Thursday, 19 July 2018

Ranu Kumbolo : Mendaki Ketika Hujan


Tahun ini akhirnya berani medaki ke gunung juga walaupun baru ke Ranu Kumbolo di Gunung Semeru. Sebenernya sudah dari tahun lalu pengen banget ke Ranu Kumbolo cuma karena belum ketemu temen dan tanggal yang cocok akhirnya gak berangkat-berangkat. ngeles haha
Seneng banget ketemu sama temen yang seru buat pertama kali hiking ke Ranu Kumbolo dengan bawa barang yang lumayan banyak ( note: barang yang saya bawa gak banyak-banyak banget) karena tas keril saya dibawa temen dan saya bawa barangnya dia yang seuprit. Mungkin cuma 30 liter aja dibanding tas saya sekitar 60 liter yang bisa dimasukin tenda juga.



Tanggal 23 Juni 2018 akhirnya kita berenam berangkat ke Pos 1 di Ranu Pani siang hari. Jadwal yang sudah diatur berangkat pagi kacau karena kurang peralatan ini itu dan dokumen yang memang harusnya sudah lengkap tapi masih aja ada yang kurang. Di kantor pendaftaran Ranu Pani kita  bak mahasiswa yang bolak - balik fotocopy dan ngeprint untuk revisi TAPI gak perlu risau di Ranu Pani ada tempat buat ngeprint dan fotocopy. Btw buat nge-print satu lembarnya goceng dong. Gila bangkrut gak tuh kalau deket kampus segitu. 

Yaudalah skip aja gimana rasanya revisi dan duit berapa aja dibayar asal kita bisa berangkat ! (Padahal cuma goceng )
kemudian kita baru jalan jam 4 sore ke Ranu Kumbolo setelah briefing dan persiapan lain-lain. 

Ada 5 Pos yang kita lewati. ~ 

Dari pos 1 sampai sampai pos 2 masih aman mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudera bersama teman-teman bertualang *hehe karena sore itu pencahayaan masih cukup baik. Ketika dari pos 2  selanjutnya hujan mulai turun dan deras. Drama hujan, gelap, jalanan jadi licin dan akhirnya kepleset bener-bener terjadi. Perosotan pun akhirnya saya lalui dari pada terpeleset dibukit yang curam. Kejadian ini sangat tidak direkomendasikan untuk hiking malam hari dan lebih baik istirahat di pos kemudian melanjutkan besok pagi. 

Sampailah kita didepan danau ranu Kumbolo jam 11 pm dan baru selesai mendirikan tenda sekitar 1 jam. Drama tidak selesai disitu tenda dan rumput yang basah makin menambah suhu terasa dingin. Suerrrr beneran dingin banget ! Sampai sleeping bag gak bisa menahan dinginnya, apesnya sleeping bag temen saya sudah basah karena terkena rintikan hujan ketika dijalan akhirnya kita bertiga dempet-dempetan duduk sambil selimutan sleeping bag yang masih kering dan nelen antangin terus-terusan untuk menghangatkan badan. 


Ranu Kumbolo : Pemandangan pagi hari setelah hujan


Paginya beneran bela-belain keluar dari tenda, setelah lihat pemandangan yang ada didepan tenda pas seketika lupa rasanya dingin.  Febe temen saya masih nggak mau beranjak dari sleeping bag akhirnya saya keluar bareng cecil untuk bejalan-jalan disekitar shelter Ranu Kumbolo. Ditengah jalan menuju ground camp Ranu Kumbolo sandal gunung saya lemnya copot karena terlalu banyak terkena genangan air. Siaaal. Emang dasar uda minta ganti sih ini sandalnya haha Sandal gunung copot ini yang buat saya dan cecil batal ke oro-oro ombo. Fyi di oro-oro ombo banyak tumbuh dan bermekaran bunga verbena yang berwarna ungu tapi bukan lavender ya. Makanya banyak pengen mampir kesini untuk sekedar menuhin isi galeri.

Ketika briefing saya sempat mendengar kalau bunga ini katanya menyerap banyak kadar air dan mematikan tumbuhan disekitarnya termasuk bunga edelweis. Dulu sempat boleh dipetik supaya membantu mengurangi pertumbuhannya tapi akhirnya sekarang gak bolek lagi karena cara memetik para pendaki yang ngawur meskipun sudah di briefing bagaimana cara memetiknya. 
Ranu Kumbolo : Dibelakang shelter banyak bunga verbena

((Maaf ya cil cecil batal ke oro-oro ombo cuma karena sendal gue yang copot)) tapi dia gak jadi sedih karena dibelakang shelter banyak bunga verbena. kwk

Untungnya waktu pulang gak kehabisan ide gimana cara baliknya kalau sendal gunung copot. Akhirnya saya tali tuh sandal pakai tali rafia yang nemu di tong sampah ground camp dan aman sampai balik ke POS 1 hahaha. 

Ranu Kumbolo : Shelter diantara bukit-bukit

Ranu Kumbolo : Andalan ketika dingin , Mie Rebus dan So nice



Ranu Kumbolo : Bongkar tenda dan membawa pulang sampah
Total budget yang saya habiskan untuk ke Ranu Kumbolo sekitar 150,000 / orang. Itu sudah termasuk  dengan biaya registrasi 17,500 / hari dan (perlengkapan + konsumsi) yang kelompok saya bawa dari rumah. Ketika sudah di Ranu Kumbolo , kami menyisakan banyak mie dan kopi instan dan akhirnya kami bagi-bagikan ke kelompok lain yang ingin melanjutkan perjalanan ke Kalimati dan Mahameru.

"Bagiin aja mie instan sama kopi nya biar lebih enteng tasnya" kata teman saya
Kelompok lain pun menyambutnya dengan senang dan hangat.
Indah ya ternyata berbagi di Gunung itu, berbagi perhatian apalagi ..... haha

Jika berencana kesini pastikan kesehatan kamu benar-benar fit dan membawa perlengkapan secukupnya yang memang kamu perlukan. Jangan sampai terlalu banyak beban dan akhirnya merepotkan teman-teman kelompokmu.
Bawa beban sendiri sudah berat jangan sampai nambah-nambahin beban orang lain :D

2 comments:

  1. Point nya adalah sendal dan kopi. Kenapa? Karena perlu alas untuk mengangkatkan hati. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener juga ya. sandal gunungnya kudu kuat soalnya banyak pendaki kalau diajak ngobrol akhirnya baper kwk

      Delete