Wednesday, 26 July 2017

PANTAI DI UJUNG TULUNGAGUNG. KEDUNG TUMPANG !

Angel Billabongnya Tulungagung , Kedung Tumpang

 '' Ini benar jalannya ?'' tanya saya ragu kepada Faiza (teman saya) ketika mengendarai motor. Faiza sesekali melihat layar aplikasi mapnya yang mengarah membingungkan sejak kami mulai masuk ke jalan berbatuan. Sepi sekali tidak ada satupun orang yang lewat bahkan tidak ada motor yang berjalan ke arah kami. Faiza berulang kali harus turun dari motor tak kala ada tanjakan bebatuan bercampur dengan tanah liat yang sedikit licin.

Siang itu kami berharap sampai di Pantai Kedung tumpang tepat waktu saat perjalanan terasa begitu jauh dan kurangnya arah jalan menuju pantai tersebut. Saya sempat melihat awan sedikit mendung, saya pikir jika langit mendung maka Pantai Kedung tumpang akan terlihat biasa saja karena tidak ada pantulan cahaya ke arah karang-karang dipantai tersebut.


Beruntunglah kami berdua masuk di desa Pucanglaban cuaca kembali panas bahkan lebih terasa begitu menyengat. Motor kami dihentikan di jalan perdesaan oleh seorang bapak untuk membayar tiket masuk Pantai IDR 5,000 / orang, sedikit heran karena saat itu dari posisi kami masih belum terlihat tanda-tanda terdapat pantai didekat area tersebut.

Setelah melanjutkan perjalanan kembali dan mendapatkan informasi jika arah pantai tidak jauh dari posisi kami akhirnya saya melihat arah beberapa pantai di desa Pucanglaban. Saya langsung membelokan motor saya ke arah kanan dan melewati persawahan warga.

''Kik..kik itu pantainya '' Sorak faiza dibelakang saya.

Perbukitan menuju Pantai Kedung Tumpang seperti jalanan untuk offroad motor cross :D

Kami berhenti sejenak memarkir motor dan beristirahat sebelum berjalan kaki menuju Pantai Kedung Tumpang yang mengarah kebawah dari tempat kami istirahat. Tidak ada pengaman apapun untuk menuju kebawah kecuali tali yang bergelantungan yang digunakan untuk berpegangan supaya tidak terperosok. Jalan kebawah begitu curam dan licin, sesekali saya berpegangan batang- batang pohon ketika saya turun.

Pantai Kedung Tumpang dari atas. 

Kemudian saya duduk di pinggiran bukit yang mengarah ke arah pantai. Terdengar beberapa orang yang sedang bercerita jika beberapa bulan lalu ada anak yang berenang di kolam yang mirip dengan Angel Billabong tersebut terbawa arus ombak yang tiba-tiba datang. 

Dari cerita tersebut saya tidak berani untuk turun ke kubangan air seperti di Nusa Penida, karena jarak antara tepi kolam dan pantai cukuplah dekat. 

Untuk informasi saja supaya berjaga - jaga. Jika ke pantai Kedung Tumpang lebih mudah untuk turun ke pantai meskipun harus berhati-hati sedangkan naiknya ? Jangan harap semudah turunnya :D 

Hanya dibekali tali untuk panjat tebing yang curam dan bergelantungan di akar akar pohon tanpa pengaman. Ini bener-bener gak safety untuk kalian haha 

Penuh perjuangan untuk sampai atas kembali. Kemudian harus melewati beberapa anak tangga untuk sampai diparkiran. Saya sendiri sudah ngos-ngosan sebelum sampai keatas bahkan kepala saya sempat bertabrakan dengan batu. APES !! haha

selfie with faiza karena ndak ada yang motoin


    Pemandangan yang saya lihat disamping kanan 


Namun tidak ada salahnya untuk berkunjung ke Kedung Tumpang. Selain pemandangan yang tidak kalah dengan Nusa Penida Bali, pantai ini masih asri dan belum banyak yang pengunjung dan cocok untuk kalian yang suka panjat tebing :D

Yang pasti tetap jaga keamanan kalian ya. Safety first guys ketika berlibur hehe

4 comments:

  1. Ooh sekarang masuknya bayar 5 ribu yaah? Tahun lalu aku kesana ga ada yang narikin tiket masuk sih. Yaa cuma bayar parkir kendaraan aja. Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi kak itupun jauh dari pantai uda ditarikin tiket masuk di pinggir jalan :D

      Delete
  2. Ternyata ada tempat bagus di Tulungagung ya...
    Kenapa tidak ada foto-foto di pantainya ya Mbak?

    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk ke pantai disamping kanannya cukup curam jika ingin turun kak :D

      Delete