Saturday, 5 May 2018

IDEAFEST SURABAYA 2018



Sabtu Minggu kemarin saya tertarik datang di acara IDEAFEST "Shift Think X NextDev" Surabaya. Ini baru pertama kalinya saya ke Ideafest dan pertama kalinya Ideafest datang ke Surabaya. Saya baru beli tiket H-2 loh karena saya pun tahu informasinya saat Bayu Skak upload poster fotonya diinstagram mengatakan akan menjadi speaker di acara ini.

Hari itu juga saya langung kepo websitenya dan booking tiket untuk bisa mengikuti kegiatannya di Pakuwon Mall Surabaya. Ternyata ketika saya mengajak teman saya masih banyak yang belum tahu sebenarnya Ideafest itu apa sih?


Ideafest mempertemukan para influencer baik itu dibidang education, writing, content creator, advertising, start-up dan masih banyak lagi dengan anak-anak muda untuk saling menginspirasi. Tidak hanya itu Ideafest lewat speaker-speakernya juga memancing keberanian anak muda dalam merealisasikan ide dan menciptakan suatu karya daripada hanya sebagai pengguna saja.


Bayangkan dari jam 10 AM saya sudah disuguhkan dengan para influencer keren yang sering memenuhi timeline social media bahkan televisi.

Di mulai dari Bayu Skak asal Malang yang memulai membuat video di youtube dengan ciri khasnya menggunakan bahasa jawa hingga sekarang bisa membuat film Yowisben. Film bahasa jawa dengan candaan recehnya ini tembus hingga 900,000 penonton hanya dengan 100 layar bioskop di Indonesia. Tidak hanya itu kemendikbud juga ikut mengapresiasi karyanya dengan ikut menonton dan memutar filmnya di Hari Pendidikan Nasional.

Tentu bukan hal yang mudah bagi Bayu Skak mewujudkan film Yowisben dalam bahasa jawa benar - benar release. Berbagai penolakan ia lakoni hingga akhirnya ada produser yang mau ikut merealisasikan film tersebut.

Sedikit berbeda dengan Agung Hapsah yang kesulitan menjadi youtuber karena jaringan internet di tempat tinggalnya Kalimantan Timur begitu sulit namun tidak menyurutkan niatnya untuk tetap berkarya dan upload videonya.

Logatnya yang sulit berbicara bahasa Indonesia membuat orang bertanya-tanya kenapa ia lebih sering menggunakan bahasa Inggris. Ternyata waktu kecil ia pernah tinggal di Australia ketika ayahnya mengambil program S3 disana kemudian kembali mengabdi ke Indonesia tepatmya di Kalimantan Timur. Nah pesan dari Agung jangan jadikan tempat tinggal yang jauh dari kota alasan untuk tidak berkarya ya, readers.


Siang itu saya juga bertemu Ika Natassa. Siapa yang tak kenal dengan penulis satu ini. Lewat bukunya Critical Eleven yang sukses ketika di film kan. Lewat novel ini ia sukses membuat penontonnya baper dengan cerita yang ia tulis. Ika Natassa juga bercerita tentang profesinya sebagai Banker di Perusahaan Bank Mandiri Kota Medan sekaligus penulis yang sudah membuat 10 buku.

Dia memberi contoh kepada audience jika bekerja bisa dimana saja dan mewujudkan passion yang dimiliki selalu ada jalan tanpa mengorbankan pekerjaan lainnya. Selain Critical Eleven yang sudah di film kan akan ada satu film lagi yang akan release dari novel Antalogi Rasa. Sudah baca ? Novelnya aja bisa bikin baper apalagi filmnya hehe.


Ada Dimas Djayadiningrat juga loh yang membagi ceritanya didunia advertising dan perfilman  bagaimana suatu idea bisa bekerja dan menarik penonton atau konsumen untuk membantu client mendapatkan goalsnya. 
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam content yang akan di realisasikan mulai dari isi content yang mengadung Hook dan twist sehingga diluar dugaan penonton dan ada hal gokil yang mebuat mereka tertarik tidak men-skip iklan tersebut. 

 Iklan yang cukup viral dan mungkin sudah banyak yang menonton :D

Dari segi Entertainment bagaimana suatu iklan bisa memunculkan rasa emosional penontonya baik itu dari rasa bahagia , sedih , galau yang bisa di mix didalam satu iklan sehingga penonton dapat terbawa suasana. 

 Iklan by Dimas Djayadiningrat yang memunculkan rasa emosinal dan kejutan diakhirnya.

Yang terakhir Nilai Lokal atau Budaya banyak sekali hal- hal detail yang ada disekitar kita yang jarang disadari bahkan diangkat untuk menjadi iklan di Indonesia. Kembali ke masyarakat dan mencoba berinteraksi untuk tahu apa yang sedang terjadi sehingga ide-ide itu akan muncul karena browsing di internet sudah terlalu mainstream.

Iklan AP Boots Sepatu Baru
Iklan By Dimas Djayadiningrat yang mengandung nilai lokal dan terjadi di Masyarakat.

Dan sesi yang menjadi penutup yaitu bincang - bicang start-up business bersama CEO dari Bukalapak Ahmad Zaki yang berbagi pengalamannya saat pertama kali jatuh bangun membuat bukalapak hingga bukalapak bisa membantu ribuan pelapak di Indonesia. Start-up buatan anak bangsa asli sragen ini akhirnya sekarang bisa diakui sebagai unicorn yang bisa bersaing dengan start-up asing. Ahmad Zaki berharap anak muda lainnya dapat menggunakan teknologi sebaik mungkin tidak hanya untuk sebagai pengguna saja namun juga sebagai creator.


Ia mencontohkan hal kecil bagaimana amerika sudah tidak memikirkan bagaimana harga pasar seperti cabai, bawang , sembako dan lainnya karena bagi mereka harga tersebut sudah tidak ada pengaruhnya bagi perekonomian mereka.  Karena ketika nilai mata uang mereka turun , mereka akan meminta brand - brand besar yang ada di negaranya untuk menciptakan barang baru dan kemudian di relase dipasaran untuk mengembalikan nilai mata uang mereka kembali.
Seperti apple yang memunculkan type baru maka dengan itu akan menarik pembeli untuk membeli produk-produk apple kembali kemudian income ini yang akan menstabilkan ekonomi negara mereka.

Jadi sudah siapkah kamu menjadi salah satunya ? menjadi bagian dalam menciptakan hal bermanfaat bagi masyarakat untuk ikut membangun tanah air , bangsa dan negara. 

Saya bersama sepupu saya, Rifa.


No comments:

Post a Comment