memberitahu jika di traveloka juga memberikan kemudahan untuk top-up pulsa dan paket data internet sehingga apa yang saya butuhkan baik itu dari segi pekerjaan dan kebutuhan pribadi bisa dilakukan dalam satu layanan.

Di traveloka top-up pulsa dan paket data internet dijual dengan harga terjangkau bahkan banyak pilihan kuota sesuai operator yang digunakan. Malah bisa tuh mantengin harga promo paket data dan jauh lebih murah karena disini counter yang jual kuota minim banget jadi kadang harganya lebih mahal++. Kan gak lucu saya harus nunggu balik ke kota dulu buat beli paket kuota dengan harga yang terjangkau.

Jadi saat ini traveloka bukan hanya membantu saya untuk kabur dari kaki gunung dengan memberikan kemudahan layanan booking tiket dan hotel. Lebih dari itu traveloka membantu untuk memperlancar komunikasi saya dengan orang - orang diluar sana. Pengertian banget kan ya? Pacarin aja nih !



Nah caranya cukup mudah kalian tinggal klik layanan top-up. Pilih kuota internet yang kalian butuhkan. Kemudian transfer pembayaran dan gak harus nunggu lama beres deh kuota penuh kembali. Apalagi kalau malem-malem kuota nipis. Fix diatas jam 9 jalanan kosan diperdesaan sudah sepi dan gak ada kehidupan.  Balik lagi aja ke kosan terus klik layanan top-up di traveloka dijamin lebih aman.
Setelah itu stalking gebetan, mantan dan mantan gebetan tengah malam #JadiBisa lancar. Hehe



Terimakasih traveloka. Yang tadinya bisa jadi susah sekarang jadi bisa mudah. 


Cheers.



Anak Kantoran Kaki Gunung.

Monday, 9 October 2017

KULINER : MENCARI KEHANGATAN DI BAKSO PRESIDENT MALANG

Warung Bakso President disamping Rel Kereta Api
MALANG. Kota yang lebih sejuk dibanding kota lain di Jawa timur ini akan terasa kurang ketika dikunjungi jika kamu belum nyobain bakso disini :D
Bakso atau biasanya orang malang menyebutnya dengan terbalik (read : OSKAB ) menjadi andalan warga dan mahasiswa rantaunya ketika malang sedang dingin-dinginnya. 

Disetiap tempat pasti akan mudah menemukan kuliner satu ini. Mau ditikungan, dipojokan , di pinggir jalan, abang naik motor, di dorong, diwarung pasti akan sangat mudah ditemui di Malang. Gak perlu takut nyoba bakso di Malang karena rata-rata rasanya dijamin enak. Tinggal pilih aja yang sesuai kantong kalian hehe


Tapi kali ini saya ingin mencoba bakso legendaris khas Malang dengan tempat makan nuansa yang berbeda karena tempat makannya berada disebelah rel kereta api. Yaps. Bakso President yang berdiri sejak tahun 1977.
Usut punya usut bakso ini dinamakan bakso president karena sempat menempati warung di belakang bioskop president. 


Sensasi makan bakso ketika kereta lewat salah satu hal menarik yang akan kamu rasakan saat makan bakso disini karena rel berjarak kurang dari 1 meter. Lagi enak-enaknya menikmati bakso sambil ngobrol harus ter skip ketika iklan lewat dengan kencangnya :D

Jangan heran kalau bakso president ramai setiap harinya karena bukan hanya menawarkan tempat yang unik namun menawarkan rasa bakso yang enak seperti bakso malang lainnya yang menyiapkan tambahan lain mulai dari bakwan goreng, somay, jerohan dan mie bahkan disini juga ada bakso bakar yang menurut saya rasanya memang worth it sebagai salah satu kuliner legendaris di Malang.

Note :
Harga seporsi Bakso Campur ( somay , gorengan , bakso) IDR 16,000
Bakso Bakar IDR 12,000
Tambahan Somay dan Aneka Gorengan per pcs IDR 3,000

Alamat : 
Jalan Batanghari No.5, Rampal Celaket, Klojen
Jika dari arah Surabaya lewat jalan Letjen Supratman melewati hotel Savana lalu bertemu perempatan Simpang Luwe ( di dikiri jalan) kemudian belok ke kiri setelah melewati Rel kereta Api terdapat jalan gang di kiri jalan. Masuk ke gang tersebut, bakso President berada di kiri jalan.

Saturday, 23 September 2017

BUDGET TRAVEL VERSI SAYA. PULAU KOMODO I AM COMING !


Minggu lalu saya bersama dua teman saya memiliki kesempatan untuk traveling ke Pulau Komodo di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur. Bicara soal traveling pasti tidak jauh- jauh dari budget yang disiapkan bahkan terkadang keinginan untuk traveling tertunda karena ada kebutuhan atau prioritas lain. Namun kurang asik juga jika masa muda kita belum mencoba hal baru dan mengunjungi tempat yang baru karena masih terhalang oleh masalah financial.

Sekali lagi , ini masalah prioritas dan kebutuhan kita. Jika dirasa traveling bukan prioritas maka bisa ditinggalkan bacaan ini atau bisa sekedar menjadi informasi kali aja suatu hari kepikiran untuk ke Labuan Bajo hihi

Ada beberapa tips dan trik untuk ke Labuan Bajo dari Surabaya untuk mendapatkan versi budget yang paling minim dari mulai akomodasi hingga biaya sailing :D

1. Transportasi ke Labuan Bajo.

Jalan - jalan versi karyawan terkadang terkendala oleh waktu karena tidak memiliki jadwal libur yang banyak sehingga cukup kesusahan jika harus memilih transportasi biaya minim seperti menaiki kapal dari pelabuhan ke pelabuhan. Bisa menghabiskan waktu dijalan yang cukup panjang bukan? :D

 Pulau Padar 

Kamu bisa booking tiket pesawat minimal H -3 bulan sebelum keberangkatan. Rata-rata tiket seharga 1 juta rupiah namun bila jauh - jauh hari bisa sekitar 900 ribuan dari surabaya ke labuan bajo. Supaya tidak terasa berat kamu bisa membelinya satu per satu setiap bulannya untuk Pergi dan Pulang.
So budget untuk PP Surabaya - Labuan Bajo sekitar 2 juta rupiah. Fyi, untuk tiket pesawat dari Surabaya akan transit di Kupang atau Denpasar.

2. Akomodasi Sebelum dan Sesudah Sailing

Jika dilihat dari jadwal penerbangan maka sudah dipastikan jika keberangkatan dan kedatangan sampai di Labuan bajo rata - rata sore hari sehingga ketika kita sampai harus menginap satu hari terlebih dahulu dan melanjutkan sailing esok harinya. Disini kita harus pintar-pintar memilih penginapan sehingga saya memilih kamar seharga IDR 150,000 untuk 3 orang di hari itu. Fyi, waktu sailing juga sering berakhir sore hari sehingga kita juga butuh menginap semalam sebelum keesokan harinya flight untuk pulang. Sebenarnya masih banyak kamar - kamar murah lain dan cukup layak yang bisa digunakan sebagai tempat menginap semalam namun kamar-kamar ini tidak tersedia di situs online seperti booking.com atau agoda namun kamu bisa kontak saya untuk informasi penginapan lokal disana :D

Untuk makanan dilabuan bajo harganya masih sangat logis meskipun menurut masyarakat sekitar bahan - bahan makanan didatangkan dari pulau lain jadi sekali makan disana sekitar IDR 15,000 dan sudah cukup worth it jadi menurut saya kalau soal makanan bisa sesuai selera masing - masing.

3. Pilih Paket Sailing ke Pulau Komodo yang pas dikantong.

 Taman Nasional Komodo

Banyak sekali agen travel yang menawarkan paket sailing mulai dari 3D2N atau 2D1N karena saya hanya memiliki waktu libur terhitung dari hari sabtu hingga selasa. Maka saya memilih 2D1N untuk sailing dengan open trip bersama teman-teman baru. Harga paket saya IDR 1,500,000 dengan fasilitas makan dan minum selama sailing, snack ,alat snorkling , guide ditiap tempat wisata dan fasilitas tidur di kapal open deck. Menurut saya kapal open deck sudah sangat nyaman untuk sailing 2D1N dengan pemilihan tempat wisata yaitu Pulau Kanawa, Pulau Padar, Pulau Komodo, Pantai Pink Beach dan Loh Buaya ini sudah lebih dari cukup dari ekspekasti saya :D

Namun kamu bisa juga memilih 3D2N jika dirasa memiliki budget dan hari libur lebih, tidak hanya itu saja kondisi badan yang fit berpengaruh ketika sailing karena selama perjalanan kita akan sering hiking yang pastinya akan menguras tenaga jadi harus lebih dipikirkan kembali dalam pemilihan paket travel sailing.

Oh iya untuk masuk Taman nasional komodo kita harus membayar kembali tiket masuk seharga 80,000 per orang jadi jangan lupa siapkan budget ini juga ya.

4. Transportasi di Labuan Bajo. 

Di labuan bajo kita bisa memilih penginapan yang tidak jauh dari bandara internasional Komodo dan Pelabuhan Labuan Bajo sehingga kamu nantinya tidak mengeluarkan banyak  budget untuk menaiki kendaraan. Kamu bisa memilih agen sailing yang menawarkan jemput gratis dan bandara ke hotel sedangkan kembali ke bandaranya bisa menyewa mobil atau taxi sekitar IDR 50,000. Jika ingin lebih hemat bisa menaiki bemo IDR 5,000 per orang.

5. Oleh - oleh di labuan bajo

Tidak lengkap rasanya jika ke labuan bajo pulang tidak membawa oleh - oleh. Nah yang paling sering saya temui yaitu kopi flores dengan cap komodo. Namun jika kalian ingin lebih murah bisa membelinya di toko seperti Denni market disekitar pelabuhan. Haganya paling murah di antara toko-toko yang lain :D Sekitar 34, 000 - 55,000 untuk satu bungkusnya karena beda ceritanya jika kalian beli dipusat oleh-oleh harganya sangat jauh sekali perbedaannya selisih IDR 15,000 :D

Jadi Budget minimal yang harus disiapkan untuk sailing komodo 2D1N sekaligus PP Surabaya - Labuan bajo sekitar IDR 3,750,000 dengan fasilitas yang sudah saya sebutkan diatas ya hehe

Rincian budget minimal Sailing Pulau Komodo :

PP Tiket pesawat : IDR. 2,000,000
Paket Sailing 2D1N : IDR 1,500,000
Transportasi dilabuan Bajo : IDR 30,000
Makan 2X : IDR 30,000
Penginapan 2 malam : IDR 100,000 / orang
Tiket pulau komodo : IDR 80,000/ orang

Total 3.740,000

Budget diatas adalah versi saya dari pengalaman kemarin namun bisa lebih minim jika menginap di penginapan dan memilih transportasi yang lebih murah. Apalagi traveling bersama teman-teman yang lebih banyak sehingga pengeluaran bisa dibagi atau patungan dengan banyak orang.

Semoga informasi ini bermanfaat ya. See you in other budget travel. xoxo



Wednesday, 16 August 2017

Perjalananan Mengingatkanku..



Terminal Ubung, 11 February 2017.


“Pak saya sudah janji dengan teman saya disini” kalimat saya dengan suara tertahan di tenggorokan. Serak kekurangan air sejak pagi.
“Bruuaak” tangan bapak angkot menggebrak meja dengan air botol 1,5 liter pas ditengah meja antara saya dan teman saya. Kembali saya dengarkan kalimat paksaan yang sudah berulang kali saya dengarkan semenjak 30 menit lalu memutuskan duduk didepan Circle K.
Tangan saya mulai sedikit bergetar membuka aplikasi Uber di Handphone. Saya terhimpit karena wajah seram kedua bapak ini hanya mengincar wajah saya yang hampir dicakar-cakar. Teman-teman saya melihat dan berharap ada pertolongan.
Setidaknya pada hari itu saya sudah melakukan 3 hal bodoh diperjalanan saya.
Pertama, kebodohan yang sudah tertanam diwajah saya ntah sejak kapan. Wajah tanpa dosa sok berani saya ketika berbicara kepada sopir angkot ternyata malah jadi boomerang saya sendiri. 

Ibu saya selalu bilang ke adik laki-laki saya dirumah. " Ajak mbakmu aja soale mbakmu mesti lebih berani ngomongnya. Ndang mbak anterin adekmu " Kalimat ini tak berubah semenjak adik saya masuk TK hingga sekarang ia sudah semester 5 diperkuliahan. 
Tapi bagaimanapun juga bukan hal yang tepat untuk menjawab dan berbicara kepada dua sopir angkot ini, yang ada mereka malah makin marah.

Yaa Tuhan maafkan hambamu, beri petunjukmu. Keluarkan hambamu dari sini lewat perantaramu. Doa saya siang itu. Toh apa yang harus disesali, dalam kondisi apapun menjadi perempuan tetap harus kuat. Minta bantuan Tuhan adalah jawaban yang tepat. Setidaknya hal bodoh ini membuatku mengingat aku punya Tuhan.

Kebodohan yang kedua pada perjalanan hari itu. 
Bukan saja saya sok berani sehingga mengudang ketertarikan mereka untuk mengajak duel. Hanya saja sama halnya dengan lelaki lain yang tak suka dengan penolakan. Mereka pun menolak untuk menyadari jika harga angkotnya tidaklah wajar.
Apalah kami pontang panting kerja untuk liburan tetap saja hanya bisa dengan budget minim. Saya baru sadar betapa bodohnya saya waktu itu, saya malah turun persis di depan angkot nge-tem. Seharusnya saya bisa turun sebelum terminal mencari tempat yang jauh.
Buka aplikasi Uber, naik , adem , nyaman dan yang pasti murah haha. Craps ! bentakan rewel mereka pas disebelah kanan telinga saya membuka lamunan saya kembali. Tapi lagi lagi saya nggak mau nyesel. Toh saya juga nggak tahu akan runyam seperti ini terlebih layaknya seorang perempuan yang berpikir jangka panjang. Suatu hari hal ini pasti akan berguna. Teman - teman saya yang akan pergi ke tempat yang sama tidak boleh mengalami hal yang sama.

Mencoba mengingat satu hal bodoh lagi pada hari itu. Menolak preman dengan ramah dan pura -pura tidak tahu akan pergi kemana salah satu hal paling bodoh yang pernah saya lakukan. "Preman kamfret" hardik saya dalam hati. Kalau saja saya tidak ingat kapal akan berangkat mungkin saya biarkan liburan saya di Circle K sampai besok. Biarkan, toh perempuan selalu tidak mau kalah. Namun saya tak begitu adanya, saya ingat teman-teman yang ingin sekali membuang penat. Saya turunkan kalimat-kalimat saya seperti menghadapi preman kantor. Deal ! Kita berangkat naik angkot yang sudah dinego sampai jongkok harganya tetap 2X lipat lebih mahal dari pada Uber ataupun Taksi. 
Saya nggak nyesel keluar uang lebih. Kenapa ? karena waktu turun malah saya lebihkan lagi ongkos angkotnya. Tiba - tiba waktu itu saya jadi sok sabar ketika mengingat cerita novel ''99 Cahaya dilangit eropa'' dimana seorang pasha muslimah cantik jelita asal turki yang diperankan oleh Raline shah *Hatsah* membalas orang-orang yang membicarakan keislamannya dengan membayar tagihan makan mereka disuatu restaurant.

Rasa emosi tidak harus dibalas membentak balik tapi mungkin kita bisa melakukan sebaliknya. Saya lega bisa melakukannya yang membuat mereka meminta maaf kemudian meminta nomor handphone saya untuk di save barangkali ketika kami pulang perlu dijemput.

''Fix gak mau ''  Saya balik meminta nomor Handphonenya dengan alasan setelah itu akan saya misscall - sampai tulisan ini dibuatpun tidak pernah saya hubungiLumayan sebagai kenang - kenangan perkenalan kami. hehe


PS : Cerita ini saya persembahkan dalam rangka menulis bersama @NyincingDaster dengan tema #3HalBodohYangTidakAkanKuSesali

Monday, 14 August 2017

NUSA PENIDA : PERJALANAN SINGKAT KE PANTAI ATUH DESA BANJAR PELILIT

Semenjak saya posting beberapa foto saya di Nusa Penida Bali sering sekali banyak yang bertanya mulai dari letak Nusa Penida hingga bagaimana transportasi dan fasilitas disana :D

Well, nusa penida berada di provinsi Bali. Jika ingin kesana kamu bisa naik kapal ferry dari sanur dengan harga tiket sekitar IDR 75,000 - 100,000 .

You can read for estimate budget in Budget Ngepas Tapi Puas : Nusa Penida

After that, let's here I will share about Atuh Beach in Banjar Pelilit Nusa Penida. 

Sudah beberapa bulan lalu saya mengunjungi Nusa Penida Bali. Sumpah ! sampai sekarang kayaknya susah move on gitu haha 

Parah  bagus banget pemandangan disana meskipun harus ekstra hati-hati ketika mengendarai motor untuk sampai ke pantai. Nah , saat itu sebelum kembali pulang ke Sanur. Saya masih sempat mengunjungi Pantai Atuh di Desa Banjar Pelilit sekitar jam 9 siang. Lama perjalanan dari Homestay saya di toyapakeh ke pantai tersebut sekitar 3 jam.


Arah ke pantai Atuh kamu akan melewati jalanan aspal yang melilit ekstra curam, jalanan aspal tersebut tidak dapat diduga-duga kapan akan berbelok ke kanan ataupun ke kiri. Saya bahkan sampai menyalakan klakson tiap tikungan yang saya lewati :D


Sekitar 45 menit melewati jalanan aspal yang melilit. Kami sering bertemu dengan arah yang membingungkan dan jalanan batu kapur yang tidak rata. Sepertinya semua jalan menuju pantai di Nusa Penida memang menjadi suatu tantangan tersendiri bagi pengunjungnya karena medan yang dilewati masih cukup sulit dilalui kendaraan bermotor apalagi kendaraan beroda empat.


''Kik naikin kakimu ke atas. Awas terkilir bebatuan'' teriak teman saya dari belakang ketika saya meluncur mengendarai motor dari atas.
Jalan curam menuju pantai berulang kali kami lalui dengan ekstra hati - hati terkadang kami berhenti sejenak untuk melihat jalan apakah aman untuk kami lewati.



Sampai diparkiran kita hanya perlu membayar IDR 5,000 / orang dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk turun ke pantai atuh. Jalanan membelah menjadi dua antara pantai atuh dan nusa pelilit. Sebelah kanan nusa pelilit dan Sebelah kiri pantai atuh yang bisa kita nikmati bersamaan !


''Pak turun ke bawahnya curam tidak  ?'' Tanya kami.

''Ada tangganya kebawah, cuma 225 anak tangga'' jawab si bapak dengan bergurau.


Karena sudah nanggung akhirnya kami turun perlahan tanpa pengaman apapun. Kebayang angin begitu kencang rasanya seperti ingin terdorong kebawah dan ombak pantai atuh dibawah sudah siap menompang :D

Tidak ada siapapun di pantai ini hanya kami berempat yang tidak sabar untuk turun sambil bergurutu bagaimana naiknya nanti.



Setelah puas bermain, siang itu kami kembali ke Toyapakeh jam 11 siang dan bergegas ke pelabuhan Toyapakeh untuk kembali ke sanur. Saya kembali ke sanur dengan menaiki Kapal Ferry Maruti Express paling terakhir sekitar jam 3 sore dengan harga tiket IDR 75,000.

Fyi, tiket  harus reservasi terlebih dahulu sehari atau beberapa jam sebelum keberangkatan sesuai dengan ketersediaan seat. Biasanya homestay di Nusa Penida akan membantu reservasi tiket pulang.

Berharap someday bisa balik ke Nusa Penida dan menginap di dekat pantai Atuh.
Yakin nih kamu ndak pengen jalan-jalan ke Nusa Penida ? :)


Wednesday, 26 July 2017

PANTAI DI UJUNG TULUNGAGUNG. KEDUNG TUMPANG !

Angel Billabongnya Tulungagung , Kedung Tumpang

 '' Ini benar jalannya ?'' tanya saya ragu kepada Faiza (teman saya) ketika mengendarai motor. Faiza sesekali melihat layar aplikasi mapnya yang mengarah membingungkan sejak kami mulai masuk ke jalan berbatuan. Sepi sekali tidak ada satupun orang yang lewat bahkan tidak ada motor yang berjalan ke arah kami. Faiza berulang kali harus turun dari motor tak kala ada tanjakan bebatuan bercampur dengan tanah liat yang sedikit licin.

Siang itu kami berharap sampai di Pantai Kedung tumpang tepat waktu saat perjalanan terasa begitu jauh dan kurangnya arah jalan menuju pantai tersebut. Saya sempat melihat awan sedikit mendung, saya pikir jika langit mendung maka Pantai Kedung tumpang akan terlihat biasa saja karena tidak ada pantulan cahaya ke arah karang-karang dipantai tersebut.


Beruntunglah kami berdua masuk di desa Pucanglaban cuaca kembali panas bahkan lebih terasa begitu menyengat. Motor kami dihentikan di jalan perdesaan oleh seorang bapak untuk membayar tiket masuk Pantai IDR 5,000 / orang, sedikit heran karena saat itu dari posisi kami masih belum terlihat tanda-tanda terdapat pantai didekat area tersebut.

Setelah melanjutkan perjalanan kembali dan mendapatkan informasi jika arah pantai tidak jauh dari posisi kami akhirnya saya melihat arah beberapa pantai di desa Pucanglaban. Saya langsung membelokan motor saya ke arah kanan dan melewati persawahan warga.

''Kik..kik itu pantainya '' Sorak faiza dibelakang saya.

Perbukitan menuju Pantai Kedung Tumpang seperti jalanan untuk offroad motor cross :D

Kami berhenti sejenak memarkir motor dan beristirahat sebelum berjalan kaki menuju Pantai Kedung Tumpang yang mengarah kebawah dari tempat kami istirahat. Tidak ada pengaman apapun untuk menuju kebawah kecuali tali yang bergelantungan yang digunakan untuk berpegangan supaya tidak terperosok. Jalan kebawah begitu curam dan licin, sesekali saya berpegangan batang- batang pohon ketika saya turun.

Pantai Kedung Tumpang dari atas. 

Kemudian saya duduk di pinggiran bukit yang mengarah ke arah pantai. Terdengar beberapa orang yang sedang bercerita jika beberapa bulan lalu ada anak yang berenang di kolam yang mirip dengan Angel Billabong tersebut terbawa arus ombak yang tiba-tiba datang. 

Dari cerita tersebut saya tidak berani untuk turun ke kubangan air seperti di Nusa Penida, karena jarak antara tepi kolam dan pantai cukuplah dekat. 

Untuk informasi saja supaya berjaga - jaga. Jika ke pantai Kedung Tumpang lebih mudah untuk turun ke pantai meskipun harus berhati-hati sedangkan naiknya ? Jangan harap semudah turunnya :D 

Hanya dibekali tali untuk panjat tebing yang curam dan bergelantungan di akar akar pohon tanpa pengaman. Ini bener-bener gak safety untuk kalian haha 

Penuh perjuangan untuk sampai atas kembali. Kemudian harus melewati beberapa anak tangga untuk sampai diparkiran. Saya sendiri sudah ngos-ngosan sebelum sampai keatas bahkan kepala saya sempat bertabrakan dengan batu. APES !! haha

selfie with faiza karena ndak ada yang motoin


    Pemandangan yang saya lihat disamping kanan 


Namun tidak ada salahnya untuk berkunjung ke Kedung Tumpang. Selain pemandangan yang tidak kalah dengan Nusa Penida Bali, pantai ini masih asri dan belum banyak yang pengunjung dan cocok untuk kalian yang suka panjat tebing :D

Yang pasti tetap jaga keamanan kalian ya. Safety first guys ketika berlibur hehe

Monday, 24 July 2017

Potret Pelabuhan Tanjung Tembaga hingga Pulau Gili Ketapang Probolinggo

Hawa panas dan bau anyir pelabuhan mulai terasa, penjaga pelabuhan menarik tiket masuk tiap motor yang berdatangan. Terlihat dari pintu masuk sudah banyak kapal yang berjejeran. ''Pemandangan yang asyik pikirku.'' Handphone yang sejak tadi ingin saya keluarkan untuk memotret tiap jengkal dermaga akhirnya bisa dengan leluasa mengambil foto nelayan yang akan pergi melaut ketika saya sudah bertemu bang Marom salah satu guide menuju Gili ketapang siang itu.



Beberapa menit menghabiskan waktu bercerita di dermaga untuk menunggu rombongan yang lain lengkap, kami dipersilahkan naik perahu nelayan tanpa cabin dan langsung duduk diatas atapnya. Tak anyal panas menyengat begitu terasa tak kala kapal nelayan harus berputar putar terlebih dahulu sebelum keluar dari pelabuhan.


Setengah perjalanan ditengah laut mulai terasa angin dan ombak bersautan, percikan air naik keatas kapal nelayan mengenai awak-awak yang duduk dipinggiran.
Saya sesekali berpegangan tiang yang digunakan untuk mengikat layar. Gelombang ombak begitu terasa di kapal nelayan yang berukuran kecil yang diisi kurang lebih 20 penumpang.



Bahkan ketika kapal terkena ombak maka penumpang diatasnya bisa seperti terpantul. Sama halnya ketika naik motor tiba-tiba melewati polisi tidur yang tinggi. Mungkin bisa juga seperti wahana roll coaster tanpa rel yang mengikuti alunan ombak menerjang naik keatas , menghantam kebawah terkadang miring ke kanan dan ke kiri. Hingga sampai ada penumpang yang mabuk laut dan memejamkan matanya sepanjang perjalanan.

Saat laut mulai tenang, terlihat dari jauh sebuah pulau kecil dengan warna laut biru yang lebih jernih berbeda dari kejauhan , dipinggiran pantai anak - anak bermain air dan berenang bersama- sama tak ayal kulit mereka begitu gelap namun terlihat begitu riang. Para nelayan sibuk memasang jala dan memancing diatas kapal mereka.


Anak - anak Gili Ketapang berenang di siang hari.

Damai. Tak jauh dari kota tapi saya merasa ini tempat yang tenang. Tak banyak waktu yang saya habiskan , budget yang saya keluarkan. Namun semuanya cukup dan tepat.

Jikalau ada waktu. Sangat disayangkan sampai terlewat menikmati lautan dari Pelabuhan tanjung Tembaga hingga Pulau Gili Ketapang Probolinggo.
Laut akan kembali menyadarkan jika dunia tak ada habisnya. Seberapapun berlari mengejar tak ada puasnya. Seberapapun merasa besar tak ada apa apanya jika dibanding gulungan ombak.

Sore itu saya bersama dua teman perjalanan saya pulang dengan naik kapal yang kembali paling terakhir, kami beruntung mendapatkan jadwal ini mengingat kami berangkat lebih dulu sekitar jam 9 siang.

Jika ingin menikmati senja dari atas kapal bisa request ke Bang Marom untuk kembali ke Pelabuhan dengan kapal paling sore tentunya akan dilihat terlebih dahulu apakah kapasitas kapal memungkinkan namun silahkan dicoba terlebih dahulu :)





NB : Paket untuk Gili Ketapang under IDR 100K sudah termasuk PP dari Pelabuhan ke Gili Ketapang, snorkling, makan siang dan dokumentasi under water. Bisa menghubungi bang Marom di 0852 - 1121 - 1347. Semoga menyenangkan :)