Friday, 26 October 2018

Mampir ke 3 Kuliner Jogja selama Solo Traveling


Ngobrolin soal jogja emang gak ada habisnya mulai dari budaya, sejarah, pendidikan, wisata sampai kulinerannya.

Seminggu yang lalu saya mendapat tiket promo dari KAI www.kai.id untuk ke yogyakarta akhirnya saya memilih solo traveling selama dua hari disana tanpa menginap. Ha serius tanpa menginap? Iya. Serius ! Terus ngapain aja ? Ikutin aja trus ceritanya hehe

Selama perjalanan ke yogyakarta saya sudah membayangkan makanan-makanan yang akan saya coba. Ini dia 3 makanan pilihan yang saya coba selama di yogyakarta.

1. LUMPIA SAMIJAYA DI JALAN MALIOBORO

Lumpia Samijaya

Lumpia Samijaya memang tidak pernah mengenal kata sepi dan menjadi kuliner legendaris karena sudah buka dari tahun 70an. Saya pernah pesan di malam hari dan itu antriannya panjang dan lama sekali. Beruntung sore itu ketika melepas lelah setelah ke museum vendeburg antriannya masih lenggang dan tidak begitu ramai. Tapi tetap saja bapak penjual meminta saya menunggu beberapa menit dan menanyakan nama saya.
.
Sekitar 15 menit menunggu akhirnya nama saya di panggil. " Mbak Rizky.. Mbak Rizky"

"Iya bu " seorang ibu mencoba melayani saya.
"Mau lumpia special apa ayam?" Tanyanya
"Special ya bu 2 saja dimakan disini" kata saya sambil celingukan mencari kursi kosong di trotoar jalan Malioboro.


Jadi ada dua lumpia yang dijual disini. Lumpia ayam dan lumpia spesial. Bedanya, lumpia spesial terdapat ayam , kecambah dan tambahan telur puyuh. Ukuran lumpianya besar dan isinya padat tak heran jika makan dua biji saja sudah cukup kenyang. Ada tambahan bumbu yang berbeda yang ditaburkan diatas lumpia seperti bengkuang dan bawang putih yang makin membuat lumpia serasa segar dicampur dengan acarnya. Lumpia ayam seharga 4,500/ pcs dan lumpia spesial seharga 5,000/pcs nya.


Letaknya pas di sebelah Hotel Mutiara di jalan malioboro. Tidak sulit mencarinya tinggal berjalan saja dari stasiun Tugu ke pasar bringharjo. Gerobak lumpia samijaya berada dikiri jalan.

2. MIEDESS BANTUL 

Mie ketela khas Bantul menjadi tujuan saya di Malam hari. Setelah puas menikmati suasana Yogyakarta hingga malam saya order gojek ke arah Hotel Satya Nugraha di depan Kafe basa basi di daerah banguntapan hanya sekitar 5 KM. Hari itu saya juga memanfaatkan edisi promo gojek untuk berkeliling jogja padahal hari itu saya hanya menggunakan cash bukan go-pay tapi promonya masih begitu terasa. Hehe 

Outlet kecil miedess.ah yang mirip angkringan ini buka dari jam 7 malam hingga subuh dan kafe disekitarnya cukup ramai.  Saya pun memutuskan untuk ngopi hingga pagi di angkringan ini. Banyak sekali mahasiswa yang juga menjadikan warung disekitarnya untuk ngobrol dan mengerjakan tugas. Penjualnya sendiri pun masih mahasiswa asal yogyakarta.


Miedess ini kepanjangan dari mie desa asal Bantul terbuat dari ketela dan rasanya kenyal. Pertama kali mencoba miedess saya pikir seperti seblak dan mirip dengan kwetiau yang berwarna kuning. Satu porsi mie ketela ini meskipun terlihat sedikit tapi sangat mengenyangkan. Harganya pun hanya 10,000/porsi sesuai dengan kantong mahasiswa.  Ada dua sajian miedess yaitu miedess goreng dan miedess rebus.

Miedess Khas Bantul


Harus banget dicoba karena ...
"Jogja bukan hanya soal gudeg  lebih dari itu tapi juga melibatkan mie ketela bantul dan rasa yang lain" oke baiq hehe

3. TEMPO DEL GELATO

Anak Jogja siapa yang nggak ngerti dengan cafe yang menjual ice cream berbagai rasa dan menawarkan tempat yang cozy.

Ketika ingin masuk Tempo gelato sudah banyak pelanggan yang sebelum masuk foto-foto dulu diluar cafe karena memang tempatnya yang instagramable. Hihi

Ice cream gelato rasa matcha dan mix fruit

Rasa ice cream gelatonya macam-macam saya mencoba matcha dan mix fruit seharga 25,000. Saya kira akan mahal ternyata murah untuk ukuran ice cream gelato segede itu.


Hari kedua saya solo traveling disiang hari cocok sekali makan ice cream dan duduk santai sambil baca buku di Tempo Gelato. Rasanya nagih dan pengen lagi. Hihi

Tidak hanya mahasiswa yang mampir kesini banyak bapak dan ibu yang menikmati ice cream dan bercengkrama bersama teman-temannya. Cocok juga ternyata jadi tempat reunian orang tua. Lokasinya di Jalan Kaliularang KM 5.2 No. 28 Caturunggal, Depok, Sleman Yogyakarta.

Dua hari saya di Yogyakarta benar-benar menyenangkan dengan paket low budgetnya dari mulai promo tiket kereta dan gojek kemudian ditambah harga makanan yang murah tapi enak dan saya tidak perlu menginap.

Bisa dicoba ya kalau kamu ingin backpaker dan solo traveling di Jogja. Kuncinya bisa backpaker sejauh ini versi saya cuma satu "kamu merasa nyaman dan menikmatinya"

Selamat mencoba 3 makanan diatas selama traveling di jogja. See you 😊

Thursday, 25 October 2018

Kuliner Sambal Ikan Wader Kerajaan Majapahit di Mojokerto


Gapura Wringin Lawang Trowulan Mojokerto 

Setiap kuliner pasti memiliki sejarah dan cerita dibaliknya. Sama halnya dengan sambal ikan wader di daerah Trowulan Mojokerto. Di Trowulan sambal ikan wader sangat mudah untuk ditemui apalagi disekitar segaran Trowulan karena dulu mitosnya disegaran banyak sekali ikan wader yang diambil oleh masyarakat kemudian di konsumsi. Trowulan memang terkenal dengan peninggalan kerajaan Majapahit. Terdapat museum dan candi-candi yang masih berdiri kokoh sebagai bukti jayanya Majapahit kala itu. Maka tak heran jika ikan wader pun menjadi salah satu kuliner pilihan karena dipercaya sudah ada ketika masa Majapahit.

Sambal wader cak mat

Sambal wader dan botok Cak Mat menjadi salah satu penjual sambal wader yang terkenal di daerah Trowulan. Warungnya berada tepat didepan Kolam Segaran trowulan sebelum museum majapahit Mojokerto. Lokasinya sangat mudah untuk ditemui karena berada dipinggir jalan dan banyak sekali pengunjungnya setiap hari apalagi jika hari weekend atau libur yang datang jauh-jauh dari luar kota hanya untuk menikmati kuliner sambal ikan wader dan botoknya.

Sambel wader segaran trowulan
Dari awal saya sudah tertarik mampir ke Sambal Wader Cak Mat karena ketika ingin berkunjung ke museum Majapahit Trowulan kami melewati warung Sambal Cak Mat yang cukup ramai.

"Tan warung wadernya rame banget, ntar nyoba ya abis dari museum" ujar saya kepada intan yang sudah penasaran dengan rasa sambal wader dan botoknya.

Sambal wader dan botok cak mat

Setelah puas berkeliling museum. Saya dan intan yang sudah mulai kelaparan langsung pergi ke warung cak mat dan memesan sambal ikan wader , botok pencit dan tahu tempe goreng. Dijamin rasanya tidak mengecewakan dan harganya pas dikantong.

sambal wader cak mat 

satu porsi sambal ikan wader Rp. 13,000 belum dihitung dengan nasinya, nasinya 3 ribuan dan botok sambal pencitnya Rp. 4000 saja. Tidak hanya ada sambal wader saja disini lengkap dengan menu botok pencit , lele , patin , tempe tahu dan botok lainnya.  Rasa sambal cobek yang segar dan nasi hangat semakin menggugah selera karena cuaca mojokerto siang hari yang panas apalagi lengkap dengan minuman es teh yang saya pesan.

Duh dek ! temenan pengen balik ke Trowulan dan makan sambal ikan wadernya. Murah banget karena kita berdua cuma habis 30 ribu saja pantes ramenya sampai antri-antri. hehe