Tuesday, 31 January 2017

1 Day Trip : Ada Balon terbang Cappadocia di Blitar

Hallo ! Saya baru saja mengunjungi kota yang tenang dimana alam, budaya dan sejarah bisa nikmati dalam satu paket lengkap. Namun sabtu minggu kemarin saya hanya mengunjungi wisata alam disana, kota dimana Bung Karno dimakamkan. BALI-tar. Bukan bukan tapi BLITAR ! 

Sekitar jam 5 sore saya bersama teman saya baru sampai di kota Blitar. Kami baru naik bus dari Mojokerto ke Blitar pukul 13.00 WIB. Sebenarnya kami sudah stand by sekitar jam 10 pagi namun kami mencoba untuk pergi ke stasiun untuk mencari tiket keberangkatan ataupun tiket pulang. Namun hasilnya nihil karena kereta masih akan berangkat di waktu yang sama pukul 13.00 WIB dan harus berdiri dari stasiun mojokerto ke stasiun Blitar. 

Akhirnya kami memutuskan untuk naik bus karena durasi perjalanan naik bus lebih singkat dibanding dengan naik kereta. Namun yang harus diketahui naik Bus mojokerto /Surabaya - Blitar yaitu 3 kali lipat naik kereta. Sekitar IDR 45,000 sedangkan kereta hanya IDR 15,000. Cukup ekonomis dan sangatlah terjangkau. Jadi untuk teman-teman yang berniat ke Blitar dari Surabaya harus booking beberapa hari sebelumnya dan tiket tidak bisa dibeli secara online. Kita harus beli langsung distasiun. *Alasan gak beli jauh-jauh hari karena gak ada waktu* eh


kami menginap di Hotel Sri Rejeki setelah kami mendapatkan rekomendasi dari rental montor tentang penginapan murah di Blitar. Kesan pertama berada didepan hotel ini ketika malam hari, saya benar-benar ragu. Terlihat tua dan sangatlah sepi. Kami berdua harus berdiskusi beberapa menit untuk masuk ke parkiran hotel ini :D 

Harga kamar dimulai dari IDR 40,000 - 250,000 Kami pun memilih harga IDR 70,000 dengan fasilitas televisi, kamar mandi dalam, double bed dan kipas angin. Tapi serius saya tidak memiliki foto kamar sama sekali supaya kalian penasaran jika berlibur ke Blitar dan harus menginap disana. Sensasi ala bacpaker benar-benar terasa di hotel ini. Saya pun dari awal ketika booking kamar meminta bapak penjaga hotel untuk diarahkan dikamar yang tidak jauh dari resepsionis *saking berasa parnonya...


Menurut saya hotel ini cocok untuk jalan-jalan budget minim dan jika hanya untuk numpang tidur saja. Ketika pagi waktu saya check out sudah banyak mobil dan motor di parkiran bahkan sempat ada tamu yang ditolak ketika akan booking karena kamar sudah full booked. Jadi sebenarnya tidak perlu takut untuk menginap disini karena banyak wisatawan yang memilih hotel ini disamping murah letaknya pun juga strategis ditengah-tengah kota.

Pagi itu saya melanjutkan perjalanan ke Kebun teh sirah kencong namun belum jauh ke arah kebun teh kami mengganti itinerary yang sudah kami buat karena kebun teh cukuplah jauh dan waktu yang kami miliki terbatas . Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke bukit teletubies gardu kelud di desa sumberasri Blitar.
Balon terbang Cappadocia , Blitar 



 gemes juga lihat spot balon ini di tambah dengan spot-spot foto lain yang memperlihatkan keindahan bukit-bukit disebelahnya. 
Kami juga mengunjungi Alas maliran penangkaran rusa di Blitar. Sebenarnya alas maliran ini cukup unik jika dijadikan sebagai tempat wisata edukasi  namun sepertinya kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. 

Pemandangan kebun nanas sepanjang perjalanan ke Alas Maliran

Banyak anak - anak yang datang pada saat weekend bersama orang tuanya untuk berinteraksi langsung dengan rusa rusa disana.
Tiket masuk kesini hanya IDR 5000 dan kita bisa membeli beberapa sayuran untuk rusa -rusa disana. Saya berharap pemerintah setempat ataupun swadaya bisa lebih peduli dengan keberadaan rusa -rusa di Alas Maliran.


Rusa - Rusa Alas Maliran

Puas jalan -jalan ke alam dan mengunjungi penangakaran rusa, tidak lengkap rasanya jika ke Blitar tidak mampir ke kampung coklat. Saran dari saya jika ingin merasakan suasana dikampung coklat bersama keluarga mungkin bisa datang diluar hari weekend karena pada hari itu sangat ramai pengunjung. 


Kampung Coklat Blitar



Sunday, 29 January 2017

Kota Damai Punya Seribu Pantai, Pacitan !


Bukit Pantai Klayar Pacitan


Desember kemarin saya memilih kota Pacitan untuk jalan - jalan dekat dan yang pasti low budget dong !!

Sumpah.. sumpah ! Serius gak nyesel ke pacitan meskipun berangkatnya susah nyari kendaraan umum kesana. Karena hanya ada satu bus dari terminal Bungurasih surabaya ke pacitan dan kapasitas bus yang terbatas tempat duduknya. Apalagi ditambah dengan jam keberangkatan yang sangatlah jarang. Sehari mungkin hanya ada 3-4 bus berangkat dari Surabaya ke Pacitan. Jadi waktu itu sekitar jam 5 sore, saya dan teman saya memutuskan untuk naik bus dari surabaya ke Ponorogo karena tidak ada bus ke pacitan waktu itu dan kata petugas di terminal baru akan berangkat 7 malam. 

Kami sampai di Terminal Seloaji Ponorogo sekitar jam 1 dini hari dan melanjutkan perjalanan ke pacitan jam 3 pagi. Saya sudah booking motor dan janjian bertemu di terminal Pacitan sekitar jam 6 pagi bahkan sebelum saya sampai bapak yang menyewakan motor sudah stand by di terminal Pacitan hehe

Bapaknya baik banget kami berdua diajak mampir ke rumahnya yang berada pas disamping terminal dan diberikan arahan untuk urutan tempat wisata yang bisa kami kunjungi . Yaps yang pasti dimulai dari Goa Gong yang katanya terindah se-Asean sampai pantai pantai yang ada di Pacitan.



Goa Gong Pacitan

Ketika sampai di Goa Gong belum ada petugas loket yang berjaga, akhirnya ketika saya masuk bersama teman saya tidak dikenakan biaya untuk membayar tiket. Mungkin karena masih terlalu pagi kami kesana namun ketika pulang saya sudah melihat petugas mulai membuka loket dan sempat melihat harga tiket jika tidak salah tiket masuk Goa Gong hanya sekitar 3000 - 5000 rupiah. Tiket tersebut menurut saya termasuk cukup murah untuk Goa yang memang aksesnya sudah sangatlah mudah ditambah dengan ornamen dan warna lampu kerlap kerlip yang membuat Goa ini semakin cantik dan menarik.

Setelah itu kami berdua melanjutkan perjalanan ke pantai di Pacitan. Banyak petunjuk wisata di setiap jalan yang sangat memudahkan para wisatawan bahkan ketika berpindah tempat dari pantai satu ke pantai yang lain saya sama sekali tidak menggunakn google map, sesekali kami hanya bertanya kepada warga sekitar dan petunjuk yang diberikan sudah sangatlah jelas.

Pertama kami mengunjungi pantai klayar disana terdapat karang yang jika terkena ombak maka akan menimbulkan bunyi - bunyi seperti seruling.

Pantai Klayar Pacitan

Pantai Pasir Putih Pacitan

Keluar dari pantai klayar sempat dibuat galau dengan petunjuk arah yang menawarkan berbagai pilihan pantai, kamipun memutuskan untuk ke arah Pantai watu karung. Kami hanya membayar tiket di loket pantai IDR 5000 rupiah dan sudah ada petunjuk jalan pilihan pantai yang bisa kami kunjungi. Tidak jauh dari loket kami berdua sudah di suguhi dengan perahu - perahu nelayan digaris pantai.


Yuhuuu kita bisa menikmati pemandangan pantai dan sungai cokel yang berwarna hijau dengan naik perahu nelayan hanya dengan membayar IDR 10,000. Murah sekali bukan untuk mendapatkan fasilitas perahu dan panorama ala ala green canyon :D




Green Canyon euyyy :D
Sungai Cokel Pacitan


Selain masyarakatnya yang ramah sepertinya kota ini gak kenal dengan kata macet karena benar - benar sepi , waktu pertama kali sampai disana saya kira masih terlalu pagi namun sorenya juga masih terasa sepi bahkan ketika di perempatan lampu merah kita hanya menunggu lampu berganti hijau tanpa melihat kendaraan lalu lalang di perjalanan. 

Jika teman - teman ada kesempatan main ke Pacitan dari Surabaya bisa naik bus PO Aneka Jaya dengan harga IDR 55,000 dan jika pulang dari Pacitan harus booking dulu sebelumnya. Kebetulan saya dibantu bapak yang menyewakan motor untuk booking tiket bus Aneka Jaya.

Saya sampai lupa gak tanya nama bapaknya karena saking excitednya sampai disana dan langsung akrab dengan bapaknya, kalian bisa sms atau telp di nomor HP : 0878 5838 3388 

Rasanya sore itu gak mau pulang saking tenangnya disana. Sepertinya dalam waktu dekat akan kesini lagi. Pasti Pasti :D

Friday, 20 January 2017

TERDAMPAR DI STASIUN BANDUNG !




Gimana sih caranya low budget main ke bandung dari Surabaya ? Dengan jam kerja super sibuk dari senin sampai jumat. Bisa gak sih naik kereta aja ? Terus disananya kemana aja kalau cuma sabtu minggu ? Yaayaya... Lets use my way ! hihi

Saya PP naik kereta Api dari Surabaya ke Bandung. Sebenarnya saya sudah booking tiket pesawat cuma karena something happen akhirnya dapatlah tiket kereta Harina kelas ekonomi terakhir yang malah menurutku lebih hemat banget kwk


Untuk tiket pergi kereta api Harina dari stasiun Pasar Turi Surabaya sekitar IDR 230,000.  Saya ambil hari jumat jam 16.15 WIB jadi tips 1 : buat temen-temen kantoran bisa cuti setengah hari aja di hari jum'at *HematCuti* heheu Selama perjalanan kereta Harina oke - oke aja cuma pegel juga naik kelas ekonomi yang desek-desekan dan bangkunya berhadapan. Jadi Tips 2 : Saya nyaranin mending pilih kereta Mutiara Selatan karena pulangnya saya naik kereta ekonomi ini tapi saya rasa lebih nyaman karena bangkunya ga berhadapan. Kurang lebih berasa naik kelas bisnis harga tiket sekitar 275,000. Btw tiket yang saya beli saya booking H-1 Minggu. Seperti saran - saran yang lain kalau mau lebih murah lagi booking H-1 bulan yaaa hahaha *laaamaaa

Sekitar jam setengah 5 pagi saya sudah sampai di stasiun Bnadung. Ketika dikereta saya sudah booking motor dan minta anter ke stasiun bandung , gak pakai ribet persyaratan dari aa' nya . Sewa motor untuk seharinya cuma 80k. Instagramnya bisa di cek di @sewamotorbandung. Di scroll aja pasti muncul penampakan foto saya disituuuu.....

Hari pertama ke mana lagi kalau gak ke kawah putih buat jadi pilihan pertama. Sempet di puter-puter google map masuk masuk ke gang gak jelas tapi akhirnya sampe juga ke parkiran kawah putih. Langsung tuh disambut angkot orange teloletan yang angkut banyak orang. Padahal jalanannya naik turun beberapa kali tikungan tapi abangnya nyetir kenceng kayak roll coaster , sambil nahan sabar tetep aja mau ngakak ! digoyang banget rasanya karena musiknya ya tetap dangdutan *aduhay* Dari parkiran PP ke kawah putih cuma IDR 15000 dan tiket Masuknya juga IDR 15.000/ orang







Tidak menghabiskan banyak waktu untuk kami berdua berkeliling kawah putih karena waktu itu sempat mendung dan gerimis ditambah dengan belerang yang semakin tebal. Cuaca hujan yang tidak menentu membuat Bandung sore itu hujan deras ketika perjalannan kami pulang. Oh iya malamnya saya menginap di hotel Grand Kopo Bandung . 1 room standart double bad IDR 205,000 / night menurut kalian cukup murah atau gak  untuk menginap di Bandung ? mengingat saya langsung check in tanpa booking sebelumnya. Always without planning kwk
Hari terakhir ( Hari Minggu) kita sempetin main ke lordge Maribaya lembang dan Grafika di cikole. Ke grafika cuma duduk mampir makan bubur kacang ijo aja sih kwk Tapi disana bagus juga spot untuk foto foto ala ala gitu yaa.... hahahae
Grafika Cikole Lembang

Untuk tiket masuk ke Lordge Maribaya IDR 25.000 tapi pas mau naik ayunan hits ini kudu bayar lagi IDR 10,000 dan uantriiiii hahahaha saking penasarannya ....

yang lagi hits gitu di bandung :p

Untuk kuliner yang saya sempat cobain mungkin saya ceritakan nanti aja yaaa... Yang pasti liburan ke Bandung cuma Sabtu - Minggu bisa kok karena saya pun pulang dari Lembang langsung ke stasiun Bandung lagi. Sampai Surabaya Pagi dan langsung masuk siang ke kantor. *Kerjakeras Biar bisa liburan terus haha

Banyak yang tanya capek gak sih ? Kalau hati senang kayaknya ga akan capek. Pinter-pinter istirahat  aja waktu di kereta . Puas gak sih jauh jauh cuma sabtu minggu ? Itu tergantung masing-masing orang ya. Saya sih liburan gak perlu lama dan semuanya di datengin tapi rutin aja tiap weekend jalan hihi

Mungkin besok mau nulis low budget traveling lagi ke kota kelahiran Presidan SBY. Yaps tunggu certa saya mantai di Pacitan yaa !