Saturday, 21 April 2018

TAHUN BARU BERSAMA LAMPION DI CANDI BOROBUDUR

 
Pemandangan di Sekitar Candi Borobudur

30 Desember Hari terakhir di tahun 2017 paling ter-absurd diantara penutupan tahun sebelumnya.

Kenapa ? Karena hari itu saya bangun kesiangan dan memutuskan ke Magelang bersama dua teman saya dari Semarang. Naik Bus ke Magelang dari terminal sekitar jam 11.00 ke arah Yogyakarta. Dari awal naik bus kita sudah bilang ke kondektur untuk turun di pertigaan gapura candi Borobudur.

Takut kondektur bus lupa akhirnya teman saya bertanya ke kondektur lagi untuk memastikan kalau bus yang kita tumpangi belum melewati gapura yang kita tuju. Tak lama setelah itu kondektur bus memanggil kita bertiga untuk bersiap turun.

"Dek nanti turun di pertigaan sini ya, terus kalian naik bus kota kecil bilang turun candi Borobudur"

"Iya Pak. Makasih" Seru kita Bertiga sambil turun melambaikan tangan.

Baru saja turun sudah ada bus kota kecil berhenti, lama perjalanan sekitar 20 menit.  di Bus kota kita bertiga duduk dipaling belakang sambil bercerita kenapa dulu waktu kuliah kita tidak pernah jalan- jalan seperti ini padahal waktu itu kita punya banyak waktu libur hihi

Kita diturunkan dipertigaan pasar dan memutuskan berjalan kearah Candi Borobudur walaupun terdapat sekumpulan ojek dan tukang becak yang menawarkan tumpangan. Belum lama berjalan kita sudah disambut dengan hujan rintik-rintik. Yaa karena jalan juga masih jauh dan tidak mungkin ke candi sambil hujan-hujan kita bertiga memilih untuk berteduh di warung Mie Ayam Pasar Borobudur. Eeenaaaaaak ternyata :D




Puas makan mie ayam dan hujan sudah berhenti kita mulai berjalan lagi ke Candi borobudur. Hari itu Candi Borobudur ramai sekali banyak keluarga yang merayakan tahun baru disini. Candinya sampai tidak terlihat yang terlihat hanya orang-orang yang dari bawah ingin naik ke atas dan yang diatas ingin turun kebawah sambil sesekali ada yang membawa payung dan memakai jas hujan plastik berwarna warni seperti teletubies. Magelang siang itu hujan deras sampai taman disekitar Candi becek sekali, berjalan di pinggirannya pun harus hati - hati karena tanah liatnya cukup licin dan air menggenang berwarna coklat siap menyambut sepatu-sepatu yang berjalan diatasnya.

Dari kiri : Yanti , Saya dan Elok

Bekeliling candi Borobudur hingga sore tidak membuat kita langsung pulang ke Semarang. Kita bertiga menghabiskan waktu berjalan-jalan di parkiran candi untuk melihat oleh -oleh :D
Sekitar jam 7 malam kita masih makan di angkringan dan  berjalan - jalan di sekitaran Candi hehe Ke-absurd-an mulai terjadi ketika kita baru sadar tidak bertanya sama sekali kapan bus kota kecil terakhir dari pertigaan pasar ke halte bus arah yogyakarta ke Semarang dan kapan bus terakhir dari yogyakarta ke Semarang. hehe


Kita bertiga hanya mengira pulang kapan saja bisa. Ternyata bus kota kecil terakhir pukul 5 sore.
Disana belum ada grab, gojek, go-car dan lainnya. Meskipun di aplikasi grab ada 2 mobil yang sedang stand by haha.

Malam itu teman saya dengan polos waktu membeli tahu kres menanyakan kepada ibu penjualnya .
"Bu disini ada go-car kah?" tanya Elok
"Kalau pagi banyak mbak kalau malam sudah tidak ada"

Saya bersama Yanti yang mendengar percakapan ini berjalan sedikit menjauh meninggalkan ibu penjual dan teman saya. Kita berdua menahan tawa karena mungkin yang dimaksud ibunya adalah Dokar.  Seperti delman namun terkadang orang jawa menyebutnya 'Dokar'.

Terdengar hampir sama Go-car dan Dokar. Hehe

Tak berhenti disitu. Kita bertiga ternyata tidak membawa Charger handphone bahkan jaket dan keperluan lainnya. Baterai Handphone saya sudah lowbat karena dari awal berangkat hanya terisi 50%.  Baterai kamera saya juga sudah lowbat sejak di candi Borobudur jadi tidak banyak hal-hal yang saya abadikan disana.

Menjelang tahun baru kita hanya duduk - duduk saja di depan Alfamart karena gagal merayakan tahun baru di Semarang dan menunggu hingga jam 12 malam karena katanya akan ada lampion yang diterbangkan di candi Borobudur. Yaa seengaknya bisa melihat dari luar karena waktu cek harga tiketnya sekitar 250,000 untuk bisa menikmati konser musik dan ikut menerbangkan lampion di Candi Borobudur.

Sekitar jam setengah 12 malam kita kembali ke parkiran Candi Borobudur dan banyak sekali orang-orang yang masuk ke area candi rasanya tidak mungkin jika semuanya membayar tiket masuk hanya untuk melihat lampion. Akhirnya kita bertanya kepada petugas disana ternyata masuk ke dalam candi hanya untuk melihat lampion gratis pemirsa ! Yaa Seneng dong ngga jadi pulang bisa nonton lampion diterbangin langsung. Gratis lagi hahahha



Pukul jam 01.00 pagi kita kembali ke angkringan disekitar Candi Borobudur kemudian beristirahat di Mushola hehe
Awalnya sudah mau booking kamar tapi takut paginya ketiduran karena besoknya jam 11 siang saya dan Yanti harus sudah di Stasiun Tawangmangu untuk kembali ke Surabaya. Kita bertiga pulang dari Magelang setelah sholat subuh dan langsung berjalan kaki ke arah pasar untuk menunggu Bus disana.

Saya berpikir mungkin tahun baru selanjutnya saya ingin kesini lagi.

No comments:

Post a Comment