Saturday, 25 March 2017

Lidah tersambar Nasi Bledek khas Tulungagung

Hmmm sore itu saya tidak bisa berhenti untuk menikmati Nasi bledek dengan lauk ayam lodho khas Tulungagung, saya membeli kuliner mantap satu ini di bazar Alun-alun Tulungagung yang sudah menjadi jadwal rutin warga sekitar di setiap weekend. Bagaimana tidak lezat jika ayam kampung dibakar terlebih dahulu kemudian disiram dengan kuah lodho ditambah  nasi hangat kemudian dimakan secara bersamaan.





Rasanya benar-benar khas dan menggunggah selera apalagi yang paling beda dari makanan khas Tulungagung satu ini yaitu Sayur tewel atau nangka muda yang hampir mirip dengan gudeg bedanya makanan satu ini memiliki rasa yang super pedas, langsung ketagihan pertama kali mencobanya karena selama ini saya tidak begitu suka dengan gudeg yang memiliki rasanya terlalu manis mungkin karena sudah terbiasa dengan makanan khas Jawa Timur yang terkenal dengan berbagai makanan pedasnya. Tak lupa ada tambahan urap-urap yaitu campuran antara sayuran dan kelapa yang sudah diparut dan dibumbui dengan cabe merah , bawang putih, gula dan daun jeruk purut.



Ada makanan yang saya temui yang membuat saya bernostalgia dengan telur goreng yang sering saya beli ketika saya masih di Sekolah Dasar namun telur kali ini berisi pentol atau bakso yang di goreng. Mencoba satu sunduk saja tidak akan cukup karena perpaduan telur dan pentol goreng benar-benar membuat ketagihan  :D



Satu lagi hal yang tidak boleh terlewatkan dari bazar malam itu yaitu Bianglala, wahana yang selalu ada dan sudah menjadi bagian dari sebuah bazar atau pasar malam. Jika ingin naik wahana satu ini siap-siap bersabar untuk mengantri giliran menaikinya. Saya sudah terlalu sering naik bianglala jadi kali ini melihatnya dari bawah sudah terasa cukup.

Pemandangan lain yang sempat saya potret , penjual baju ling-ling yang lucu dimana warna merah merona menjadi pusat perhatian saya untuk menutup jalan-jalan saya malam itu . Jika sempat ke Tulungagung bolehlah mampir untuk sekedar menikmati ayam lodho atau mencoba kuliner khas Tulungagung lainnya dengan harga yang cukup terjangkau di bazar Alun-alun setiap weekend .

Liburan senang kantong tetap aman :D



Wednesday, 15 March 2017

Nusa Penida - Budget Ngepas tapi Puas


Taraaaa..... "Welcome to new place with many amazing things"

Nusa Gede (Nusa Penida )  adalah destinasi kedua sekaligus terakhir saya selama 3 hari di Bali. Saya bersama tiga teman saya menyewa kapal nelayan untuk menyebrang dari Nusa Lembongan ke Nusa Penida. 
Sebenarnya ada public boat dari Lembongan ke Nusa Penida namun waktu keberangkatan yang tidak menentu karena harus menunggu boat penuh terlebih dahulu. Harga public boat hanya sekitar IDR 25,000 sedangkan jika menyewa kapal nelayan untuk berempat sekitar IDR 75,000/orang. 

Lebih baik jika menyewa pastikan anggota yang akan menyebrang lebih banyak sehingga jika untuk patungan harga perorang bisa lebih murah :D

Alasan lain kami menggunakan public boat karena ketika pagi hari kami masih ingin bermain di pantai di Lembongan yang tidak jauh dari homestay dan jam keberangkatan lebih fleksible untuk berangkat ke Nusa Penida.

Kami berangkat sekitar jam 13.00 WITA dari Nusa Lembongan, lama perjalananya sekitar 20 menit karena memang jarak kedua pulau ini tidaklah jauh. Sesuai itinerary kami akan turun di pelabuhan Toyapakeh Nusa Penida dan akan menginap di Homestay Tenang yang letaknya pas di depan kapal berhenti.

 Menurut saya homestay Tenang letaknya sangat strategis, kita bisa menengok pantai langsung dari kamar homestay. Yang terpenting kamarnya yang nyaman degan harga yang terjangkau dimana rata-rata hotel di Nusa Penida memiliki harga yang cukup tinggi karena hotel atau homestay disana tidak sebanyak di Lembongan. Kamar kami IDR 150,000/malam untuk maks 2 orang.

Pelabuhan Toyapakeh

Selama di Nusa Penida saya menyewa motor dari Bu Siti pemilik Homestay seharinya IDR 80,000. Saran jika meminjam motor di Nusa Penida harus benar- benar mengerti harga sewa di hitung  per hari atau per 24 jam karena ketika pulang motor yang saya sewa dihitung perhari padahal tidak digunakan 24 jam :( 


Sekitar 1 jam perjalanan kami menuju pantai kelingking, kami memilih pantai kelingking sore itu karena jarak tempuh tidak sejauh ke pelilit. 

Ingat ! di Nusa penida tidak ada sinyal untuk internet jadi jangan harap bisa menggunakan Google Maps atau sebagainya ketika disana. 
Saya sih menulis semua alamat tempat yang akan saya kunjungi sehingga lebih memudahkan jika bertanya, ketika disana jangan sungkan untuk bertanya ke masyarakat sekitar daripada sudah terlanjur jauh dan ternyata salah lebih baik bertanya dulu dan lanjutkan perjalanan.

Jangan kawatir masih ada beberapa papan penunjuk arah disana :)



Selama mengendarai motor akan disuguhi dengan pemandangan perbukitan dan jalan berbatu yang harus ekstra sabar ketika melewatinya bahkan beberapa kali teman yang saya bonceng harus turun karena motor tidak kuat untuk melewati tanjakan atau batu yang cukup besar. 



Perjalanan menuju pantai Kelingking dan pantai Uug

Pertama kali sampai dipantai Kelingking bener- bener spechless lihat pemandangan dari atas :D Kami berempat senyum senyum alay sambil ngliat kebawah yang biasanya review cuma lihat dari vlog di youtube terus rasanya campur aduk bisa kesini langsung. 

Cukup lama kami duduk diatas tebing untuk melihat keindahan ombak pantai kelingking dan juga tebing-tebing disekitarnya. 

Oh iya sebenarnya ada jalan untuk bisa turun lebih ke bawah karena kami berempat *sadardiri* jika tempat tersebut tidak safety untuk traveler abal-abal seperti kami cukuplah kami hanya melihat dari atas dan itu sudah sangat menyenangkan haha

Pantai Kelingking Desa Bunga Mekar Nusa Penida


                                                        

                                                        

Setelah puas menikmati pantai kelingking kami mengendarai motor ke arah pantai turtle yang tidak jauh dari pantai kelingking.
Kata masyarakat sekitar kita bisa melihat turtle dipantai tersebut sayang waktu itu ombak sedang besar maka tidak terlihat turtle satupun bahkan untuk yang takut ketinggian sepertinya akan pusing melihat pantai turtle dari atas sambil
membedakan warna hitam batu dan turtle haha. 

Masih berkeliling di desa Bunga Mekar untuk melihat keindahan Pantai yang lain, pantai Uug menjadi pilihan setelah kami berpindah dari pantai turtle dimana pantai ini juga bersebalahan dengan Angels Billabong. Pantai Uug dengan lubang ditengahnya menjadi keunikan tersendiri dari pantai ini.
Jalan diatas lubang itu bisa di lewati loh karena teman saya penasaran dan berjalan hingga kesana. Suasana pantai yang rata-rata masih sepi serasa semua pantai yang kami kunjungi di Nusa Penida seperti privat beach :D



     Pantai Uug masih di Desa Bunga Mekar


Sayang sekali waktu itu sudah sekitar jam 6 sore dan Angels billabong sudah tidak berwarna cerah karena sinar matahari sudah mulai terbenam namun kami bisa tetap menikmati ombak di angels billabong dari atas karang yang berbentuk bukit. Bisa diingat jika beberapa pantai yang kami kunjungi sore itu letaknya berdekatan jadi tidak membuang banyak waktu untuk berpindah dari satu pantai ke pantai yang lain.

Karang Angels Billabong ketika sore.

Pastikan jika berlibur kesini Homestay kalian dekat dengan warung atau toko yang menjual kebutuhan kalian dan jangan lupa untuk membawa uang cash karena selama disini saya hanya melihat ATM BRI disekitar Toyapakeh. Untuk Homestay Tenang teman -teman bisa menghubungi Ibu Siti di 0878-6109-8228. 

NB : Masih ada hari esok perjalanan kami ke pelilit yang pasti lebih seru karena perjalanan kesana benar benar melilit lilit.  See you ❤