Wednesday, 27 June 2018

Mulai Belajar Membangun Komitmen bersama Anak




Belajar Membangun Komitmen bersama Anak 
Memulai pendidikan kepada  anak didalam keluarga merupakan hal penting yang tidak bisa dilewatkan karena keluarga adalah tempat pertama anak – anak untuk belajar mengenal dirinya dan lingkungannya. Namun pendidikan keluarga saat ini merupakan hal yang sangat kompleks di era millenials. Banyak sekali teknologi yang bermunculan yang membuat anak lebih suka bermain dengan teknologi dibanding bersosialisasi dan bermain dengan teman-temannya sehingga banyak orang tua yang berpikir lebih baik mengajari anaknya bersosialisasi lebih dulu dengan lingkungannya dan mengurungkan mereka untuk mengenal atau menggunakan teknologi.
Ketika saya mengikuti kegiatan parenting disebuah sanggar ada suatu pembahasan menarik untuk belajar membangun komitmen dengan anak di Era Kekinian.
“Membangun komitmen bersama anak ?
Kenapa harus mengajari anak berkomitmen sejak dini ? Kan hal dasar yang mereka perlukan ketika kecil hanya bermain dan dibebaskan apa saja yang mereka suka” Begitulah pertanyaan saya saat itu yang hanya mengerti anak – anak hanya butuh bermain mengepresikan apa yang mereka suka.
Membangun komitmen dengan anak ternyata sudah diterapkan oleh teman kantor saya yang sudah menjadi ibu dan memiliki putri yang sudah masuk di sekolah dasar.
Berikut hasil sharing kami berdua setelah saya pulang dari kelas parenting J

Dokumentasi Pribadi : Kelas Inspirasi Mojokerto

Apakah mudah untuk mengajarkan anak-anak bersosialisasi dengan lingkungan dan mengurungkan teknologi di Era Kekinian ?

Mengajari anak bersosialisasi dilingkungan dan mengurungkan penggunaan teknologi sementara banyak orang tua saat ini termasuk dalam golongan millennials (15-34 tahun) Kehidupan generasi ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet dan hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok. Dimana kita sebagai orang tua  juga termasuk dalam sasaran penggunaan teknologi sehingga ketika anak diurungkan dari teknologi  namun orang tua setiap harinya mengonsumsi teknologi seperti handphone , aplikasi youtube , social media bahkan games untuk hiburan dirumah maka hal ini yang akan mendorong keingin tahuan anak apa saja yang dilakukan oleh orang tuanya dengan fasilitas teknologi yang mereka gunakan dirumah.

Lalu tidak hanya berhenti disitu ketika orang tua atau keluarga ikut mengurangi penggunaan teknologi masih ada tantangan dilingkungan sekitarnya dimana ketika orang tua belum mengenalkan teknologi kepada anak sementara teman-temannya di sekolah sudah mengetahui lebih dahulu.  Hal ini akan menjadi pertanyaan bagi anak kita apa yang teman-temannya bicarakan setiap harinya dan membuat anak merasa dikucilkan karena tidak mengetahui apa saja yang sedang disukai oleh teman-temannya baik itu games , video anak-anak di youtube atau lainnya. Bahkan anak dari teman saya sepulang sekolah sempat menanyakan
 “ Mah , teman – temanku nonton video kok bukan di televisi lagi ya ? Aku ngga pernah tahu yang dimaksud temanku yang mana?” 

Dokumentasi Pribadi : Kelas Inspirasi Mojokerto

Lalu apa yang seharusnya dilakukan orang tua ?

Membangun komitmen dengan anak adalah salah satu cara pendidikan keluarga saat ini yang bisa diterapkan oleh orang tua.
Orang tua dapat mengajarkan bermain dan bersosialisasi langsung dengan lingkungan beriringan dengan penggunaan teknologi yang terarah. Anak diajarkan untuk membangun komitmen dimana penggunaanya yang diawasi oleh orang tua sementara orang tua juga berkomitmen dalam memberikan teknologi sesuai dengan batas dan kesepakatan antara orang tua dan anak.

Kenapa membangun komitmen antara orang tua diperlukan  ?

Saat ini yang sering kita tahu banyak anak yang sulit mendengarkan arahan orang tuanya. Contohnya ketika sudah asyik bermain games anak – anak kita cenderung sulit dilarang atau diminta berhenti sejenak untuk beristirahat seakan games ataupun youtube sudah menjadi kebutuhan primer mereka.

Jika sejak awal dibangun komitmen dan pengertian antara orang tua dan anak maka penggunaannya akan sesuai dengan yang diharapkan. Semisal dari awal sudah ada perjanjian atau komitmen orang tua dan dan anak hari apa boleh untuk bermain games , menonton youtube dan alasan lainnya kenapa boleh menggunakan teknologi. 

Komitmen yang sudah dibuat adalah hal yang wajib dilakukan untuk membangun kepercayaan anak kepada orang tua.  Hal ini tidak hanya diterapkan dalam hal teknologi namun bisa diterapkan dalam hal lain seperti hari apa keluarga akan liburan bersama atau kenapa anak berhak mendapatkan reward jika dapat mencapai sesuatu  seperti yang dibahas oleh Kak Dian di artikelnya Kenapa harus dengan hadiah. Ini menjadi salah satu strategi penting dalam membimbing dan membinan anak-anak kita menjadi individu yang termotivasi untuk mempriotaskan kebaikannya.

Dokumentasi Pribadi : Kelas Inspirasi Mojokerto

Apakah Orang tua juga harus ikut berkomitmen ?

Harus . Karena hal ini dimulai dari orang tua dan di contoh oleh anak – anak didalam keluarga. Orang tua harus memiliki komitmen untuk disiplin dalam menjalankan pembelajaran dan penggunaan teknologi didepan anak - anak. Tidak hanya itu orang dituntut untuk selalu belajar apa saja hal yang pantas untuk di bagikan kepada anak dan apa saja yang harus dihindari anak sesuai dengan umurnya. Jadi tidak hanya anak yang belajar namun orang tua harus lebih dulu mengetahui pekembangan era digital sehingga bisa menimbang hal yang tepat untuk anak- anak. 

Apa manfaat membangun komitmen antara orang tua dan anak ?

Akan banyak interaksi antara orang tua dan anak untuk berkomunikasi didalam keluarga. Orang tua tidak sibuk sendiri dengan  urusannya dan anak mendapatkan perhatian yang cukup seolah tidak dianggurkan dan dialihkan perhatiannya kepada teknologi. Di lingkungan pun anak – anak sudah siap berinteraksi dengan teman-temannya karena pembelajaran yang tepat dan dukungan yang ia dapat dari keluarga di rumah. J

No comments:

Post a Comment