Sunday, 18 November 2018

Teringat Bapak di Hari Inspirasi



Hari Ayah Nasional , 12 November 2018

Apakabar bapak ? Semoga selalu bahagia dan bisa tersenyum melihatku dari sana. Jangan lupa pakai kaca mata hitam pak agar tidak silau oleh senyuman-seyuman kami.

Obrolan yang selalu ku ingat dari Bapak.

Katanya disana apa aja yang kamu mau pasti ada, sudah disediakan. Jadi tak perlu repot untuk membeli, ku pikir kalau hanya kacamata hitam pasti mudah menemukan.

"Pak kalau aku minta burger double cheese , sosisnya tebel , tomatnya banyak langsung ada ?" Harapanku dengan menggebu gebu

"Kalau aku minta mainan emang langsung muncul? aku pasti minta tamiya yang jalannya cepet " sahut adikku.

Bapak hanya tersenyum dan menimpali "Semua bisa apa yang gak bisa dibuat olehnya, asal kamu selalu mau berbuat baik"

Tetapi hari ini aku senang bukan saja mengingat percakapan diatas tapi bisa mengingat kebiasaanku waktu SD bersama bapak.


Bapak sering mengantarkanku berangkat pagi ke sekolah sebelum bekerja dan membuka bengkel mobilnya. Ia selalu mengusahakan menjemputku pulang sekolah meskipun ku tahu bengkel bapak jarang sepi setiap harinya. Bapak hanya mengira-ngira pukul berapa aku akan pulang bahkan kadang menungguku terlalu lama.

Ketika aku keluar sekolah dan menemukan sosok bapak diluar pagar
" Paaaaak.. tunggu jajan dulu ya" teriakku.
Bapak hanya tersenyum dari kejauhan.

Terkadang sepulang sekolah uang jajanku sudah habis tapi bapak tidak segan memberi uang jajan lagi karena sore itu aku baru selesai dari kelas sempoa. Bapak yang memasukanku ikut kelas sempoa padahal waktu itu aku masih kelas 2 SD dan tidak pernah terpikir olehku menjadi terbiasa oleh angka hingga aku masuk SMK jurusan akuntansi, kuliah dijurusan yang sama bahkan masih bekerja dengan urusan angka. Mungkin bapak berpikir aku harus bisa mengelola keuangan supaya bisa membantunya menghitung pendapatan di bengkelnya atau mungkin suatu hari bisa membuat usaha sendiri.

Adik-adik ramai keluar pagar ketika pulang sekolah. Masih menyempatkan untuk membeli jajanan. Seorang ibu penjual sosis sibuk menggoreng dan mendengarkan adik -adik lain yang ingin segera menggoreng sosis pilihannya.



Iya,  Kelas Inspirasi Malang yang mengingatkan aku siang itu dengan ingatan dimasa kita masih bertemu. Arahan dan kesabaran bapak yang membuatku berjalan sejauh ini tanpa aku sadari pilihanku saat ini menemukan jalannya.



Aku bertemu dengan satu adik yang namanya mirip dengan adikku. Baru beberapa minggu kemarin ia lulus dari jurusan Teknik Mesin dan sudah bekerja sebelum ia diwisuda. Lagi - lagi ku teringat Bapak. Pasti awalnya karena bapak punya bengkel mobil tak heran banyak sekali alat permesinan , kunci mesin dan alat las yang membuat aku dan adikku terbiasa melihatnya. Hingga mungkin adikku berpikir jika masuk Teknik Mesin menjadi pilihan yang tepat.

Hari ini aku bertambah bahagia lagi. Jika dahulu inspirasiku dan adikku dari Bapak. kali ini aku bertemu banyak relawan yang bersemangat berbagi inspirasi melalui profesi mereka. Datang jauh-jauh dari berbagai Kota tanpa dibayar tapi melakukan sepenuhnya dari hati.

Bukan adik-adik saja yang terinspirasi. Aku bahkan terinspirasi oleh mereka untuk selalu bermanfaat dan menebar kebaikan. Adik-adik menginspirasiku pula untuk selalu menghidupkan apa itu indahnya mimpi.

2 comments:

  1. ah, ku jadi rindu ikut kelas inspirasi lagi :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhhh nanti mba kalau ada waktu ikut lagi jadi volunteer . nagihin hihi

      Delete