Saturday, 9 December 2017

Komodo National Park : Bertemu dengan teman seumuran

"Pada zaman dahulu terdapat putri yang bernama putri naga dan menikah dengan seorang pria yang bernama moja. Mereka dikaruniai dua anak kembar namun saat itu ibunya dibuat terkejut karena dua anak ini memiliki perbedaan. Anak yang diberi nama gerong berwujud manusia dan saudara kembarnya berwujud kadal diberi nama orah. Orah diasingkan oleh ibu dan bapaknya disebuah hutan karena mereka malu dengan lahirnya orah yang berwujud kadal. Ketika gerong sudah besar, ia berburu rusa di hutan dan bertemu dengan kadal raksasa, ia mengejarnya dan ingin memburunya. Kemudian ibunya sang putri naga tiba tiba muncul di depan gerong dan mengatakan jika Orah adalah saudara kembarnya. Semenjak itu masyarakat sekitar memperlakukan komodo dengan baik"


Sepenggal cerita diatas saya baca dari papan reklame yang di pajang di kantor dekat dengan gapura selamat datang Komodo National Park. Disana saya harus registrasi terlebih dahulu dan membayar sekitar 85,000 / orang . Kami masuk di area hutan konservasi untuk melihat komodo secara langsung ditemani ranger kami yang bernama Kak Didik.

Kak Didik memberikan briefing beberapa menit sebelum kami masuk ke dalam hutan. Kami diminta untuk mengikuti arahannya selama di perjalanan. Komodo yang saya temui menurut ranger rata- rata berumur 20 tahunan yang berarti komodo tersebut kurang lebih seumuran dengan saya , serasa bertemu dengan teman yang tidak pernah bertemu sekalinya bertemu kita sudah sama-sama dewasa :p

Oh ya indra penciuman komodo sangat tajam terhadap bangkai atau darah manusia jadi untuk perempuan yang sedang pms jangan coba-coba ya untuk masuk di Taman Nasional Komodo karena mereka lebih emosinal daripada kalian yang sedang pms kwk


"Kita lewat sini saja disana ada komodo yang sedang tidur" ujar Kak didik

Selama masuk area konservasi komodo kami bertemu dengan beberapa komodo yang sedang tidur, kami berjalan dengan perlahan- lahan dibelakang kak didik sambil mendengar arahan dan ceritanya bagaiamana komodo bertahan hidup.

Setelah menetas dari telur, komodo kecil akan memanjat ke atas pohon besar dan berlindung diatas pohon tersebut untuk menyelamatkan diri dari serangan hewan-hewan lain selama beberapa tahun hingga ia cukup besar.

Disana juga terdapat binatang lain seperti rusa dan kerbau yang katanya sebagai makanan komodo ketika ia lapar bahkan manusia pun bisa menjadi buruannya jika hewan-hewan tersebut sudah habis jumlahnya di hutan. Begitulah cerita ranger ketika bercerita tentang makanan komodo.

 Foto bersama teman seumuran. 
((ape lo liat-liat ))


Disamping dermaga Pulau Komodo juga terdapat pantai yang sangat cantik namun ketika disini juga perlu berhati - hati karena beberapa komodo juga sering berjalan- jalan di sekitar di pantai. Ketika bermain dipantai kami masih ditemani dengan kapten dan ranger kami.

Foto bersama ranger dan kapten selama sailing.

Saya ucapkan terimakasih kepada kapten untuk bantuannya selama dua hari sailing. Banyak pengalaman, cerita dan joke yang menghibur selama perjalanan kami di labuan bajo. 

Untuk Kak Didik yang menjadi ranger kami. Pengalaman berkunjung ke Nusa Tenggara Timur menjadi begitu menyenangkan karena tidak hanya bertemu dengan teman sebaya yang sudah menjadi seven wonder of the world sedangkan teman sebayanya yang lain masih disini sini aja. Hehe Bertemu dengan orang baru dengan cerita yang menarik membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan.

Teman- teman yang berniat sailing with pleasure for contact me , saya akan share dan bantu semaksimal mungkin  :D

2 comments:

  1. asik banget bisa jalan-jalan ke sana ya.
    bisa gak ya lewat jalur darat ke sana?
    thank dan salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mbak. Dari review backpacker yang lain bisa dengan kapal ke Labuan Bajo tapi kayaknya waktunya cukup panjang yaa hehe

      Delete